Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita

Dosen Unismuh Makassar Bekali Guru Pesantren Tarbiyah Takalar Modul Ajar Berbasis Deep Learning

×

Dosen Unismuh Makassar Bekali Guru Pesantren Tarbiyah Takalar Modul Ajar Berbasis Deep Learning

Share this article

Khittah.co, TAKALAR — Dua dosen Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa Workshop Penyusunan Modul Ajar Berbasis Deep Learning bagi guru Pesantren Tarbiyah Takalar, Rabu 14 Januari 2025. Kegiatan ini menjadi upaya konkret mendukung peningkatan kompetensi guru dalam menghadapi tantangan pembelajaran di era digital.

Workshop tersebut menghadirkan Prof. Dr. Nurlina, S.Si., M.Pd. dan Dr. Dewi Hikmah Marisda, S.Pd., M.Pd. sebagai narasumber. Keduanya menekankan pentingnya penerapan pendekatan deep learning dalam proses pembelajaran agar lebih bermakna, kontekstual, dan berorientasi pada penguatan pemahaman peserta didik.

Dalam pemaparannya, Prof. Nurlina menjelaskan bahwa deep learning tidak sekadar menekankan penguasaan materi, tetapi juga mendorong peserta didik berpikir kritis, reflektif, serta mampu mengaitkan pengetahuan dengan konteks kehidupan nyata. Pendekatan ini dinilai relevan dengan semangat Kurikulum Merdeka yang menempatkan siswa sebagai subjek aktif dalam pembelajaran.

Prof. Nurlina menekankan bahwa pembelajaran mendalam (deep learning) bukan sekadar “belajar lebih sulit” atau “menambah tugas”, melainkan cara membangun pengalaman belajar yang memuliakan peserta didik—dengan suasana dan proses yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan.

Dalam kerangka ini, guru tidak lagi berfokus pada capaian kognitif semata, tetapi menata pembelajaran agar siswa paham konsep, mampu menerapkan, lalu merefleksikan pembelajarannya secara utuh.

Ia menambahkan, deep learning tetap relevan bahkan ketika tren kurikulum berganti, karena yang dikejar bukan “format dokumen” melainkan mutu pengalaman belajar: siswa menyadari tujuan belajarnya, merasakan manfaatnya bagi hidup, dan menikmati prosesnya sehingga terdorong belajar secara intrinsik—bukan karena takut nilai.

Sementara itu, Dr. Dewi Hikmah Marisda menyampaikan materi tentang asesmen dalam pembelajaran mendalam (deep learning). Materi ini menekankan bahwa asesmen bukan sekadar penilaian hasil akhir, melainkan alat strategis untuk memantau proses belajar, memberikan umpan balik konstruktif, dan menumbuhkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa.

Asesmen pembelajaran mendalam difokuskan pada pemahaman konseptual, penggunaan metode autentik seperti proyek, portofolio, tes performa, serta refleksi, dan pengembangan keterampilan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, serta komunikasi. Peserta juga mendapatkan contoh penerapan asesmen pada berbagai mata pelajaran, mulai dari matematika, bahasa, hingga IPA dan IPS.

Para guru peserta memberikan apresiasi positif terhadap materi yang disampaikan. Mereka menilai pendekatan asesmen deep learning relevan dengan kebutuhan pembelajaran saat ini, aplikatif, dan membantu guru merancang penilaian yang lebih bermakna serta berpusat pada siswa.

Melalui kegiatan ini, diharapkan guru semakin siap menerapkan asesmen yang tidak hanya menghasilkan nilai, tetapi juga mendorong tumbuhnya nalar, karakter, dan keterlibatan aktif peserta didik dalam pembelajaran.

KAMPUS MUHAMMADIYAH DI SULSEL

  • Klik Banner ITKESMU SIDRAP

Leave a Reply