KHITTAH.CO, MAKASSAR — Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Sulawesi Selatan (Sulsel) menegaskan pentingnya mencetak generasi perempuan muslim yang unggul, berintegritas, serta mampu menjadi kader ulama dan pelopor perdamaian di tengah tantangan global. Pesan itu disampaikan dalam Penamatan Santriwati ke-34 SMA dan MA Pondok Pesantren Puteri Ummul Mukminin (PPPUM) ‘Aisyiyah Sulsel yang bertema “Mencetak Alumni Unggul dan Kader Ulama guna Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan untuk Mewujudkan Perdamaian”, berlangsung di Lapangan Indoor PPPUM, Sabtu, 23 Mei 2026.
Ketua PWA Sulsel, Dr. Mahmudah, menyampaikan apresiasi kepada para orang tua yang telah mempercayakan pendidikan putri mereka di PPPUM selama enam tahun.
Menurutnya, kepercayaan tersebut menjadi bagian penting dalam menyiapkan generasi emas 2045 yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter keislaman dan kepemimpinan.
“Alhamdulillah, tahap pertama sudah terjawab. Insyaallah putra-putri bapak ibu akan menjadi ulama yang dicintai Allah SWT,” ujarnya dalam sambutan.
Mahmudah juga menegaskan bahwa para santriwati diharapkan menjadi perempuan berkemajuan yang mampu menghadirkan kedamaian di tengah masyarakat. Ia menyinggung berbagai konflik global, mulai dari Gaza hingga Sudan, serta maraknya kebencian di media sosial sebagai tantangan yang harus direspons dengan dakwah kemanusiaan.
“‘Aisyiyah memanggil ananda untuk menjadi penebar kedamaian, dengan berbuat ihsan dan senantiasa merasa diawasi oleh Allah SWT,” katanya.
Selain itu, ia berpesan agar para alumni terus belajar, mampu beradaptasi dengan perubahan zaman, serta tetap berprestasi dalam berbagai bidang kehidupan.
Dalam kesempatan tersebut, Mahmudah juga memperkenalkan Institut ‘Aisyiyah Sulawesi Selatan sebagai perguruan tinggi milik ‘Aisyiyah yang disiapkan untuk melanjutkan kaderisasi dan pengembangan sumber daya manusia unggul di Indonesia Timur.
Ia menyebutkan, INAS memiliki lima program studi, yakni Ekonomi Syariah, Hukum Tata Negara, Manajemen Pendidikan Islam, Pendidikan Bahasa Inggris, dan Pendidikan Agama Islam.
Secara khusus, Mahmudah mengumumkan pemberian beasiswa tanpa tes bagi santriwati penghafal 30 juz Al-Qur’an untuk melanjutkan studi di INAS.
“Sebahagia-bahagianya kami jika ananda yang hafal 30 juz langsung mendaftar ke Institut ‘Aisyiyah Sulawesi Selatan,” ujarnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kiyai Pondok PPPUM Drs. KH. Jalaluddin Sanusi, Wakil Ketua PWM Sulsel Prof. Dr. dr. Budu, Ph.D., Sp.M(K), M.Med.Ed., Ketua Badan Pembina PPPUM Prof. Hj. St. Aisyah Kara, Ph.D, serta perwakilan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan Dr. Saenong, LC., MA.
Acara penamatan berlangsung khidmat dan penuh haru. Kegiatan kemudian ditutup dengan penampilan Tapak Suci santriwati PPPUM yang memukau para tamu undangan, disusul doa bersama bagi para alumni dan orang tua agar senantiasa diberi keberkahan serta menjadi generasi yang membawa rahmat bagi semesta alam.
Kontributor/Editor: Asywid




















