KHITTAH.CO, Makassar — Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ’Aisyiyah (BEM PTMA) Indonesia menyatakan dukungan terhadap rencana pemekaran Provinsi Luwu Raya dari Provinsi Sulawesi Selatan. Dukungan ini disampaikan sebagai bagian dari pandangan strategis terhadap pemerataan pembangunan dan penguatan pelayanan publik.
Koordinator Isu Ekonomi BEM PTMA Indonesia, Muh. Amri Akwat Tomalatta, menegaskan bahwa pemekaran Provinsi Luwu Raya tidak dapat dipandang semata sebagai aspirasi administratif, melainkan sebagai langkah strategis dalam kerangka pembangunan jangka panjang.
“Pemekaran ini harus dilihat secara integralistik, bahwa wilayah merupakan satu kesatuan sosial, ekonomi, budaya, dan ekologis. Luwu Raya memiliki sejarah panjang yang perlu didorong kembali dalam perspektif peradaban dan pembangunan masa depan,” ujar Amri dalam keterangannya, Selasa, 10, Februari 2026).
Amri juga menyinggung berbagai aksi yang dilakukan masyarakat Luwu Raya selama kurang lebih satu bulan terakhir. Menurutnya, aksi tersebut mencerminkan kecintaan masyarakat terhadap Tanah Luwu, namun masih memerlukan koordinasi yang lebih baik agar menghasilkan capaian yang konkret.
“Jika tidak dikelola dengan baik, gerakan ini berpotensi menimbulkan kelelahan kolektif serta mengganggu ritme sosial dan ekonomi masyarakat,” katanya.
BEM PTMA Indonesia mendorong Pemerintah Pusat agar tidak memandang aspirasi pemekaran Provinsi Luwu Raya sebagai gerakan seremonial, melainkan sebagai kebutuhan strategis yang memerlukan tindak lanjut kebijakan secara konkret.
Dalam pernyataannya, BEM PTMA Indonesia menyampaikan sejumlah alasan pendukung pemekaran tersebut. Pertama, pemekaran dinilai dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui pemendekan rentang kendali pemerintahan, sehingga pelayanan administrasi menjadi lebih cepat dan efisien.
Kedua, pemekaran diharapkan mendorong pemerataan pembangunan, khususnya percepatan pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan, fasilitas pendidikan, dan layanan kesehatan. Daerah otonom baru juga berpotensi memperoleh alokasi anggaran yang lebih fokus pada pengembangan potensi lokal.
Ketiga, pemekaran Provinsi Luwu Raya diyakini dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi melalui optimalisasi sumber daya alam dan potensi wilayah, sekaligus membuka lapangan kerja baru seiring hadirnya pusat pemerintahan dan aktivitas ekonomi pendukung.
Keempat, pemekaran dinilai mampu memperkuat partisipasi serta identitas lokal dengan memberikan ruang lebih luas bagi masyarakat dalam proses pengambilan kebijakan daerah.
Pernyataan tersebut ditegaskan sebagai sikap resmi Pimpinan Pusat BEM PTMA Indonesia dalam mendukung pembentukan Provinsi Luwu Raya sebagai bagian dari strategi pembangunan berkelanjutan dan berkeadilan.





















