KHITTAH.CO, BARRU — Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Barru untuk pertama kalinya menyelenggarakan Pendidikan Khusus IMMawati (Diksuswati) I sebagai upaya memperkuat kaderisasi perempuan Muhammadiyah. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 10–12 Juli 2026, di Bola Pitu’e, Kabupaten Barru, itu mengusung tema “Revitalisasi Spirit IMMawati: Dari Kesadaran Identitas Menuju Militansi Gerakan”. Melalui forum ini, PC IMM Barru ingin membangun kader perempuan yang memiliki keteguhan ideologi, kapasitas kepemimpinan, serta keberanian mengambil peran strategis dalam menjawab berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat.
Pelaksanaan Diksuswati I menjadi tonggak penting dalam sejarah kaderisasi IMM di Kabupaten Barru. Di tengah tantangan yang dihadapi perempuan muda, mulai dari krisis identitas, pragmatisme gerakan, hingga derasnya arus digital yang kerap menggeser orientasi perjuangan, forum ini dihadirkan sebagai ruang untuk memperkuat kembali jati diri IMMawati sebagai kader intelektual, religius, dan humanis.
Bagi PC IMM Barru, Diksuswati bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan proses pembentukan karakter kader perempuan yang mampu mengintegrasikan nilai-nilai keislaman, kemuhammadiyahan, dan keilmuan dalam praktik gerakan. Melalui proses kaderisasi yang sistematis, peserta didorong memiliki kesadaran ideologis, kemampuan berpikir kritis, serta keberanian menghadirkan solusi atas persoalan yang berkembang di lingkungan sosialnya.
Selama pelaksanaan kegiatan, peserta mengikuti berbagai materi yang dirancang untuk memperkaya perspektif tentang kepemimpinan perempuan, penguatan identitas IMMawati, isu-isu gender, hingga strategi membangun gerakan yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Untuk mendukung tujuan tersebut, panitia menghadirkan tujuh narasumber yang memiliki pengalaman akademik maupun organisasi, yakni Ketua PD Nasyiatul Aisyiyah Kabupaten Barru Rukaya, S.Pd., M.Pd.; Sekretaris Bidang IMMawati DPP IMM Dr. Sakinah Fitrianti B., S.S., M.Pd.; Fasilitator Daerah P3A Kabupaten Barru Dr. Kasmiah Ali, S.Sos., M.A.P., CISHR; Demisioner Ketua Bidang Hikmah PIKOM IMM FISIP Universitas Muhammadiyah Makassar Nur Ismi Roni, S.I.Kom.; Ketua Bidang SPMK PC IMM Barru Mardhatillah Umar, S.M., S.Ked.; Demisioner Ketua Bidang IMMawati DPD IMM Sulawesi Selatan Widya Dewi Hastuti, S.E.; serta Ketua Bidang IMMawati DPD IMM Sulawesi Selatan Devi Annisa, S.M., M.M.
Keberhasilan penyelenggaraan Diksuswati I juga ditopang oleh kerja kolektif Steering Committee yang mengawal substansi kaderisasi. Tim tersebut dipimpin Safitri sebagai Koordinator Steering bersama Sulfika sebagai Sekretaris Steering, Nur Amilah Shalihah sebagai Imamah, serta Fatimah Milda Nurul Insan, Andi Ummul Resky Lutfiah, Nurfaidah, dan Nur Shalshabilah Hakim sebagai anggota.
Sementara itu, kepanitiaan dipimpin oleh Sulfika yang juga menjabat Ketua Bidang IMMawati PC IMM Barru, didampingi Nisa Salsabila sebagai Sekretaris Panitia dan Nurul Awalia sebagai Bendahara Panitia. Sinergi antara Steering Committee, Organizing Committee, narasumber, dan peserta menjadi fondasi utama terselenggaranya kaderisasi secara optimal.
Diksuswati I diikuti oleh 13 peserta yang berasal dari berbagai komisariat IMM di Kabupaten Barru. Meski jumlah peserta tidak besar, penyelenggara menilai forum dengan peserta yang lebih terbatas justru memungkinkan proses pembelajaran berlangsung lebih intensif, dialog lebih mendalam, serta pendampingan yang lebih efektif.
PC IMM Barru memandang keberhasilan kaderisasi tidak semata diukur dari banyaknya peserta yang hadir, melainkan dari kualitas kader yang dihasilkan. Dalam sejarah organisasi, perubahan sering kali lahir dari kader-kader yang memiliki integritas, kapasitas intelektual, serta komitmen kuat terhadap nilai-nilai perjuangan.
Melalui penyelenggaraan Diksuswati I, PC IMM Barru menegaskan komitmennya untuk membangun tradisi kaderisasi perempuan yang berkelanjutan, progresif, dan berorientasi pada kualitas. Revitalisasi spirit IMMawati diharapkan tidak berhenti sebagai tema kegiatan, tetapi menjadi gerakan nyata yang melahirkan kader perempuan Muhammadiyah yang kritis dalam berpikir, kokoh dalam ideologi, berani menyampaikan gagasan, serta militan dalam menggerakkan perubahan bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan.




















