Oleh: Irwan Akib*
KHITTAH. CO – Impian kami pekerjaan yang layak untuk semua rakyat, anak-anak bisa menuntut ilmu terbaik dengan lancar, harga kebutuhan pokok yang terjangkau, petani mendapatkan harga jual yang bagus, buruh menerima penghasilan yang cukup. Guru mendapatkan jaminan hidup dan terus mencerdaskan bangsa, aparat negara mendapatkan gaji yang layak. Pelayanan kesehatan terbaik bagi semua pasien. (Presiden Prabowo Subianto)
Indonesia memasuki usia yang ke-80 setalah dwitunggal Soekarno-Hatta membacakan naskah proklamasi pada tanggal 17 Agustus 1945. Ulang tahun ke-80 ini mengusung tema “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”. Kesejahteraan dalam pandangan Bung Karno hilangnya kapitalisme dan kemiskinan harus lenyap dari bumi Indonesia. Bung Karno mengatakan bahwa tidak akan ada kemiskinan di dalam Indonesia merdeka, juga tidak akan dibiarkan kaum kapitalis merajalela.
Pendidikan merupakan salah satu jalan untuk melahirkan sumber daya manusia yang cerdas, berkepribadian, dan berkeadaban mulia. Pada momen peringatan hari pendidikan Nasional 2 Mei 2025. Presiden RI, Jenderal (Purn) Prabowo Subianto mengemukakan bahwa “Pendidikan adalah penentu apakah bangsa ini akan menjadi negara maju atau tetap miskin. Pendidikan tidak hanya mencetak sumber daya manusia unggul, tetapi juga menjadi alat untuk membebaskan masyarakat dari belenggu kemiskinan, kebodohan, dan ketimpangan. Pendidikan adalah jalan yang sangat menentukan bagi kebangkitan bangsa dan negara. Tidak mungkin kita menjadi negara sejahtera, menjadi negara maju, kalau pendidikan kita tidak baik dan tidak berhasil.”
Presiden Prabowo menyadari betul arti penting pendidikan untuk hadirnya suatu negara yang yang berdaulat, negara yang dapat memberikan kesejahteraan kepada masyarakatnya, negara yang membebaskan rakyatnya dari kemiskinan, kebodohan, dan ketertinggalan. Maju mundurnya suatu bangsa sangat ditentukan oleh sejauh mana kualitas pendidikannya. Sehingga dengan demikian tidak boleh ada anak yang tidak memperoleh pendidikan. Pendidikan harus memberi dampak bagi kepentingan bangsa dan negara.
Notohadiprawiro mengemukakan bahwa suatu perguruan tinggi bukan lembaga yang semata-mata memberikan pendidikan dan pengajaran, bukan pilihannya melakukan penelitian, dan bukan hanya memecahkan persoalan yang dihadapi masyarakat. Ketiganya tidak dapat dipisah-pisahkan, karena yang satu mempengaruhi kinerja yang lain. Sedang menurut UNESCO, universitas adalah “Lembaga pendidikan tinggi yang memberikan pendidikan dalam berbagai disiplin ilmu, termasuk ilmu pengetahuan, teknologi, sosial, dan humaniora. Universitas juga berfungsi untuk melakukan penelitian, mengembangkan, dan menyebarkan pengetahuan, serta memberikan layanan masyarakat dan profesi”. Mendiktisaintek Brian Yuliarto menekankan perguruan tinggi di Indonesia bukanlah menara gading dan harus bisa menjadi lokomotif perubahan. “Kampus bukan menara gading, tapi harus jadi lokomotif perubahan,” Brian menekankan perguruan tinggi memegang peran sentral dalam menghadapi berbagai tantangan, seperti perubahan iklim, ketimpangan ekonomi, dan disrupsi teknologi.
