KHITTAH.CO, BULUKUMBA — Universitas Muhammadiyah (UM) Bulukumba melalui Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek) secara resmi menarik mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kecamatan Bontotiro, Kabupaten Bulukumba. Kegiatan ini menandai berakhirnya KKN yang berlangsung sejak 25 November 2025 hingga 20 Januari 2026, dengan total peserta sebanyak 57 mahasiswa.
Koordinator Kecamatan KKN Saintek UM Bulukumba, Fajri, menyampaikan bahwa tema KKN tahun ini adalah “Pemberdayaan Potensi Lokal & Ekowisata Berbasis Sains dan Teknologi Menuju Desa Mandiri.” Selama hampir dua bulan, mahasiswa melaksanakan program kerja yang fokus pada penguatan sektor peternakan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan pengembangan potensi wisata desa.
Beberapa program kerja yang dilaksanakan antara lain pengelolaan kesehatan ternak, pembuatan pakan ternak silase, pembuatan cairan prebiotik, optimalisasi potensi lokal desa, literasi keuangan, pelatihan soft skill bagi masyarakat, serta penyusunan master plan pengembangan wisata Samboang di Kecamatan Bontotiro.
Sekretaris Camat Bontotiro, H. A. M. Guntur, mengapresiasi kontribusi mahasiswa KKN. Ia menegaskan bahwa seluruh program kerja berjalan lancar dan berdampak positif bagi masyarakat.
“Alhamdulillah, program kerja mahasiswa KKN terlaksana dengan baik. Kehadiran mahasiswa sangat dibutuhkan dan memberikan manfaat nyata bagi desa-desa di Kecamatan Bontotiro,” ujarnya. Ia juga berpesan agar mahasiswa menjadi duta yang menyampaikan hal-hal positif tentang Bontotiro.
Kepala LPPM UM Bulukumba, Ilmar Andi Achmad, S.Pd., M.Pd., menyampaikan permohonan maaf atas kekurangan selama pelaksanaan KKN sekaligus mengapresiasi dukungan pemerintah dan masyarakat. Menurutnya, KKN adalah bagian dari proses pembelajaran mahasiswa, dan masukan dari masyarakat menjadi bahan evaluasi ke depan.
Dekan Fakultas Saintek UM Bulukumba, Ardianto, S.Pd., M.Pd., menekankan bahwa KKN bukan sekadar agenda akademik, tetapi juga sarana pembentukan karakter. “Mahasiswa belajar menghadapi realitas sosial, bekerja bersama masyarakat, dan merancang solusi sesuai potensi lokal. Pengalaman ini menjadi bekal penting di dunia kerja maupun pengabdian masyarakat ke depan,” ujarnya.
Dengan berakhirnya KKN ini, diharapkan sinergi antara UM Bulukumba dan pemerintah daerah tetap terjaga dalam mendukung pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa secara berkelanjutan.
(Syayyidina Ali)





















