KHITTAH.CO, Sidrap — Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sidenreng Rappang menggelar Rihlah Dakwah Persyarikatan di Masjid Muhammadiyah Mina Ponrangae, Kecamatan Pitu Riawa, Kabupaten Sidrap, Senin, 11 Mei 2026. Kegiatan tersebut menekankan pentingnya shalat berjamaah sebagai sarana memperkuat ukhuwah, kedisiplinan, dan soliditas gerakan dakwah Muhammadiyah.
Agenda yang dimulai selepas shalat Maghrib itu menghadirkan Ketua PDM Sidrap, Syamsu Tang, sebagai narasumber utama. Kegiatan diikuti jajaran pengurus PDM Sidrap, pimpinan cabang, Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Ponrangae, serta jamaah setempat.
Dalam tausiyahnya, Syamsu Tang menegaskan bahwa shalat berjamaah tidak hanya memiliki nilai ibadah secara individual, tetapi juga menjadi media memperkuat kebersamaan dalam kehidupan sosial dan organisasi.
“Shalat berjamaah bukan hanya soal pahala personal, tetapi juga bagaimana merapatkan shaf dalam berorganisasi dan berdakwah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, keteraturan saf dalam shalat mencerminkan pentingnya persatuan dan kekompakan dalam menjalankan misi dakwah Persyarikatan Muhammadiyah di tengah masyarakat.
Suasana dialog berlangsung interaktif saat memasuki sesi tanya jawab. Jamaah mengangkat sejumlah persoalan keagamaan, di antaranya perbedaan fikih dalam pelaksanaan shalat, perbedaan waktu shalat, hingga metode penentuan awal Ramadhan yang kerap menjadi perhatian masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Syamsu Tang mengajak warga Muhammadiyah untuk menyikapi perbedaan ijtihad dengan bijak dan tetap mengedepankan persatuan umat.
Menurutnya, perbedaan pandangan dalam masalah fikih merupakan bagian dari khazanah keilmuan Islam yang perlu dipahami secara dewasa dan proporsional.
Kegiatan Rihlah Dakwah Persyarikatan ini menjadi bagian dari upaya PDM Sidrap dalam memperkuat pembinaan keagamaan dan silaturahmi antarwarga Muhammadiyah hingga tingkat ranting.




















