Scroll untuk baca artikel
PMB Unismuh
Jasa pembuatan website Lagomedia Indonesia
Berita

Tuntaskan Doktor di Unesa dalam Tiga Tahun, Dosen Unismuh Sadriana Ayu Kembangkan Model Belajar Digital

×

Tuntaskan Doktor di Unesa dalam Tiga Tahun, Dosen Unismuh Sadriana Ayu Kembangkan Model Belajar Digital

Share this article

KHITTAH.CO, SURABAYA — Dosen Program Studi Teknologi Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh Makassar), Sadriana Ayu, S.Pd., M.Phil., meraih gelar doktor bidang Teknologi Pendidikan dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Jumat, 14 Agustus 2026.

Sadriana menyelesaikan studi doktoralnya dalam waktu tiga tahun. Ia merupakan penerima atau awardee Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI). Selama menempuh pendidikan doktor, ia juga telah menerbitkan artikel ilmiah pada jurnal internasional terindeks Scopus Q1.

Gelar doktor tersebut diraih setelah Sadriana mempertahankan disertasinya dalam ujian terbuka di Ruang Sidang Fakultas Ilmu Pendidikan, Gedung O1 Lantai 2, Unesa.

Disertasi yang dipertahankan berjudul “Pengaruh Project Based Learning dengan Technology Acceptance Model dan Self-Regulated Learning terhadap Kemampuan Memahami Konsep dan Menciptakan E-Learning pada Mata Kuliah Pengembangan E-Learning di Universitas Muhammadiyah Makassar.”

Penelitian tersebut mengembangkan pendekatan pembelajaran yang memadukan Project Based Learning (PjBL) dengan Technology Acceptance Model (TAM), serta melihat peran Self-Regulated Learning (SRL) terhadap kemampuan mahasiswa memahami konsep dan menciptakan produk e-learning.

Sadriana dibimbing Prof. Dr. Mustaji, M.Pd., sebagai promotor dan Dr. Andi Mariono, M.Pd., sebagai kopromotor.

Ujian terbuka juga melibatkan Prof. Dr. H. Nurhasan, M.Kes., sebagai penyelia dan Prof. Dr. Mochamad Nursalim, M.Si., sebagai ketua penguji.

Tim penguji lainnya terdiri atas Prof. Dr. H. Bachtiar Syaiful Bachri, M.Pd., Dr. Utari Dewi, S.Sn., M.Pd., Dr. H. Lamijan Hadi Susarno, M.Pd., serta Prof. Dr. Megat Aman Zahiri bin Megat Zakaria dari Universiti Teknologi Malaysia.

Dorong Mahasiswa Jadi Pencipta Teknologi

Disertasi Sadriana berangkat dari tantangan pembelajaran di perguruan tinggi pada era digital. Menurutnya, penggunaan teknologi dalam pembelajaran tidak cukup jika mahasiswa hanya ditempatkan sebagai pengguna.

Mahasiswa juga perlu memahami konsep, mampu mengelola proses belajarnya secara mandiri, serta memiliki kemampuan menciptakan produk pembelajaran digital.

Dalam model yang dikembangkan, PjBL digunakan untuk memberi struktur pada proses penyelesaian proyek. TAM digunakan untuk menjelaskan bagaimana mahasiswa menerima teknologi, mulai dari persepsi terhadap kemudahan dan kegunaan hingga sikap dan niat menggunakannya.

Sementara itu, SRL berkaitan dengan kemampuan mahasiswa merencanakan, memonitor, mengontrol, dan mengevaluasi proses belajar secara mandiri.

“PjBL memberikan struktur bagaimana mahasiswa menyelesaikan proyek, TAM menjelaskan bagaimana mahasiswa menerima dan menggunakan teknologi selama proses tersebut,” ujar Sadriana.

Sintesis PjBL dan TAM kemudian menghasilkan tahapan pembelajaran yang memadukan kegiatan proyek, eksplorasi teknologi, implementasi, evaluasi manfaat, hingga refleksi terhadap penggunaan teknologi.

Sadriana menguji model tersebut pada dua capaian utama, yakni kemampuan memahami konsep dan kemampuan menciptakan e-learning.

*Libatkan 50 Mahasiswa Unismuh*

Penelitian menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain faktorial 2 x 2 dan melibatkan 50 mahasiswa Program Studi Teknologi Pendidikan Unismuh Makassar.

