KHITTAH.CO, MAKASSAR – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bekerja sama dengan Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan menggelar kegiatan Pesantren “Jalan Cahaya”. Kegiatan ini berlangsung di Mushalla Mappakabaji, Kampung Matoa, Makassar, selama dua hari, Sabtu–Ahad, 7–8 Maret 2026.
Program tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan menyambut Ramadan 1447 Hijriah yang dilaksanakan secara serentak di 20 titik di berbagai wilayah Indonesia.
Pesantren “Jalan Cahaya” secara khusus menyasar kelompok masyarakat marjinal dan rentan yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap pembinaan keagamaan formal.
Ketua Panitia Pelaksana, Tauhid S.Ag., M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi antara BAZNAS RI dan LDK PWM Sulsel dalam merangkul masyarakat yang sering terpinggirkan dari layanan pembinaan keagamaan.
“Kegiatan ini diikuti sekitar 100 peserta yang terdiri dari anak jalanan dan pemulung di wilayah Makassar,” kata Tauhid.
Ketua LDK PWM Sulsel, Prof. Dr. Nurhidayat M. Said, M.Ag., menegaskan bahwa lembaga yang dipimpinnya berkomitmen menghadirkan dakwah yang menyentuh langsung masyarakat di tingkat akar rumput.
“LDK berkomitmen penuh untuk membina masyarakat marjinal dan rentan. Kami ingin memastikan setiap individu, tanpa memandang status sosialnya, memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pembinaan spiritual,” ujar Nurhidayat.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Sulawesi Selatan, Dr. dr. H. Muh. Khidri Alwi, M.Kes., M.A., mengapresiasi pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, menghadirkan pembelajaran Islam dan penguatan kemampuan membaca Al-Qur’an di tengah masyarakat marjinal merupakan langkah yang sangat penting.
“Kami bersyukur atas kegiatan inovatif ini. Masyarakat sangat membutuhkan bimbingan untuk mempelajari Islam dan membaca Al-Qur’an dengan pendekatan yang lebih menyentuh. Kami berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut agar manfaatnya semakin luas,” ungkap Khidri.
Pesantren “Jalan Cahaya” tidak hanya berfokus pada pembinaan spiritual, tetapi juga dirancang sebagai pintu masuk bagi program pembinaan berkelanjutan melalui pendekatan Zakat Community Development (ZCD).
Melalui program tersebut, penguatan spiritual yang telah dibangun diharapkan dapat terintegrasi dengan pemberdayaan ekonomi dan sosial bagi para peserta.
Kolaborasi antara BAZNAS RI dan LDK PWM Sulsel ini menjadi upaya menghadirkan dakwah yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus memberikan dampak nyata bagi masyarakat rentan, khususnya di Kota Makassar dan Sulawesi Selatan.





















