
KHITTAH.CO, Makassar – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Sosiologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh Makassar) melaksanakan kegiatan Media Visit ke Redaksi Tribun Timur, Senin, 19 Januari 2026. Kegiatan ini sebagai bagian dari pembelajaran Mata Kuliah Sosiologi Komunikasi. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kontekstual mengenai peran media massa dalam proses komunikasi sosial melalui pengamatan langsung praktik jurnalistik. Kegiatan berlangsung di Kantor Redaksi Tribun Timur.
Media Visit tersebut diikuti oleh puluhan mahasiswa bersama dosen pengampu Mata Kuliah Sosiologi Komunikasi, Dr. Nur Riswandy Marsuki, S.Sos., M.Si. Rombongan diterima langsung oleh Wakil Pimpinan Redaksi Tribun Timur, Ronald Ngantung, yang memberikan pemaparan mengenai sistem kerja redaksi dan dinamika produksi berita.
Dalam sesi pemaparan, Ronald Ngantung menjelaskan tahapan kerja jurnalistik yang dijalankan di lingkungan redaksi Tribun Timur. Ia menegaskan bahwa setiap berita harus melalui proses yang ketat sebelum dipublikasikan kepada masyarakat.
“Media hari ini tidak hanya dituntut cepat, tetapi juga akurat dan beretika. Proses kerja redaksi berjalan melalui tahapan yang ketat, mulai dari pencarian fakta, verifikasi, hingga penyajian berita kepada publik,” ujar Ronald Ngantung.
Ronald juga menyoroti tantangan media massa di era digital yang ditandai dengan derasnya arus informasi. Menurut dia, kehadiran media arus utama menjadi semakin penting untuk memastikan publik memperoleh informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
Ia menambahkan bahwa profesionalisme jurnalis menjadi kunci utama dalam menjaga kepercayaan publik terhadap media. Ronald menilai, tanpa etika jurnalistik yang kuat, media berpotensi terjebak pada sensasionalisme dan informasi yang menyesatkan.
Sementara itu, Dr. Nur Riswandy Marsuki menjelaskan bahwa kegiatan Media Visit ini dirancang sebagai bagian dari strategi pembelajaran kontekstual. Ia menyebutkan bahwa mahasiswa perlu melihat secara langsung bagaimana teori yang dipelajari di kelas diterapkan dalam praktik.
“Mahasiswa tidak hanya mempelajari teori sosiologi komunikasi, tetapi juga melihat langsung bagaimana proses gatekeeping dan konstruksi realitas sosial berlangsung dalam praktik jurnalistik,” kata Dr. Nur Riswandy Marsuki.
Menurut Dr. Nur Riswandy, interaksi langsung dengan praktisi media memberikan pengalaman belajar yang lebih mendalam bagi mahasiswa. Ia menilai, kegiatan ini dapat memperkuat pemahaman mahasiswa tentang relasi antara media, masyarakat, dan kekuasaan informasi.
Ia juga menjelaskan bahwa media massa memiliki peran strategis dalam membentuk opini publik. Oleh karena itu, pemahaman terhadap mekanisme kerja media menjadi bekal penting bagi mahasiswa Pendidikan Sosiologi.
Para mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk berdialog dan mengajukan pertanyaan terkait praktik jurnalistik, etika pemberitaan, serta perubahan pola konsumsi media di masyarakat. Diskusi tersebut membuka wawasan mahasiswa mengenai tantangan dan tanggung jawab profesi jurnalis.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu meningkatkan literasi media dan mengembangkan sikap kritis terhadap informasi yang beredar di ruang publik. Pemahaman tersebut dinilai relevan dengan kompetensi lulusan Pendidikan Sosiologi yang akan terjun ke dunia pendidikan dan masyarakat.
Ke depan, Program Studi Pendidikan Sosiologi FKIP Unismuh Makassar berencana terus mengembangkan pembelajaran berbasis pengalaman lapangan. Kegiatan serupa diharapkan dapat memperkuat keterkaitan antara teori akademik dan realitas sosial yang dihadapi mahasiswa.





















