Scroll untuk baca artikel
Berita

Muhammadiyah Wajo Siapkan 24 Titik Salat Iduladha 1447 Hijriah

×

Muhammadiyah Wajo Siapkan 24 Titik Salat Iduladha 1447 Hijriah

Share this article

KHITTAH.CO, Wajo — Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Wajo menetapkan 24 titik pelaksanaan Salat Iduladha 1447 Hijriah yang tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. Pelaksanaan salat dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 27 Mei 2026, atau 10 Zulhijah 1447 Hijriah, dengan melibatkan Majelis Tabligh serta Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) se-Kabupaten Wajo.

Penetapan lokasi dan khatib dilakukan melalui koordinasi internal Muhammadiyah untuk memastikan pelaksanaan ibadah berjalan tertib, lancar, dan mampu menjangkau jemaah di berbagai wilayah. Selain menetapkan lokasi, PDM Wajo juga mematangkan kesiapan teknis, termasuk pengaturan area salat, imam, khatib, dan panitia lapangan.

Sekretaris PDM Wajo, Dr. Muh. Hasbi Abbas, S.T., M.T., M.M., mengatakan seluruh persiapan pelaksanaan Salat Iduladha telah dimatangkan bersama Majelis Tabligh dan PCM. Menurut dia, koordinasi dilakukan sejak awal agar pelaksanaan ibadah berjalan sesuai rencana.

“Alhamdulillah, seluruh persiapan pelaksanaan Salat Iduladha 1447 Hijriah di 24 titik telah dimatangkan bersama Majelis Tabligh dan Pimpinan Cabang Muhammadiyah se-Kabupaten Wajo. Kami telah melakukan koordinasi terkait penentuan lokasi, khatib, imam, hingga kesiapan teknis di lapangan agar pelaksanaan ibadah berjalan tertib dan lancar,” kata Hasbi Abbas.

Ia menjelaskan, 24 titik pelaksanaan tersebar di sejumlah masjid dan lapangan di wilayah Kabupaten Wajo. Beberapa lokasi di antaranya berada di Masjid Darul Arqam, Jalan Muhammadiyah, Sengkang; Masjid Tarbiyah Tempe; Pelataran RTH Callaccu; Masjid Al-Ikhlas, Jalan Sulawesi, Sengkang; hingga Masjid Fastabiqul Khairat PCM Siwa.

Menurut Hasbi, penyebaran titik pelaksanaan dilakukan agar jemaah Muhammadiyah dan masyarakat umum lebih mudah mengakses lokasi salat. Ia menilai pemerataan lokasi menjadi bagian dari pelayanan umat sekaligus memperkuat syiar dakwah Muhammadiyah pada momentum Hari Raya Iduladha.

“PDM Wajo juga memastikan seluruh titik pelaksanaan dapat menjangkau jemaah Muhammadiyah maupun masyarakat umum di berbagai kecamatan. Ini menjadi bagian dari syiar dakwah Muhammadiyah sekaligus pelayanan umat pada momentum Iduladha,” ujarnya.

Ketua Majelis Tabligh PDM Wajo, Muhajir Fattah, S.Sos., mengatakan penentuan lokasi dan khatib dilakukan berdasarkan hasil koordinasi dengan PCM di masing-masing wilayah. Selain mempertimbangkan kapasitas jemaah, panitia juga memperhatikan akses lokasi dan kesiapan teknis panitia setempat.

“Penentuan lokasi dan khatib dilakukan berdasarkan hasil koordinasi dengan PCM serta mempertimbangkan kapasitas jemaah, akses lokasi, dan pemerataan pelaksanaan Salat Iduladha di wilayah Kabupaten Wajo. Kami juga menyesuaikan dengan kesiapan panitia di masing-masing titik,” kata Muhajir.

Ia menambahkan, para khatib yang ditunjuk merupakan mubalig yang dinilai memiliki kapasitas keilmuan dan pengalaman dakwah yang memadai. Menurut Muhajir, pemilihan khatib juga mempertimbangkan kemampuan menyampaikan pesan keagamaan yang relevan dengan kondisi masyarakat saat ini.

“Untuk khatib, kami memilih mubalig yang memiliki kapasitas keilmuan, pengalaman dakwah, dan mampu menyampaikan pesan Iduladha yang menyejukkan serta relevan dengan kondisi masyarakat saat ini. Harapannya, khutbah yang disampaikan dapat memperkuat nilai ketakwaan, kepedulian sosial, dan semangat berkurban,” ujarnya.

Dalam daftar yang diumumkan Majelis Tabligh PDM Wajo, sejumlah mubalig dijadwalkan menjadi khatib di berbagai titik pelaksanaan. Di antaranya Ustaz KM. Muh. Ilham di Masjid Darul Arqam; Ustaz Ir. H. Ambo Mai di Masjid Tarbiyah Tempe; Ustaz Dr. Muh. Idrus, S.Pd.I., Gr., M.Pd. di Masjid Ta’mirul Qulub Belawa; serta Ketua PDM Wajo, Ustaz Andi Pallawarukka, S.A.P., M.A.P., di Masjid Nurul Hidayah PCM Pammana.

PDM Wajo juga meminta seluruh panitia cabang dan ranting memperhatikan kesiapan teknis di lapangan. Hasbi Abbas mengatakan pengaturan saf, kebersihan lokasi, area parkir, dan kenyamanan jemaah menjadi bagian penting yang harus dipastikan sebelum pelaksanaan salat.

“Kami mengimbau seluruh panitia di tingkat cabang dan ranting agar mempersiapkan area salat dengan baik, termasuk pengaturan saf, kebersihan lokasi, area parkir, dan kenyamanan jemaah. Koordinasi dengan pengurus masjid dan masyarakat setempat juga terus dilakukan,” katanya.

Selain kesiapan teknis, PDM Wajo juga mengingatkan jemaah agar menjaga kekhusyukan selama pelaksanaan ibadah berlangsung. Hasbi menilai Iduladha bukan sekadar ibadah ritual tahunan, tetapi juga momentum memperkuat ukhuwah dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

“Selain itu, kami berharap seluruh jemaah dapat menjaga kekhusyukan ibadah serta mengikuti arahan panitia di masing-masing titik. Momentum Iduladha ini bukan hanya pelaksanaan ibadah ritual, tetapi juga sarana mempererat ukhuwah dan kebersamaan di tengah masyarakat,” ujar Hasbi.

Pelaksanaan Salat Iduladha Muhammadiyah di Kabupaten Wajo tahun ini diperkirakan akan diikuti ribuan jemaah dari berbagai kecamatan. PDM Wajo berharap seluruh rangkaian ibadah dapat berlangsung aman, tertib, dan menjadi sarana memperkuat nilai keislaman serta solidaritas sosial masyarakat pada perayaan Iduladha 1447 Hijriah.

Kontributor: Irwan Sakaria

KAMPUS MUHAMMADIYAH DI SULSEL

  • Klik Banner UNISMUH MAKASSAR

Leave a Reply