Scroll untuk baca artikel
Berita

Kader Muhammadiyah Sulsel, Brigjen Farid Amansyah Tutup Usia di RS Polri Kramat Jati

×

Kader Muhammadiyah Sulsel, Brigjen Farid Amansyah Tutup Usia di RS Polri Kramat Jati

Share this article

KHITTAH.CO, MAKASSAR — Keluarga besar Muhammadiyah dan Kepolisian Republik Indonesia berduka atas wafatnya Brigjen Pol. Dr. dr. H. Farid Amansyah, Sp.PD., FINASIM, Sabtu, 9 Mei 2026. Perwira tinggi Polri yang menjabat sebagai Sekretaris Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Sespusdokkes) Polri itu meninggal dunia di RS Polri Kramat Jati, Jakarta. Penasihat Khusus Presiden Urusan Haji, Prof. Muhadjir Effendy, turut hadir melayat pada hari yang sama.

Kabar wafatnya Brigjen Farid Amansyah cepat menyebar di berbagai grup media sosial, termasuk di lingkungan Muhammadiyah dan alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). Ucapan belasungkawa pun mengalir dari berbagai kalangan, mulai dari tokoh Muhammadiyah, alumni Universitas Hasanuddin (Unhas), hingga masyarakat Sulawesi Selatan.

Ketua Forum Keluarga Alumni (Fokal) IMM Sulawesi Selatan, Abdul Rachmat Noer, menyampaikan duka mendalam atas kepergian sosok yang dikenalnya sebagai kader terbaik IMM dan figur pengabdi kemanusiaan.

“Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Kami kehilangan salah satu putra terbaik Sulawesi Selatan dan kader terbaik IMM Komisariat Fakultas Kedokteran Unhas. Beliau adalah sosok yang mendedikasikan hidupnya untuk kemanusiaan dan institusi Polri,” ujar Abdul Rachmat Noer, Sabtu (9/5/2026).

Menurut Rachmat, almarhum memiliki jejak sejarah kuat di Muhammadiyah Sulawesi Selatan. Brigjen Farid Amansyah diketahui merupakan cucu KH Makkarausu Amansyah Daeng Ngilau, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan periode 1975–1977 yang berasal dari Lengkese, Marbo, Kabupaten Takalar.

“Beliau bukan hanya perwira tinggi Polri, tetapi juga bagian dari keluarga besar Muhammadiyah yang memiliki akar perjuangan kuat di Sulawesi Selatan,” katanya.

Semasa hidup, Brigjen Farid Amansyah dikenal sebagai dokter spesialis penyakit dalam dengan karier yang menonjol di lingkungan Polri. Jabatan terakhirnya sebagai Sespusdokkes Polri menunjukkan perannya dalam pengelolaan layanan kesehatan di institusi Bhayangkara.

Hingga Sabtu malam, doa dan ucapan belasungkawa masih terus berdatangan dari berbagai pihak. Banyak pihak mengenang almarhum sebagai sosok sederhana, humanis, dan berdedikasi dalam pengabdian kepada masyarakat maupun institusi negara.

“Allahummaghfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fu anhu. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” tutup Abdul Rachmat Noer.

KAMPUS MUHAMMADIYAH DI SULSEL

  • Klik Banner ITKESMU SIDRAP

Leave a Reply