Scroll untuk baca artikel
Berita

Tim PKM HRM Batch IX Gelar Literasi KHGT dan Pelatihan Hisab di Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Gombara

×

Tim PKM HRM Batch IX Gelar Literasi KHGT dan Pelatihan Hisab di Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Gombara

Share this article

KHITTAH.CO, Makassar — Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Hibah Riset Muhammadiyah (HRM) Batch IX menyelenggarakan kegiatan literasi Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) dan pelatihan hisab di Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Gombara, Kota Makassar, Kamis, 23 April 2026.

Kegiatan ini diikuti sekitar 70 peserta yang terdiri atas pimpinan pesantren, kepala lembaga, kepala sekolah/madrasah, guru, hingga santri.

Program ini merupakan kolaborasi antara Diktilitbang PP Muhammadiyah dan Lembaga Pengembangan Pengetahuan Al Islam dan Kemuhammadiyahan (LP2AIK) Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Gombara. Kegiatan mengusung tema “Peningkatan Literasi Kalender Hijriah Global Tunggal dan Pelatihan Hisab bagi Warga Muhammadiyah di Lingkungan Pesantren Muhammadiyah Kota Makassar.”

Ketua tim PKM, Dr. Alamsyah, S.Pd.I., M.H., menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman warga Muhammadiyah, khususnya di lingkungan pesantren, terkait KHGT sebagai sistem penanggalan Islam global yang mulai dikembangkan oleh Muhammadiyah.

“Pesantren memiliki posisi strategis dalam kaderisasi. Karena itu, penting bagi santri untuk memahami KHGT sebagai bagian dari pemikiran keislaman berkemajuan,” ujarnya.

Menurut Alamsyah, pemahaman terhadap KHGT tidak hanya relevan bagi kalangan akademisi, tetapi juga penting bagi masyarakat luas agar dapat memahami dasar penetapan awal bulan Hijriah yang digunakan oleh Muhammadiyah.

Sementara itu, pemateri kegiatan, Hisbullah Salam, S.Pd., M.H., memaparkan bahwa KHGT merupakan sistem kalender Islam berbasis peredaran bulan (lunar) yang terdiri atas 12 bulan dengan jumlah hari 29–30 hari, tanpa sistem interkalasi.

Ia menekankan bahwa urgensi kalender Islam global tidak hanya berkaitan dengan ibadah, seperti penentuan awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijah, tetapi juga berdampak pada aspek sosial, ekonomi, hingga administrasi umat Islam secara global.

“Umat Islam membutuhkan sistem kalender yang seragam dan dapat digunakan secara global untuk mendukung berbagai aspek kehidupan,” jelasnya.

Hisbullah menambahkan, kriteria KHGT yang digunakan Muhammadiyah mengacu pada terpenuhinya tinggi bulan minimal 5 derajat dan elongasi minimal 8 derajat di mana pun di permukaan bumi sebelum pukul 00.00 GMT. Pendekatan ini menggunakan konsep matlak global, bukan lokal.

Selain pemaparan materi, peserta juga mendapatkan pelatihan dasar metode hisab. Melalui sesi ini, peserta diperkenalkan pada prinsip-prinsip perhitungan dalam penentuan kalender Hijriah.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari peserta, terutama saat sesi diskusi dan praktik. Para guru dan santri menunjukkan minat besar dalam memahami keterkaitan ilmu falak dengan praktik keagamaan sehari-hari.

Kepala LP2AIK Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Gombara, Kamaruddin, S.Pd., M.M., C.ET., menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan manfaat besar bagi seluruh elemen pesantren.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi seluruh stakeholder di lingkungan pesantren. Kami berharap program serupa dapat terus dilaksanakan, khususnya dalam penguatan pengetahuan Al Islam dan Kemuhammadiyahan,” ujarnya.

Tim PKM berharap kegiatan ini menjadi langkah awal dalam memperluas literasi KHGT di kalangan warga Muhammadiyah, sekaligus mendorong lahirnya generasi santri yang tidak hanya memahami ajaran Islam secara normatif, tetapi juga memiliki kapasitas keilmuan di bidang hisab, falak, dan pengembangan kalender Islam global.

KAMPUS MUHAMMADIYAH DI SULSEL

  • Klik Banner UIAD

Leave a Reply