Kementrian diktisaintek meluncurkan diktisaintek berdampak yang merupakan transformasi menuju dampak nyata bagis bangsa, pendidikan tinggi saintek diharapkan menjadi pusat solusi nyata bagi masyarakat melampuai peran pengajaran dan penelitian (Diktisaintek). Untuk itu, perguruan tinggi harus hadir menjadi motor transformasi sosial dan ekonomi, menghasilkan inovasi yang relevan dan mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan.
Fokus utama kampus berdampak adalah pada peningkatan dampak perguruan tinggi bagi masyarakat. Oleh karena itu selain membekali mahasiswa dengan keterampilan yang sesuai kebutuhan dunia kerja. Juga dijalankan kegiatan yang membantu memberdayakan masyarakat di sekitar lokasi kampus. Kemudian, perguruan tinggi memberi kontribusi nyata dalam mengatasi masalah sosial, ekonomi, dan lingkungan di masyarakat. Visi jangka panjang yang dimiliki adalah menyiapkan perguruan tinggi yang berperan aktif mewujudkan Indonesia Emas 2045. Di mana berkontribusi langsung dalam memberi dampak sosial. (Kemendiktisaintek).
Diktisaintek berdampak yang menjadi fokus utama kementerian diktisaintek, selain memahami peran dan fungsi perguruan tinggi yang hadir untuk kepentingan bangsa dan kemajuan suatu negara di samping menjadi wadah candradimuka pengembangan ilmu dan teknologi, juga sekaligus menerjemahkan visi Presiden Prabowo. Seperti di awal tulisan ini, presiden sangat paham pentingnya pendidikan untuk kemajuan suatu bangsa, maju mundurnya suatu bangsa sangat tergantung pada kualitas pendidikannya. Dalam pandangan presiden, pendidikan merupakan jalan yang sangat menentukan bagi kebangkitan bangsa dan negara. Tidak mungkin kita menjadi negara sejahtera, menjadi negara maju, kalau pendidikan kita tidak baik dan tidak berhasil,
Pendidikan lebih khusus pendidikan tinggal melalui tridharma perguruan tinggi, selain fokus pada pengajaran dan penelitian untuk pengembangan ilmu dan inovasi serta pengembangan teknologi, juga diharapkan memberi kontribusi positif bagi kesejahteraan masyarakat melalui pengabdian masyarakat. Fokus pengabdian tentu merupakan hasil riset dan hasil kajian pembelajaran.
Mahasiswa tidak hanya dibekali keterampilan untuk kesiapan kerja tetapi juga kemampuan untuk memberi solusi setiap permasalahan di tengah masyarakat. Kehadiran perguruan tinggi menjadi nyata dalam memberi solusi permasalah sosial kemasyarakatan. Perguruan tinggi tidak asyik dengan dirinya sendiri, tetapi hadir sebagai pusat kajian strategis yang dapat memberi solusi memberi dampak bagi masyarakat.
Pendidikan tidak hanya menonjolkan kemampuan intelektual tetapi lebih dari itu pendidikan bermutu adalah pendidikan memandang peserta didik secara utuh yang memiliki otak, hati, rasa dan fisik. Pendidikan yang mampu mengasah kemampuan intelektual dan berpikir tingkat tinggi, mengasah kepekaan batin sehingga dapat membentuk kepribadian yang memiliki nilai-nilai moral, memiliki jiwa estetika mencintai keindahan dan menghargai kedamaian, serta memiliki kesehatan jasmani yang prima. Pendidikan bermutu harus dapat hadir memberi solusi berbagai problematika kehidupan kebangsaan dan kemasyarakatan. Dalam pandangan K.H. Ahmad Dahlan, pendidikan bukan hanya transfer ilmu, melainkan proses pembentukan manusia berintegritas yang berperan aktif dalam menciptakan masyarakat berkemajuan dengan prinsip berbuat untuk kebaikan bersama tanpa memperalat orang lain. (Hajid, 2005).
* Ketu PP Muhammadiyah bidang Pendidikan Seni Budaya dan Olahraga, Anggota Dewan Pendidikan Tinggi Kemendiktisaintek RI, dan Ketua Dewan Guru Besar Unismuh Makassar