Sebanyak 33 mahasiswa berada pada kelompok eksperimen yang menggunakan PjBL-TAM, sedangkan 17 mahasiswa menjadi kelompok kontrol dengan pembelajaran PjBL.

Analisis menggunakan MANOVA untuk melihat pengaruh model pembelajaran dan tingkat Self-Regulated Learning terhadap kemampuan memahami konsep dan menciptakan e-learning.

Hasil penelitian menunjukkan kelompok yang menggunakan PjBL-TAM memperoleh peningkatan kemampuan memahami konsep lebih tinggi dibandingkan kelompok PjBL.

Skor rata-rata kelompok PjBL-TAM meningkat dari 33 pada pretest menjadi 69 pada posttest. Pada kelompok PjBL, skor meningkat dari 32 menjadi 56. Selisih peningkatan kedua kelompok tercatat 11,4 poin.

Perbedaan juga terlihat pada kemampuan menciptakan e-learning. Kelompok PjBL-TAM memperoleh skor rata-rata 21,9, sedangkan kelompok PjBL mencapai 18,2.

Produk e-learning yang dihasilkan kelompok eksperimen juga menunjukkan capaian lebih tinggi pada sejumlah indikator, terutama kelengkapan fitur dan interaktivitas media.

Analisis lebih lanjut menunjukkan strategi pembelajaran dan tingkat SRL berpengaruh signifikan terhadap kemampuan memahami konsep maupun kemampuan menciptakan e-learning.

Namun, interaksi antara PjBL-TAM dan SRL menunjukkan hasil berbeda. Interaksi keduanya tidak signifikan pada kemampuan memahami konsep, tetapi signifikan pada kemampuan menciptakan e-learning.

Temuan tersebut menunjukkan kemandirian belajar menjadi semakin penting ketika mahasiswa berhadapan dengan tugas yang menuntut penciptaan suatu produk digital.

“PjBL-TAM lebih efektif karena tidak hanya berfokus pada penyelesaian proyek, tetapi mendorong mahasiswa menjadi pencipta media digital,” ungkap Sadriana.

Menurut hasil kajiannya, integrasi teknologi, SRL, refleksi, dan siklus proyek juga dapat memperkuat kemampuan pemecahan masalah, inovasi, serta keterampilan berpikir tingkat tinggi.

Karena itu, Sadriana merekomendasikan model PjBL-TAM untuk pembelajaran yang berkaitan dengan pengembangan e-learning.

“PjBL-TAM layak direkomendasikan untuk pembelajaran pengembangan e-learning, terutama jika disertai penguatan SRL mahasiswa,” ujarnya.

Awardee BPI, Publikasi Scopus Q1

Sadriana lahir di Enrekang pada 1995. Ia merupakan alumnus Program Studi Teknologi Pendidikan Unismuh Makassar dan menyelesaikan pendidikan sarjana pada 2017.

Pendidikan magister ditempuh dalam bidang Educational Technology di Universiti Teknologi Malaysia dan diselesaikan pada 2021. Ia kemudian melanjutkan pendidikan doktor Teknologi Pendidikan di Unesa sebagai penerima Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI).

Sadriana menuntaskan pendidikan doktornya dalam masa studi tiga tahun. Dalam perjalanan studi tersebut, ia juga menghasilkan publikasi ilmiah pada jurnal internasional yang terindeks Scopus Q1.

Sebagai dosen Teknologi Pendidikan, Sadriana mengampu sejumlah mata kuliah yang berkaitan dengan bidang risetnya, antara lain e-learning, model pembelajaran inovatif, pengantar media pembelajaran, belajar dan pembelajaran, serta sinematografi.

Riset doktoral Sadriana menegaskan bahwa transformasi pembelajaran digital tidak semata bergantung pada ketersediaan teknologi. Desain pembelajaran, penerimaan terhadap teknologi, dan kemampuan mahasiswa mengelola proses belajarnya juga menentukan apakah mahasiswa hanya menjadi pengguna atau berkembang menjadi pencipta produk pembelajaran digital. (Kontributor: Sulaeman Dede Editor: Hadisaputra)

KAMPUS MUHAMMADIYAH DI SULSEL

  • Klik Banner PMB UNIMEN

Leave a Reply