Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita

Mendikdasmen Abdul Mu’ti Resmikan Klinik Utama PWM Sulsel dalam Rangkaian Syawalan

×

Mendikdasmen Abdul Mu’ti Resmikan Klinik Utama PWM Sulsel dalam Rangkaian Syawalan

Share this article

KHIITTAH.CO, MAKASSAR — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Prof Abdul Mu’ti meresmikan Klinik Utama PWM Sulsel dalam rangkaian Syawalan 1447 Hijriah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan, Sabtu, 28 Maret 2026, di kawasan Pusat Dakwah Muhammadiyah Sulawesi Selatan. Peresmian itu menandai bertambahnya infrastruktur layanan kesehatan Muhammadiyah di Sulawesi Selatan, yang diarahkan untuk menjawab kebutuhan layanan medis yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.

Ketua Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) PWM Sulsel, dr Ilyas, mengatakan, kehadiran Klinik Utama PWM Sulsel merupakan ikhtiar Muhammadiyah untuk menghadirkan fasilitas kesehatan yang tidak hanya melayani pengobatan, tetapi juga menekankan aspek promotif dan preventif. Menurut dia, klinik ini dirancang sebagai jawaban atas meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan yang komprehensif, terutama di tengah bertambahnya jumlah penduduk usia lanjut serta tingginya prevalensi penyakit kronik seperti hipertensi, diabetes, dan penyakit paru.

Karena itu, Klinik Utama PWM Sulsel dikembangkan sebagai klinik utama multi-spesialis dengan sasaran layanan mencakup pasien BPJS, pasien umum, dan kebutuhan medical check-up bagi institusi Muhammadiyah maupun kampus-kampus di sekitarnya. Klinik ini juga dinilai memiliki posisi strategis karena berada dekat kawasan Universitas Hasanuddin, sekaligus mengusung keunggulan utama sebagai klinik dengan fokus layanan geriatri atau pelayanan kesehatan lansia.

Sekretaris MPKU PWM Sulsel, dr Irwan Ashari, M.Med.Ed, menambahkan, klinik ini tidak dibangun sekadar sebagai fasilitas medis biasa, melainkan diproyeksikan menjadi pusat pelayanan kesehatan yang lebih dekat dengan kebutuhan komunitas. Menurut dia, Muhammadiyah ingin menghadirkan layanan kesehatan yang ramah, mudah dijangkau, dan memiliki orientasi kebermanfaatan yang luas bagi masyarakat.

Dalam layanan rutinnya, Klinik Utama PWM Sulsel menyiapkan berbagai jenis pelayanan, mulai dari layanan emergency, konsultasi dan pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium, tatalaksana penyakit kronik, medical check-up, layanan kesehatan haji dan umrah, sirkumsisi, perawatan luka, hingga apotek 24 jam. Selain itu, klinik ini juga menyiapkan layanan unggulan di bidang kesehatan lansia, seperti senam lansia dan paru sehat, penyuluhan kesehatan, rehabilitasi medik, homecare, dan vaksinasi. Fasilitas dasarnya meliputi UGD, poliklinik, ruang tindakan, ruang laktasi, dan WC.

Bagi Muhammadiyah, peresmian klinik dalam momentum Syawalan memiliki arti yang melampaui seremoni. Menurut dr Ilyas, Syawal tidak hanya dimaknai sebagai ruang silaturahmi setelah Ramadhan, tetapi juga sebagai momentum menghadirkan amal nyata yang langsung dirasakan masyarakat. Dalam kerangka itulah, kehadiran Klinik Utama PWM Sulsel dipandang sebagai bentuk penerjemahan nilai-nilai keagamaan yang dirawat selama Ramadhan ke dalam pelayanan sosial yang konkret.

Sementara itu, dr Irwan Ashari menilai, peresmian oleh Abdul Mu’ti memberi makna simbolik yang kuat. Di satu sisi, Abdul Mu’ti hadir sebagai pejabat negara. Di sisi lain, ia juga merupakan tokoh Muhammadiyah yang memahami watak persyarikatan sebagai gerakan dakwah yang bertumpu pada pendidikan, kesehatan, dan pelayanan umat. Karena itu, peresmian tersebut tidak hanya menandai dibukanya sebuah fasilitas kesehatan, tetapi juga menegaskan kesinambungan amal usaha Muhammadiyah dalam menjawab kebutuhan riil masyarakat.

Dalam konteks yang lebih luas, kehadiran Klinik Utama PWM Sulsel memperlihatkan kesinambungan tradisi Muhammadiyah dalam membangun amal usaha berbasis pelayanan.

Jika sekolah dan kampus menjadi ruang pencerdasan, maka klinik dan rumah sakit menjadi ruang perjumpaan dakwah dengan kebutuhan dasar manusia, yakni kesehatan. Di titik itu, pelayanan medis tidak dipahami semata sebagai urusan teknis-profesional, tetapi juga sebagai bagian dari pengabdian sosial yang berakar pada nilai keislaman.

KAMPUS MUHAMMADIYAH DI SULSEL

  • Klik Banner UIAD

Leave a Reply