KHITTAH.CO, MAKASSAR — Program Learning Express Unismuh–Singapura Politeknik kembali menegaskan pentingnya kolaborasi internasional dalam membangun kapasitas mahasiswa berbasis pengalaman nyata di masyarakat. Penutupan kegiatan ini digelar di Ruang Teater I-GIFT Lantai 2 Gedung Menara Iqra Unismuh Makassar, Rabu 8 April 2026. Kegiatan ini menjadi refleksi atas keberhasilan sinergi antara Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar dan Singapore Polytechnic dalam menghadirkan pembelajaran lintas budaya yang aplikatif.
Ketua panitia pelaksana, Dr. Wildhan Burhanuddin, menyampaikan bahwa program ini telah dipersiapkan selama enam bulan dengan melibatkan 30 mahasiswa Unismuh dan 28 mahasiswa dari Singapura Polytechnic yang aktif berkolaborasi sejak tahap perencanaan hingga implementasi di lapangan.
Kegiatan yang berlangsung di Kabupaten Pangkep ini mengusung pendekatan design thinking dalam pengabdian masyarakat, di mana mahasiswa ditantang merancang solusi berbasis kebutuhan riil warga sekaligus memahami konteks sosial secara langsung.
Penguatan Nilai Kolaborasi dan Kemanusiaan
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) Unismuh Makassar, Dr. Arief Muhsin, dalam sambutannya memberikan penekanan mendalam pada makna filosofis dan strategis dari program ini.
Ia tidak hanya menyampaikan apresiasi atas suksesnya kegiatan, tetapi juga menyoroti bahwa Learning Express merupakan ruang pertemuan nilai kemanusiaan, persahabatan, dan kolaborasi global.
“Rumah itu mungkin dibangun dari batu, tetapi home dibangun dari cinta. Kami berharap mahasiswa Singapura tidak hanya melihat fasilitas, tetapi juga merasakan kehangatan, persahabatan, dan keterikatan emosional selama berada di Makassar,” ujarnya.
Menurut Arief, pengalaman tinggal dan berinteraksi langsung dengan masyarakat lokal menjadi bagian penting dalam membangun pemahaman lintas budaya yang lebih mendalam. Ia menilai bahwa proses tersebut melampaui capaian akademik semata.
Lebih lanjut, ia juga menekankan bahwa program ini membuka peluang besar bagi mahasiswa untuk mengenali potensi lokal sebagai sumber inovasi. Ia menyinggung kekayaan sumber daya di wilayah seperti Pangkep yang dapat dikembangkan melalui pendekatan kolaboratif.
“Ada banyak potensi lokal yang bisa digali dan dikembangkan bersama. Ini menjadi ruang belajar bersama antara mahasiswa lokal dan internasional untuk melihat peluang dari perspektif yang berbeda,” katanya.
Selain itu, Arief juga mendorong agar kolaborasi ini tidak berhenti sebagai program seremonial, tetapi berlanjut menjadi kemitraan berkelanjutan antar institusi.
Ia berharap mahasiswa Singapura dapat kembali ke Makassar, tidak hanya sebagai peserta program, tetapi sebagai bagian dari jejaring global yang terus terhubung dengan Unismuh.
“Kami berharap hubungan ini tidak berakhir di sini. Ini adalah awal dari kerja sama yang lebih luas, baik dalam riset, pengabdian, maupun pertukaran mahasiswa,” ujarnya.
Pembelajaran Lintas Budaya dan Dampak Global
Koordinator fasilitator dari Singapura Polytechnic, M. Tienga Rajan, menilai bahwa pengalaman mahasiswa selama program berlangsung telah membentuk pemahaman baru tentang kehidupan sosial dan budaya masyarakat.
“Mahasiswa tidak hanya melihat proyek, tetapi membangun kenangan dan belajar hidup bersama masyarakat. Itu adalah pengalaman yang tidak tergantikan,” ungkapnya.
Sementara itu, Project Manager Singapore Polytechnic, Nurul Ain, menegaskan bahwa nilai utama dari Learning Express terletak pada proses, bukan hanya hasil.
“Ini bukan sekadar menghasilkan solusi, tetapi memahami manusia, perspektif, dan membangun hubungan lintas budaya yang kuat,” katanya.
Penguatan Internasionalisasi dan Rekognisi Akademik
Wakil Rektor IV Unismuh Makassar, Dr. Burhanuddin, memberikan penekanan kuat bahwa program Learning Express Unismuh–Singapura Politeknik bukan sekadar kegiatan kolaboratif biasa, melainkan bagian strategis dalam mendorong internasionalisasi kampus secara konkret.
Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa keterlibatan langsung mahasiswa Unismuh dengan mahasiswa asing menjadi bukti nyata kapasitas global yang selama ini terus dibangun di lingkungan kampus.
“Kegiatan ini sangat membantu Unismuh Makassar dalam meningkatkan tingkat internasionalisasi. Selama ini banyak program yang kita lakukan masih berskala nasional, sementara Learning Express menghadirkan kolaborasi langsung dengan mahasiswa luar negeri,” ujarnya.
Ia menyoroti pentingnya dokumentasi dan keberlanjutan program sebagai bagian dari penguatan institusi, khususnya dalam menghadapi proses akreditasi. Menurutnya, kegiatan semacam ini memiliki nilai strategis karena dapat menjadi bukti konkret capaian kolaborasi internasional mahasiswa.
“Kegiatan seperti ini perlu didokumentasikan dengan baik karena bisa menjadi bukti dalam akreditasi bahwa mahasiswa kita mampu berkolaborasi dengan mahasiswa asing,” katanya.
Lebih jauh, Burhanuddin juga mengkritisi pola pengabdian mahasiswa yang selama ini dinilai belum sepenuhnya terukur dampaknya. Ia menilai model Learning Express dapat menjadi contoh praktik baik (best practice) dalam merancang program pengabdian yang lebih terarah, kolaboratif, dan berdampak nyata.
“Selama ini kegiatan pengabdian terkadang belum jelas hasilnya. Tetapi melalui model seperti ini, hasilnya bisa terlihat, bisa diukur, dan bahkan dapat diklaim sebagai prestasi mahasiswa,” ujarnya.
Ia juga mendorong pimpinan fakultas di lingkungan Unismuh untuk mereplikasi model kegiatan serupa, sehingga manfaat internasionalisasi tidak hanya dirasakan oleh sebagian mahasiswa, tetapi meluas ke seluruh program studi.
Selain itu, ia menyampaikan apresiasi kepada Singapura Polytechnic atas kontribusi yang dinilai sangat signifikan, tidak hanya bagi mahasiswa mereka sendiri, tetapi juga bagi pengembangan kapasitas mahasiswa Unismuh.
“Kontribusi dari Singapura Polytechnic ini sangat luar biasa, terutama dalam memberikan pengalaman global bagi mahasiswa kami,” tuturnya.
Di akhir sambutannya, Burhanuddin berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut dan ditingkatkan dalam berbagai bentuk kerja sama lain, baik dalam bidang pendidikan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat.
Baginya, Learning Express Unismuh–Singapura Politeknik bukan hanya program jangka pendek, melainkan pijakan awal menuju ekosistem kampus yang lebih terbuka, kolaboratif, dan berdaya saing global.





















