Scroll untuk baca artikel
PMB Unismuh
Jasa pembuatan website Lagomedia Indonesia
Berita

Lazismu Tanam 400 Bibit Durian di Bantaeng, PWM Titip Pesan Begini!

×

Lazismu Tanam 400 Bibit Durian di Bantaeng, PWM Titip Pesan Begini!

Share this article

KHITTAH.CO, Bantaeng – Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Sulawesi Selatan menggelar penanaman 400 bibit pohon durian di Bantaeng, Ahad 23 Agustus 2026. Aksi penghijauan penanaman bibit produktif ini, selain merawat alam, juga sebagai langkah nyata pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat.

Ketua Lazismu Sulsel Mahmuddin menjelaskan sumber bantuan bibit tanaman yang mereka terima untuk aksi ini bersumber dari Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Hortikultura.

“Kementerian Pertanian menyumbangkan bantuan tanaman kepada Muhammadiyah untuk ditanam di tanah wakaf,” ujar Mahmuddin mengawali sambutan di lokasi acara. Ia menuturkan bantuan bibit ini difokuskan untuk ditanam di tanah wakaf Muhammadiyah yang sebelumnya belum terkelola.

Sebelumnya, Lazismu Sulsel mengajukan total lahan seluas 607 hektare untuk program penanaman bibit komoditas tersebut. Bantaeng sendiri mendapatkan 400 bibit durian untuk estimasi lahan seluas 15-20 hektare.

“Jamaah Tani Muhammadiyah akan mengelola tanah wakaf tersebut secara berkelanjutan. Bibit duriannya ini tiga jenis, musang king, bawor, dan otong,” kata Mahmuddin. Ia mengharapkan kerja sama ini mampu memberikan dampak ekonomi langsung bagi warga sekitar.

Pemerintah setempat memberikan apresiasi tinggi terhadap aksi penanaman pohon di wilayah Tompobulu tersebut. Camat Tompobulu Misnawati menyampaikan rasa terima kasih atas kepedulian para kader Muhammadiyah.

“Aksi penghijauan ini tak sekadar seremonial belaka, tetapi bentuk investasi untuk anak cucu kita,” tutur Misnawati. Langkah ini, kata dia, mendukung upaya mitigasi bencana alam akibat dampak krisis iklim global.

Misnawati menekankan pentingnya perawatan pohon secara konsisten setelah proses penanaman selesai dilaksanakan. Semua pihak, tutur Misnawati, harus memastikan bibit-bibit ini dapat tumbuh dan bertahan hidup secara mandiri.

“Saya mengajak seluruh elemen masyarakat melakukan aksi serupa untuk menjaga kelestarian alam,” tambah Misnawati. Menurutnya, alam pasti akan menjaga manusia jika manusia menjaga kelestarian alam.

Gayung bersambut, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulsel Arifuddin Ahmad menegaskan dimensi teologi dan ibadah dalam aksi lingkungan ini.

“Menanam hari ini adalah simbolik sekaligus amanah yang harus kita jaga bersama,” tegas Arifuddin. Dia mengingatkan peserta agar serius merawat bibit durian itu agar tumbuh dan memberi manfaat bagi pengelola dan warga Persyarikatan.

Arifuddin menjelaskan bahwa penanaman durian hari ini adalah langkah menjalankan tugas dan tanggungjawab sebagai makhluk Allah. Seluruh makhluk di bumi, kata dia, bertasbih kepada Allah SWT melalui cara mereka sendiri.

“Kita wajib memperlakukan alam secara bijaksana karena ada keharusan mengelola bumi ini,” jelas Arifuddin. Arifuddin menegaskan bahwa penghijauan ini memberikan harapan masa depan yang cerah melalui pengelolaan lingkungan yang tepat.

“Menanam pohon dan meninggalkannya untuk alam adalah bentuk amal jariyah serta sedekah,” ungkap Arifuddin. Petani yang merawat lingkungan termasuk ke dalam kelompok yang menjalankan jihad ekologi.

Guru Besar UIN Alauddin Makassar ini menyebut aksi penghijauan di Tompobulu ini menggabungkan penyelamatan lingkungan dan pemberdayaan ekonomi umat secara nyata. Langkah ini sekaligus mengamalkan hadits Nabi tentang upaya menghidupkan kembali tanah mati.

“Prinsip utamanya adalah bagaimana pohon ini ditanam, tumbuh, dan bertahan hidup,” urai Arifuddin. Walaupun tidak berbuah, akar pohon tetap menguatkan tanah dan daunnya menghasilkan oksigen.

Ia juga menegaskan penuturan Ketua JATAM Sulsel, Iqbal Rasyid, bahwa masyarakat tidak perlu khawatir mengenai ketersediaan sumber air untuk menyiram tanaman produktif di lahan tersebut.

“Air bisa datang dari langit, sungai dataran tinggi, maupun dari dalam tanah,” dedah dia.

“Pendiri Muhammadiyah menginginkan organisasi ini tak hanya untuk ibadah, tetapi berdampak bagi sesama,” pungkas Arifuddin.

Ia menutup sambutannya dengan menekankan kegiatan ekologis ini membuktikan peran Muhammadiyah dalam memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

KAMPUS MUHAMMADIYAH DI SULSEL

  • Klik Banner UNISMUH MAKASSAR

Leave a Reply