Scroll untuk baca artikel
Berita

Penamatan Santri Darul Arqam Punnia Pinrang, Tokoh Muhammadiyah Ingatkan Pentingnya Lingkungan Pergaulan

×

Penamatan Santri Darul Arqam Punnia Pinrang, Tokoh Muhammadiyah Ingatkan Pentingnya Lingkungan Pergaulan

Share this article

KHITTAH.CO, Pinrang — Penamatan Santri Kelas XII Angkatan ke-30 Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Punnia Pinrang, Sabtu, 2 Mei 2026, berlangsung khidmat dengan dihadiri sejumlah tokoh Muhammadiyah Sulawesi Selatan. Dalam amanahnya, Koordinator Lembaga Pengembangan Pondok Pesantren Muhammadiyah Sulsel, Dr. Mawardi Pewangi, M.Pd., berpesan kepada para santri agar menjaga lingkungan pergaulan saat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, terutama di kota-kota besar, karena pergaulan dinilai sangat menentukan keberhasilan pendidikan dan pembentukan karakter.

Kegiatan penamatan tersebut turut dihadiri Ketua LP2M Muhammadiyah Sulawesi Selatan, Lukman Abd. Somad, Lc., M.Pd., bersama jajaran pimpinan pesantren, guru, orang tua santri, dan tamu undangan lainnya.

Prosesi penamatan berlangsung tertib dan penuh haru. Para santri yang telah menyelesaikan pendidikan di pesantren tampak bangga menerima penamatan setelah menempuh proses pembinaan selama bertahun-tahun.

Dalam sambutannya, Mawardi Pewangi menyampaikan apresiasi kepada seluruh orang tua santri yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Punnia Pinrang.

“Kepercayaan dari orang tua merupakan amanah besar bagi lembaga pendidikan Muhammadiyah yang harus terus dijaga dan ditingkatkan kualitasnya,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan para santri bahwa pendidikan tidak berhenti setelah tamat dari pesantren. Menurutnya, tantangan baru akan dihadapi ketika melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

“Teman bergaul sangat berpengaruh terhadap proses dan hasil pendidikan ananda. Jika berada dalam lingkungan yang baik, maka insya Allah akan terbawa menjadi baik. Sebaliknya, jika lingkungan kurang baik, maka dampaknya juga kurang baik,” katanya.

Menurut Mawardi, kehidupan di kota besar menawarkan banyak peluang sekaligus tantangan. Karena itu, santri diminta tetap menjaga nilai-nilai keislaman dan kedisiplinan yang telah ditanamkan selama berada di pesantren.

Kehadiran pimpinan wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan dalam kegiatan tersebut dinilai menjadi bentuk dukungan terhadap pengembangan pendidikan pesantren sebagai lembaga yang mencetak generasi unggul secara intelektual, spiritual, dan sosial.

Selain menjadi seremoni pelepasan santri, kegiatan ini juga menjadi momentum memperkuat sinergi antara pesantren, orang tua, dan masyarakat dalam mendukung kemajuan pendidikan berbasis keislaman.

Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Punnia Pinrang diharapkan terus berkembang sebagai lembaga pendidikan yang mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan kemuhammadiyahan.

Dengan berakhirnya masa pendidikan Angkatan ke-30, para alumni diharapkan mampu mengamalkan ilmu yang diperoleh di tengah masyarakat serta menjadi generasi yang memberi kontribusi positif bagi agama, bangsa, dan lingkungan sosialnya.

KAMPUS MUHAMMADIYAH DI SULSEL

  • Klik Banner PMB UNIMEN

Leave a Reply