Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita

Shubuh di DAM Cece, Ketua LP2M PWM Sulsel Motivasi Ratusan Santri Raih Sukses 

×

Shubuh di DAM Cece, Ketua LP2M PWM Sulsel Motivasi Ratusan Santri Raih Sukses 

Share this article

KHITTAH.CO, Enrekang — Ketua Lembaga Pengembangan Pesantren Muhammadiyah (LP2M) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan, Ust. Lukman Abd. Shamad, Lc., M.Pd., menyampaikan motivasi tentang makna dan kunci sukses (an-najāḥ) di hadapan ratusan santri Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Cece, Ahad, 8 Februari 2026.

Motivasi tersebut disampaikan seusai shalat Subuh berjamaah di Masjid At-Tanwir Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Cece, Kabupaten Enrekang, dalam suasana khidmat dan penuh semangat.

Makna Sukses Dunia dan Akhirat

Dalam tausiyahnya, Ust. Lukman menegaskan bahwa setiap orang menginginkan sukses (النجاح). Namun, menurutnya, sukses sejati dalam Islam bukan hanya pencapaian duniawi, melainkan kesuksesan dan kebahagiaan di dunia dan akhirat.
“النجاح في الدارين، في الدنيا والآخرة,”
ujarnya di hadapan para santri.

Ia juga menyampaikan bahwa siapa pun boleh bercita-cita menjadi apa saja, ulama, jenderal, profesor, maupun profesi lainnya, selama berada di jalan kebaikan dan kemuliaan.

Lima Kunci Sukses

Ust. Lukman kemudian memaparkan lima kunci sukses (مفتاح النجاح) yang harus dimiliki oleh setiap santri.

Pertama, keyakinan yang kuat terhadap tujuan.

Ia menyampaikan bahwa keberhasilan sebuah gagasan lahir dari keyakinan bahwa apa yang diperjuangkan adalah sesuatu yang benar, baik, dan mulia.

إِنَّ نَجَاحَ الْفِكْرَةِ إِذَا قَوِيَ الإِيمَانُ بِهَا.

Kedua, keikhlasan (الإخلاص).

Menurutnya, ikhlas adalah ruh dari setiap amal. Tanpa ikhlas, perjuangan akan kehilangan makna dan keberkahannya.

Ketiga, semangat yang membara (حماسة فيها).

Ust. Lukman menegaskan bahwa semangat adalah energi perjuangan yang mendorong seseorang untuk bergerak dan tidak menunda kebaikan. Al-Qur’an, kata Ust. Lukman, banyak mendorong umat Islam untuk segera dan berlomba dalam kebaikan.

Keempat, pengorbanan (التضحية).

Ia menegaskan bahwa pengorbanan adalah harga yang harus dibayar untuk meraih kesuksesan. Pengorbanan tidak selalu berupa materi, tetapi juga waktu, tenaga, dan pikiran.
Ia mencontohkan kehidupan santri di pesantren yang harus membatasi tidur dan hiburan demi masa depan.

“Sukses itu tidak bisa simsalabim, tetapi harus dibayar dengan pengorbanan,” tegasnya.

Kelima, kerja keras untuk merealisasikan tujuan.

( وَالْعَمَلُ عَلَى تَحْقِيقِهَا)

Menurutnya, keinginan tanpa kerja keras hanyalah angan-angan.
“Orang mau sukses tapi tidak mau kerja, itu mimpi,” pungkas Ust. Lukman.

Tausiyah Subuh tersebut diharapkan mampu menanamkan nilai iman, keikhlasan, semangat, pengorbanan, dan kerja keras dalam diri santri Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Cece sebagai bekal meraih sukses dunia dan akhirat.

KAMPUS MUHAMMADIYAH DI SULSEL

Leave a Reply