KHITTAH.CO, PINRANG — Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Punnia menutup rangkaian Daurah Ramadhan 1447 H dengan pengajian dan buka puasa bersama, Jumat, 27 Februari 2026, setelah sepuluh hari santri mengikuti pembinaan intensif Al-Qur’an, fikih ibadah, dan penguatan karakter Islami.
Kegiatan yang berlangsung di Masjid Muhajirin kompleks pesantren itu diikuti seluruh santri, guru, staf, ustadz, dan ustadzah. Penutupan daurah dirangkaikan dengan tausiyah yang disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pinrang, Muhammad Idris Usman.
Dalam ceramahnya, ia menekankan pentingnya menjaga semangat Ramadhan sebagai momentum peningkatan kualitas iman, ilmu, dan akhlak. Menurutnya, keberhasilan Ramadhan tidak hanya diukur dari banyaknya ibadah yang dilakukan, tetapi dari perubahan sikap dan konsistensi setelahnya.
“Ramadhan adalah madrasah pembentukan karakter. Spirit yang sudah dibangun selama bulan ini harus terus dirawat dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi konsistensi pesantren dalam menyelenggarakan program pembinaan yang terstruktur dan berkelanjutan.
Selain pengajian, panitia turut menyerahkan medali dan sertifikat kepada peserta OlympiCAD 2026 sebagai bentuk penghargaan atas partisipasi dan prestasi yang diraih santri. Momentum tersebut menjadi penyemangat bagi peserta didik untuk terus berkompetisi secara sehat di bidang akademik maupun nonakademik.
Khusus dalam rangkaian Daurah Ramadhan, panitia memberikan penghargaan kepada santri terbaik dalam sejumlah kategori. Penghargaan Khatam Tercepat diberikan kepada santri yang menuntaskan khatam Al-Qur’an pada hari kedua Ramadhan, sedangkan kategori Khatam Terbanyak diraih oleh santri yang menyelesaikan empat kali khatam selama daurah berlangsung.
Pada kategori Tahsin Terbaik, penghargaan diberikan kepada santri yang secara konsisten membaca Juz 30 dengan memperhatikan makhraj dan kaidah tajwid. Penilaian dilakukan berdasarkan kelancaran, ketepatan bacaan, serta adab dalam tilawah.
Evaluasi materi Fikih Ramadhan juga menjadi bagian dari program pembinaan. Tiga santri tingkat MTs dan tiga santri tingkat MA yang memperoleh nilai tertinggi dalam ujian evaluasi menerima penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas kesungguhan belajar.
Direktur pesantren, A. Syamiluddin, berharap Daurah Ramadhan tidak sekadar menjadi agenda tahunan, melainkan mampu membentuk pribadi santri yang lebih disiplin, berilmu, dan berakhlakul karimah.
Dengan berakhirnya Daurah Ramadhan 1447 H, pihak pesantren berharap semangat ibadah dan kebersamaan yang terbangun selama sepuluh hari terakhir dapat terus terjaga hingga bulan-bulan berikutnya.





















