Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita

PDM Muhammadiyah Makassar Gelar Pelatihan Pengurusan Jenazah, Tekankan Pelayanan Sesuai Syariat

×

PDM Muhammadiyah Makassar Gelar Pelatihan Pengurusan Jenazah, Tekankan Pelayanan Sesuai Syariat

Share this article

KHITTAH.CO, MAKASSAR – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Makassar menggelar Pelatihan Pengurusan Jenazah untuk meningkatkan kualitas pelayanan umat sekaligus mengedukasi masyarakat tentang tata cara sesuai syariat Islam.

Kegiatan ini dibuka langsung Ketua PDM Makassar KH Muh. Said Abd. Shamad, Lc dan turut hadir Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Kota Makassar.

Berlangsung di Pusat Dakwah Islamiyah Muhammadiyah (PUSDIM) Makassar, Jl. Gunung Lompobattang 201 Makassar, Ahad, 15 Februari 2026.

Dalam sambutannya, KH. Said Shamad menegaskan bahwa penyelenggaraan jenazah merupakan bentuk penghormatan terakhir bagi keluarga yang ditinggalkan

Ia menyebut pelayanan yang baik bukan sekadar kewajiban sosial, tetapi juga bagian dari nilai ibadah.

“Penyelenggaraan jenazah adalah bentuk penghormatan terakhir bagi keluarga yang ditinggalkan,” ujar Said Shamad.

Menurut dia, Muhammadiyah dan ’Aisyiyah harus mampu menghadirkan pelayanan yang mantap dan meyakinkan agar keluarga merasa terbantu secara optimal.

“Lewat kegiatan ini, sebagai upaya dan komitmen terus menghadirkan gerakan dakwah dan gerakan sosial bersama ummat,” tuturnya.

Ia menambahkan, pelayanan yang dilakukan dengan penuh ihsan akan berdampak luas terhadap citra organisasi.

“Pelayanan yang baik merupakan bentuk kebaikan (ihsan) yang akan menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap organisasi dan amal usaha Muhammadiyah,” katanya.

Ia pula menyampaikan bahwa persiapaan dan memanfaatkan momentum kegiatan untuk mengingatkan jamaah menyambut bulan suci Ramadan dengan memperkuat niat beramal.

Ia menyampaikan sebuah hadis tentang tiga sahabat Nabi, salah satunya memperoleh derajat lebih tinggi di alam barzakh karena sempat beribadah pada Ramadan meski tidak gugur sebagai syahid.

“Ini menunjukkan betapa mulianya kesempatan beramal di bulan Ramadan,” ucapnya.

Ia mengajak peserta tidak menyia-nyiakan waktu menjelang Ramadan dengan aktivitas yang kurang bermanfaat.

Secara tidak langsung, ia menyayangkan fenomena sebagian anak muda yang lebih memilih hiburan dibanding memperbanyak ibadah menjelang Ramadan.

Ia pun mengutip hadis, “Ihfazhillaha yahfazhka (Jagalah Allah, niscaya Allah menjagamu),” sebagai pengingat agar umat menjaga perintah Allah dan sunah Nabi.

Sementara itu, Kabag Kesra Kota Makassar menyampaikan apresiasi kepada Muhammadiyah yang terus intens melakukan kegiatan dikota Makassar.

“Semoga kegiatan ini bermanfaat, dan nantinya bisa diaplikasikan bersama ummat,” katanya.

Ia menyampaikan, pentingnya penyederhanaan prosesi jenazah sesuai tuntunan Rasulullah SAW.

Ia mengingatkan agar keluarga tidak terbebani oleh tradisi yang memakan biaya besar dan waktu lama.

“Uruslah jenazah sesuai sunnah, jangan memberatkan keluarga yang ditinggalkan,” tegasnya.

Ia mencontohkan tradisi di sejumlah daerah yang langsung memakamkan jenazah setelah waktu salat terdekat tanpa penundaan yang tidak perlu.

Ia juga mengkritik kebiasaan menutup jalan atau menggelar seremoni berhari-hari yang mengganggu lingkungan sekitar. Menurut dia, praktik tersebut tidak sejalan dengan prinsip efisiensi dan kesederhanaan dalam Islam.

Selain itu, Kabag Kesra menyoroti pentingnya literasi ilmu waris untuk mencegah konflik keluarga.

Ia menyebut banyak sengketa lahan di Makassar berakar dari pembagian warisan yang tidak sesuai syariat.

Ia berharap pelatihan ini mendorong masyarakat kembali mempelajari ilmu waris agar harta peninggalan tidak menjadi sumber fitnah.

Secara keseluruhan, kegiatan yang diikuti peserta menjadi sarana sosialisasi sekaligus penguatan kapasitas kader Muhammadiyah dan ’Aisyiyah.

KAMPUS MUHAMMADIYAH DI SULSEL

Leave a Reply