Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita

Dua Hari Seusai Sumpah Dokter, Alumni FKIK Unismuh Tembus Jurnal Scopus Q1

×

Dua Hari Seusai Sumpah Dokter, Alumni FKIK Unismuh Tembus Jurnal Scopus Q1

Share this article

KHITTAH.CO, Makassar — Sebuah prestasi gemilang tingkat Internasional berhasil diukir oleh dokter alumnus Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, dr. Nur Rahmah Awaliah. Baru dua hari setelah melaksanakan sumpah dokter pada 22 September 2025, manuskripnya bersama 25 ilmuwan lain berhasil diterima di jurnal internasional bereputasi tinggi, Advances in Pharmaceutical Bulletin, Scopus Q1.

Publikasi berjudul “The Art of Nanoimmunobiotechnomedicine in Depression Management” ini merupakan hasil kolaborasi lintas disiplin dari dalam negeri dan mancanegara. Rahmah, perempuan kelahiran Bantaeng pada tahun 2001, mengaku berproses sekitar  satu tahun bersama 25 koleganya yang berasal dari berbagai latar belakang keilmuan dan tiga negara, yakni Indonesia, Malaysia, dan Taiwan.

Adapun ke-25 ilmuwan tersebut, yang ditulis secara alfabetis, adalah Ahmad Hafidul Ahkam, Ami Febriza Achmad, Amir Su’udi, Andi Weri Sompa, Arli Aditya Parikesit, Azzah Khoridah Maulidiya, Dito Anurogo, Era Catur Prasetya, Gangga Anuraga, Kholis Abdurachim Audah, Maratu Soleha, Maulida Mazaya, Muhammad Sobri Maulana, Nadhirah Nordin (Malaysia), Nguyen Quoc Khan Le (Taiwan), Noorman Rinanto, Novi Irmania, Novi Sekar Sari, Nur Rahmah Awaliah, Riri Rimbun Anggih Chaidir, Ririn Tri Ratnasari, Riswal Nafi’ Siregar, Suryani As’ad, Tria Astika Endah Permatasari, Tzu-Jen Kao (Taiwan), dan Waode Fifin Ervina.

Berproses dan Penuh Tantangan

Perjalanan menuju publikasi ini tidak mulus. Rahmah mengungkapkan, tim sempat menghadapi kendala teknis ketika website penerbit jurnal, yang berbasis di Iran, beberapa kali tidak aktif.

“Suka dukanya, website sempat beberapa kali tidak aktif, terutama karena ada serangan Israel ke Iran dan saat ada gelombang demo besar di Iran,” ujarnya. Rahmah benar-benar menyadari kebenaran kitab suci Alquran, QS Al Insyirah ayat 6 dan 7, yang artinya, “Sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan.” Memang benar, tiada jalan menuju ke puncak kejayaan yang bertaburan bunga. Begitulah mutiara hikmah.

Memahami Depresi Berbasis Nanoimmunobiotechnomedicine

Dalam publikasinya, tim peneliti mengulas pendekatan revolusioner bernama Nanoimmunobiotechnomedicine (NiBTM) untuk penanganan depresi. Depresi, yang dipahami sebagai kondisi kompleks dengan komponen neuroinflammation (radang saraf) dan ketidakseimbangan sitokin seperti IL-6 dan TNF-alpha, membutuhkan terapi yang lebih tepat. Paradigma NiBTM ini sebenarnya telah dituliskan oleh Dito Anurogo sejak 7 Oktober 2019 lalu melalui tulisan ilmiah-populer bertajuk “Memahami Nanoimmunobiotechnomedicine” (Link URL: https://www.antaranews.com/berita/1099774/memahami-nanoimmunobiotechnomedicine).

Konsep NiBTM ini memadukan antara nanoteknologi, nanomedicine, imunologi, biologi molekuler, bioinformatika, biomedis, bioteknologi, dan teknologi -omics di bidang kedokteran serta berbagai disiplin ilmu kesehatan. Kendaraan nano (nanocarrier) dirancang untuk membawa obat anti-inflamasi, molekul neuroprotektif, atau material terapeutik lain untuk menembus blood-brain barrier dengan lebih efisien, menekan peradangan di otak, dan mengurangi stres oksidatif. Pendekatan ini diharapkan dapat membuka jalan bagi terapi yang lebih personal dengan mempertimbangkan data multiomics, gut-brain axis, dan profil genetik pasien.

Ucapan Terima Kasih dan Harapan
Rahmah menyampaikan penghargaan terutama kepada pembimbingnya. “Terima kasih terutama kepada dosen saya, dr. Dito Anurogo, M.Sc., Ph.D., yang telah membimbing dan memberikan kesempatan kepada saya untuk publikasi bersama. Ini adalah kesempatan emas yang membuka berbagai peluang baik ke depannya,” tulis Rahmah melalui pesan WhatsApp.

Ia berharap pencapaian ini dapat memotivasi banyak pihak. “Harapan saya, semoga publikasi ini bisa menginspirasi siapa saja untuk terus berkontribusi demi kejayaan negeri,” pungkasnya.

Artikel lengkap dapat diakses di Advances in Pharmaceutical Bulletin (2025;15(4):750-765) dengan doi: 10.34172/apb.025.42757 dan Link URL: https://apb.tbzmed.ac.ir/Article/apb-42757. Hingga berita ini diturunkan, abstrak telah dilihat 664 kali dan artikel full-text diunduh 155 kali.

KAMPUS MUHAMMADIYAH DI SULSEL

Leave a Reply