Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita

Darul Arqam III Unismuh Tuntas, Ini Deretan Peserta Terbaik dan Terfavorit

×

Darul Arqam III Unismuh Tuntas, Ini Deretan Peserta Terbaik dan Terfavorit

Share this article

KHITTAH.CO, MAKASSAR – Penutupan Darul Arqam Angkatan III bagi dosen Universitas Muhammadiyah Makassar, Jumat, 17 April 2026, di Balai Sidang Muktamar 47 Unismuh Makassar, tidak hanya menandai berakhirnya proses pembinaan selama lima hari, tetapi juga menjadi panggung apresiasi bagi para peserta yang menonjol selama pelatihan. Dalam laporan evaluasinya, Master of Training Beni Setiawan mengumumkan deretan peserta terbaik serta peserta dengan kategori khusus dari Kelas A dan Kelas B.

Beni menjelaskan, penilaian peserta merupakan bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Darul Arqam. Selain melihat peningkatan nilai pretest dan posttest, panitia juga menilai aspek disiplin, keaktifan, serta dinamika kepribadian peserta selama forum berlangsung. Menurut dia, apresiasi itu diberikan untuk menandai potensi kader yang kelak diharapkan menjadi penggerak kampus dan persyarikatan. Dalam laporannya, ia menyebut nilai rata-rata peserta kelas meningkat dari 63 menjadi 76, sementara aspek psikomotorik berada pada rerata 87.

Pada Kelas A, penghargaan Peserta Terbaik III diraih Dr. Muh. Alka, S.Pd., M.Pd. Posisi ini menandai kemampuan Alka menjaga performa selama proses pembinaan hingga masuk dalam jajaran peserta unggulan. Tepat di atasnya, Peserta Terbaik II diraih Andi Hardianty Purnamasari, S.KM., M.Kes, sedangkan posisi puncak Peserta Terbaik I Kelas A diraih apt. Asti Vebriyanti Asjur, S.Si., M.Si. Dalam forum penutupan, Beni menyebut satu per satu nama mereka saat meminta para penerima penghargaan maju ke depan.

Namun, Darul Arqam tidak hanya memberi ruang bagi capaian akademik atau hasil tes. Panitia juga memberikan penghargaan pada kategori-kategori yang mencerminkan karakter dan dinamika keterlibatan peserta. Untuk Kelas A, kategori Peserta Terdisiplin diberikan kepada Agil Husain Abdullah, S.Sos., M.Pd. Kategori ini penting karena disiplin dipandang sebagai salah satu fondasi kaderisasi, bukan hanya soal ketepatan waktu, tetapi juga kepatuhan pada ritme, aturan, dan etos pembinaan.

Kategori Peserta Terlucu Kelas A diberikan kepada Dr. A. Saharuddin, S.Ag., S.H., M.S. Dalam suasana pelatihan yang intensif, kategori ini menjadi penanda bahwa forum kaderisasi juga membutuhkan sosok yang mampu mencairkan suasana dan menjaga energi kolektif peserta tetap hidup. Bahkan, dalam laporan penutupan, Beni sempat berujar spontan, “dokter Saharuddin ini terlucu memang di kelas A”, sebuah kalimat yang menunjukkan bahwa penghargaan itu lahir dari dinamika riil selama pelatihan, bukan sekadar label simbolik.

Sementara itu, kategori Peserta Teraktif Kelas A diraih Sartika, S.H., M.H. Kategori ini menandai keterlibatan tinggi dalam forum, baik dalam respons terhadap materi, interaksi kelas, maupun partisipasi sepanjang proses pembinaan. Dalam tradisi kaderisasi Muhammadiyah, keaktifan seperti ini dipandang penting karena kader tidak diharapkan hanya menjadi pendengar, melainkan juga menjadi pribadi yang terlibat, bertanya, dan siap mengambil peran.

Pada Kelas B, kompetisi juga berlangsung ketat. Peserta Terbaik III diraih Muhammad Dahlan, S.Pd., M.Pd, disusul apt. Rahmadani, S.Farm., M.M. sebagai Peserta Terbaik II. Adapun posisi tertinggi Peserta Terbaik I Kelas B jatuh kepada apt. Widya Hardayanti, S.Si., M.Si. Deretan nama ini diumumkan langsung dalam sesi apresiasi peserta terbaik pada penutupan Darul Arqam.

Untuk kategori khusus di Kelas B, penghargaan Peserta Terdisiplin diberikan kepada Hisbullah Salam, S.Pd., M.H, sementara Peserta Terlucu diraih Eka Mahendra Putra, S.Pd., M.Pd. Adapun kategori Peserta Teraktif Kelas B jatuh kepada Muhammad Yasin, Lc., M.A.

Penghargaan-penghargaan ini memperlihatkan bahwa Darul Arqam membaca kualitas peserta secara lebih utuh: tidak hanya dari angka, tetapi juga dari etos, karakter, dan kemampuan membangun suasana belajar yang sehat. Berdasarkan slide apresiasi yang ditampilkan saat penutupan, nama-nama tersebut tampil sebagai representasi peserta yang menonjol di kelasnya masing-masing.

Dalam sambutannya, Rektor Unismuh Makassar Dr. Abd Rakhim Nanda menegaskan bahwa penilaian terhadap peserta terbaik dan kategori khusus itu bukan sekadar penilaian lokal panitia, melainkan bagian dari sistem evaluasi yang berjejaring. Ia menyebut, hasil-hasil penilaian itu bahkan terhubung dengan evaluator dari majelis di Yogyakarta.

“Itu nilai-nilai yang tadi sudah sampai di Jogja baru kembali ke sini siapa yang terlucu, siapa yang teraktif, terdisiplin, dan seterusnya,” ujar Rakhim.

Pernyataan itu memberi bobot lebih pada penghargaan yang diterima para peserta. Artinya, apresiasi tersebut bukan hanya penutup acara yang meriah, melainkan bagian dari pembacaan serius terhadap bibit-bibit kader dosen di lingkungan Unismuh. Dalam pandangan kampus, para penerima penghargaan ini merupakan wajah awal dari generasi dosen yang diharapkan tak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap bertumbuh sebagai kader Muhammadiyah.

Laporan Beni Setiawan sendiri menggarisbawahi bahwa peserta Darul Arqam Angkatan III merupakan potensi besar bagi masa depan Unismuh. Ia menyebut para peserta masih berada pada usia yang sangat potensial untuk membangun dan membesarkan kampus. Dari sini, penghargaan kepada peserta terbaik dapat dibaca bukan semata sebagai hadiah, tetapi sebagai penanda awal bahwa proses kaderisasi telah mulai memetakan siapa saja yang menonjol dalam disiplin, keaktifan, kecakapan, dan daya hidup dalam forum.

KAMPUS MUHAMMADIYAH DI SULSEL

  • Klik Banner UNISMUH MAKASSAR

Leave a Reply