KHITTAH.CO, Enrekang — Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Enrekang gelar Baitul Arqam bagi para pengurus PDPM Enrekang, Sabtu, 30 Agustus 2025.
Pembukaan Baitul Arqam dilaksanakan di Aula Kampus I Universitas Muhammadiyah Enrekang (UNIMEN) yang dihadiri puluhan pengurus serta tamu undangan.
Dalam laporannya, Ketua Panitia Baharuddin menyampaikan bahwa kegiatan Baitul Arqam berlangsung selama 2 hari.
“InsyaaAllah kegiatan ini dimulai tanggal 30 – 31 Agustus 2025 besok. Kita mengangkat tema ‘Diaspora Pemuda: Kolaborasi Memajukan Enrekang’,” ujarnya.
Menurut Baharuddin, tema ini merupakan ekstaksi dari pesan founding father Muhammadiyah, K.H Ahmad Dahlan “Silakan ada dimana-mana tapi jangan kemana-mana”.
Pemuda Muhammadiyah saat ini ada dimana-mana, mengisi ruang-ruang publik namun tetap melekatkan Muhammadiyah sebagai identitasnya, tambah Baharuddin.
Sementara Ketua PDPM Enrekang, Rahmat dalam sambutannya mengatakan bahwa Baitul Arqam merupakan ajang konsolidasi dalam membangun semangat kepemudaan.
“Ada banyak agenda-agenda penting yang akan kita songsong ke depan, salah satunya adalah pembenahan Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah. Kita perlu menghidupkan kembali pengurus-pengurus cabang Pemuda Muhammadiyah,” katanya.
Pemuda Muhammadiyah Sulawesi Selatan telah menargetkan 10.000 kader dalam kurun waktu 4 tahun. Sehingga, kita akan mengupayakan untuk menambah kader Pemuda Muhammadiyah di Kabupaten Enrekang, sambungnya.
Rahmat menekankan, salah satu hal yang perlu disasar adalah kelompok-kelompok masyarkakat non Muhammadiyah atau yang sudah pernah kenal Muhammadiyah tapi sudah tidak aktif sehingga perlu diajak kembali gabung ke Pemuda Muhammadiyah.
Senada, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Sulawesi Selatan, Kahar menyampaikan bahwa saat ini Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah telah mengembangkan 4 pilar gerakan yang wajib dikembangkan oleh Pemuda Muhammadiyah.
“Yaitu Gerakan Islam Berkemajuan, Gerakan Ilmu, Gerakan Politik Kebangsaan dan Gerakan Kewirausahaan,” ujarnya.
Menurut Kahar, Gerakan Islam Berkemajuan merupakan tema sentral yang terus dikembangkan Muhammadiyah sebagai amanah dari Muktamar ke-48 yang lalu. Adapun Gerakan Ilmu dimaknai sebagai amal ilmiah, artinya kita perlu menghidupkan wilayah akademis melalui forum-forum ilmiah, penelitian atau pelatihan-pelatihan.
Sedangkan Gerakan Politik Kabangsaan, lanjut Kahar artinya mengarahkan para kader Pemuda Muhammadiyah untuk mengambil peran strategis dalam menjaga stabilitas negara, tutup Kahar.
Perwakilan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Enrekang, Fitriyanti Sulaiman yang hadir dalam seremoni pembukaan mengatakan bahwa Pemerintah Daerah sangat mendukung kegiatan Pemuda Muhammadiyah.
“Muhammadiyah ini luar biasa, kader Muhammadiyah bukan kaleng-kaleng, dimana-mana kehadirannya selalu memberikan kontribusi untuk pengembangan daerah. Dalam bidang pendidikan, kesehatan ataupun sosial,” katanya.
Dan khusus Pemuda Muhammadiyah, kami berharap agar kita bisa berkolaborasi dalam mendidik generasi kita ke depan, salah satunya pendidikan karakter pada pemuda, tutupnya.
Pembukaan Baitul Arqam PDPM Enrekang dihadiri oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Enrekang, Pimpinan Daerah Aisyiyah Enrekang, Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Sulawesi Selatan, Kasat Intelkam Polres Enrekang, Pimpinan Organisasi Otonom Muhammadiyah, Wakil Rektor UNIMEN serta beberapa mahasiswa UNIMEN.