Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita

Perkuat Akar Persyarikatan, LPCR – PWM Sulsel Terjunkan Muballigh Ramadhan ke Daerah

×

Perkuat Akar Persyarikatan, LPCR – PWM Sulsel Terjunkan Muballigh Ramadhan ke Daerah

Share this article

KHITTAH.CO, Makassar – Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan (PWM Sulsel) melalui Lembaga Pengembangan Cabang, Ranting, dan Pembinaan Masjid (LPCR PM) menggelar pembukaan dan pembekalan Muballigh Ramadhan sebagai upaya memperkuat dakwah Muhammadiyah hingga tingkat cabang dan ranting. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat Lantai 16 Menara Iqra Unismuh Makassar, Sabtu 31 Januari 2026.

Puluhan muballigh dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan mengikuti kegiatan tersebut. Mereka dipersiapkan untuk tidak sekadar menyampaikan ceramah keagamaan selama Ramadhan, tetapi juga berperan dalam pembinaan organisasi, penguatan jamaah masjid, serta pendataan cabang dan ranting Muhammadiyah. Para muballigh akan diterjunkan ke sejumlah Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) selama Ramadhan 1447 Hijriah.

Ketua LPCR PM PWM Sulsel, Prof. Dr. Andi Sukri Syamsuri, menegaskan bahwa program Muballigh Ramadhan merupakan langkah strategis untuk menguatkan fondasi persyarikatan. Menurut dia, cabang, ranting, dan masjid merupakan pilar utama keberlangsungan dakwah Muhammadiyah.

“Cabang, ranting, dan masjid adalah akar Muhammadiyah. Jika itu tidak hidup, pada hakikatnya Muhammadiyah kehilangan ruhnya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, program ini untuk pertama kalinya digagas secara terstruktur oleh LPCR PM PWM Sulsel dengan skema penempatan satu muballigh di setiap PDM. Penempatan diprioritaskan pada wilayah yang relatif dekat dengan pusat kabupaten agar koordinasi dan pembinaan berjalan lebih efektif.

“Para muballigh ini kami tugaskan untuk mendampingi PDM, khususnya cabang dan ranting yang membutuhkan penguatan dakwah dan organisasi,” katanya.

Program Muballigh Ramadhan ini juga merupakan hasil kerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Makassar. Karena itu, para muballigh diharapkan turut memperkenalkan Unismuh Makassar kepada masyarakat sebagai bagian dari dakwah pencerahan.

“Silakan perkenalkan Universitas Muhammadiyah Makassar dalam ceramah Ramadhan, baik di masjid, pengajian, maupun di sekolah-sekolah Muhammadiyah,” ujar Pria yang akrab disapa Prof Andis ini.

Sementara itu, Koordinator LPCR PM PWM Sulsel, Dr. Mawardi, menekankan bahwa peran muballigh tidak berhenti pada ceramah dan khutbah. Menurut dia, muballigh juga diharapkan menjadi penggerak pengajian, penguatan jamaah masjid, serta dakwah sosial di tingkat cabang dan ranting.

Mawardi menilai pengajian rutin menjadi indikator utama hidupnya sebuah cabang dan ranting Muhammadiyah. Selain itu, masjid Muhammadiyah perlu dimakmurkan oleh jamaah lintas generasi, termasuk kalangan anak muda.

“Masjid jangan hanya megah secara fisik, tetapi sepi jamaah. Tugas kita adalah menghidupkan masjid dengan jamaah, terutama generasi muda,” ujarnya.

Selain berdakwah, para muballigh juga diminta membantu pendataan cabang, ranting, dan masjid Muhammadiyah di wilayah tugas masing-masing. Data tersebut akan menjadi dasar bagi LPCR PM dalam merancang program pembinaan lanjutan di tingkat wilayah maupun daerah.

Ia juga menekankan pentingnya koordinasi antara muballigh dan LPCR PM di tingkat daerah agar seluruh kegiatan selama Ramadhan berjalan terarah. Dengan koordinasi tersebut, dakwah Ramadhan diharapkan tidak bersifat seremonial, melainkan memberi dampak jangka panjang.

Para muballigh dijadwalkan bertugas selama satu bulan penuh sepanjang Ramadhan, termasuk mengisi khutbah Jumat, ceramah tarawih, pengajian, serta kegiatan pembinaan jamaah. LPCR PM PWM Sulsel berharap program ini dapat menjadi model penguatan dakwah Muhammadiyah yang berkelanjutan.

Melalui kegiatan pembekalan ini, PWM Sulsel menegaskan komitmennya untuk memperkuat dakwah dari tingkat paling dasar. Ke depan, LPCR PM menargetkan lahirnya cabang dan ranting yang lebih aktif, masjid yang makmur, serta jamaah yang berdaya sebagai fondasi utama gerakan Muhammadiyah di Sulawesi Selatan.

KAMPUS MUHAMMADIYAH DI SULSEL

Leave a Reply