Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita

Unismuh Makassar dan ADDU Edukasi Kesehatan Mental Ibu Hamil

×

Unismuh Makassar dan ADDU Edukasi Kesehatan Mental Ibu Hamil

Share this article

KHITTAH.CO, MAKASSAR — Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar berkolaborasi dengan Ateneo de Davao University (ADDU), Filipina, menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertema “Mental Health Education of Pregnant Women to Prevent Maternal and Neonatal Emergency”.

Kegiatan ini diikuti 69 peserta yang terdiri atas ibu hamil, keluarga, bidan, mahasiswa, dan dosen. Program tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan mental selama kehamilan guna mencegah risiko kegawatdaruratan pada ibu dan bayi.

PkM kolaborasi internasional ini dilaksanakan di ruang pertemuan Puskesmas Somba Opu, Kabupaten Gowa, Selasa, 3 Februari 2026.

Dekan FKIK Unismuh Makassar, Prof. Dr. dr. Suryani As’ad, M.Sc., Sp.GK(K), menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud implementasi Catur Dharma Perguruan Tinggi.

“Kegiatan PkM kolaborasi internasional ini adalah bentuk nyata pelaksanaan Catur Dharma Perguruan Tinggi sekaligus implementasi kerja sama antara FKIK Unismuh Makassar, Ateneo de Davao University, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Gowa,” ujar Suryani dalam sambutannya.

Ia menjelaskan, kerja sama internasional tersebut tidak hanya berfokus pada bidang pendidikan, tetapi juga penguatan pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, kolaborasi lintas negara mampu memperluas perspektif akademik sekaligus memperkaya praktik pelayanan kesehatan berbasis kebutuhan masyarakat.

Kepala Puskesmas Somba Opu, Kabupaten Gowa, drg. Is Poedji Harijati, menyambut positif pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai edukasi kesehatan mental bagi ibu hamil memberikan dampak signifikan bagi masyarakat di wilayah kerjanya.

“Edukasi kesehatan mental ini sangat bermanfaat, khususnya bagi ibu hamil dan keluarga. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dengan cakupan program kesehatan yang lebih luas,” ujarnya.

Ia menambahkan, keterlibatan perguruan tinggi dalam edukasi kesehatan masyarakat berperan penting dalam meningkatkan pemahaman preventif di tingkat layanan kesehatan dasar.

Pada sesi pemaparan materi, Bdn. Nurlina, S.ST., M.Keb., yang mewakili tim PkM Program Studi Kebidanan FKIK Unismuh Makassar, menekankan pentingnya stabilitas emosi ibu hamil. Menurutnya, kondisi mental yang baik berpengaruh langsung terhadap kesejahteraan ibu serta pertumbuhan janin.

Nurlina menjelaskan, gangguan kesehatan mental selama kehamilan dapat dikenali melalui perubahan suasana hati, kecemasan berlebihan, stres, hingga perasaan sedih berkepanjangan. Kondisi tersebut, kata dia, tidak hanya menurunkan kualitas hidup ibu, tetapi juga berpotensi memicu komplikasi kehamilan serta gangguan perkembangan janin.

Ia menambahkan, upaya menjaga kesehatan mental dapat dilakukan melalui pengelolaan stres, dukungan keluarga, serta penerapan pola hidup sehat. Pikiran positif dan perasaan tenang, menurutnya, membantu merangsang hormon yang mendukung pertumbuhan janin secara optimal.

Sementara itu, pemateri kedua dari Ateneo de Davao University, Grace E. Guitguiten, MN, RN, LPT, menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari peserta dan tuan rumah.

“Saya sangat bahagia atas sambutan hangat dari civitas akademika FKIK Unismuh Makassar dan pihak Puskesmas Somba Opu,” ujar Grace.

Ia menyampaikan bahwa karakteristik ibu hamil di Filipina memiliki banyak kemiripan dengan ibu hamil di Indonesia, khususnya dalam menghadapi tantangan psikologis selama masa kehamilan.

Grace menekankan tiga kunci utama dalam menjaga kesehatan mental ibu hamil, yakni penerimaan, dukungan, dan konsultasi.

“Kunci pertama adalah penerimaan terhadap kehamilan itu sendiri. Kedua, dukungan dari suami, keluarga, dan lingkungan sekitar. Ketiga, konsultasi rutin dengan bidan atau tenaga kesehatan,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, FKIK Unismuh Makassar berharap edukasi kesehatan mental dapat memperkuat upaya pencegahan risiko maternal dan neonatal di wilayah kerja Puskesmas Somba Opu. Kolaborasi internasional tersebut juga diharapkan terus berlanjut sebagai bagian dari komitmen peningkatan kesehatan ibu dan anak di Kabupaten Gowa.

KAMPUS MUHAMMADIYAH DI SULSEL

Leave a Reply