Scroll untuk baca artikel
PMB Unismuh
Jasa pembuatan website Lagomedia Indonesia
Berita

Prof Fauzan Beri Kuliah Umum dan Kukuhkan Maba UMSI, Dorong Mahasiswa Siap Sambut Indonesia Emas 2045

×

Prof Fauzan Beri Kuliah Umum dan Kukuhkan Maba UMSI, Dorong Mahasiswa Siap Sambut Indonesia Emas 2045

Share this article

KHITTAH.CO, SINJAI — Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) RI, Prof Dr Fauzan, M.Pd., mengukuhkan mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Sinjai (UMSI) Tahun Akademik 2026/2027, Senin (14/9/2026).

Pada kesempatan tersebut, Prof Fauzan juga memberikan kuliah umum bertajuk “Menjadi Mahasiswa Kini Menyongsong Indonesia Emas”. Ia mengajak mahasiswa baru UMSI mempersiapkan diri menjadi generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu berkarya dan memberi solusi bagi persoalan bangsa.

Prof Fauzan menegaskan, tantangan menuju Indonesia Emas 2045 membutuhkan generasi muda yang mampu menghadapi ketidakpastian, menguasai teknologi, melahirkan inovasi, membangun ekonomi sekaligus tetap menjaga moralitas.

“Ukuran keberhasilan mahasiswa bukan lagi sekadar Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) dan kelulusan, melainkan apa yang ia kuasai, apa yang ia ciptakan, masalah apa yang mampu ia selesaikan, dan kontribusi apa yang ia berikan kepada bangsa,” ujar Prof Fauzan.

Menurutnya, paradigma mahasiswa juga harus berubah. Mahasiswa tidak semestinya hanya berorientasi pada mengikuti kuliah, mengumpulkan SKS, menyelesaikan studi kemudian mencari pekerjaan.

Mahasiswa Indonesia menuju 2045, lanjutnya, harus menjadi pembelajar aktif, mencari pengalaman, menghasilkan karya, memiliki kemampuan memimpin serta memberikan manfaat bagi masyarakat.

Mahasiswa Tak Cukup Belajar di Kelas

Dalam kuliah umum tersebut, Prof Fauzan memaparkan 10 profil utama Mahasiswa Indonesia 2045. Di antaranya pemikir kritis, penguasa teknologi, inovator kreatif, manusia beretika serta pembangun bangsa.

Ia juga menekankan bahwa mahasiswa unggul tidak cukup dibentuk melalui proses pembelajaran di dalam ruang kelas.

Diperlukan lima ekosistem yang saling terhubung, yakni ekosistem akademik, inovasi, industri, sosial dan kewargaan serta ekosistem global.

Kolaborasi perguruan tinggi dengan pemerintah, industri, masyarakat dan jejaring global, menurutnya, menjadi bagian penting dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi perubahan zaman.

Karena itu, mahasiswa didorong memperluas pengalaman di luar kegiatan akademik formal sehingga ilmu yang diperoleh dapat diterjemahkan menjadi kompetensi, inovasi dan kebermanfaatan.

Awali Kunjungan dengan Groundbreaking

Sebelum mengukuhkan mahasiswa baru dan memberikan kuliah umum, Prof Fauzan mengawali rangkaian kunjungannya di UMSI dengan melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Gedung Pusat Perkantoran UMSI.

Pembangunan gedung tersebut menjadi bagian dari upaya UMSI memperkuat infrastruktur kampus guna menunjang peningkatan mutu pendidikan dan pelayanan akademik.

Rangkaian kegiatan dihadiri Bupati Sinjai, Dra Hj Ratnawati Arif, M.Si, Kepala LLDIKTI Wilayah IX Sultan Batara Prof dr Budu, Ph.D., Sp.M(K) serta Pimpinan Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Erwin Akib, M.Pd., Ph.D.

Hadir pula Badan Pembina Harian UMSI Drs H A Mulawangsa, M.H., Rektor UMSI, Prof Dr Umar Congge, S.Sos, M.Si beserta jajaran pimpinan universitas dan fakultas, Senat UMSI, Direktur Pascasarjana, pimpinan program studi, dosen, tenaga kependidikan serta pimpinan lembaga kemahasiswaan.

Pengukuhan tersebut menandai dimulainya perjalanan akademik mahasiswa baru UMSI Tahun Akademik 2026/2027.

Melalui kuliah umum tersebut, Prof Fauzan berpesan agar mahasiswa tidak menjadikan gelar dan IPK sebagai satu-satunya tujuan pendidikan tinggi. Kompetensi, karya, kemampuan memecahkan masalah dan kontribusi kepada masyarakat menjadi bekal penting generasi muda menuju Indonesia Emas 2045.

KAMPUS MUHAMMADIYAH DI SULSEL

Leave a Reply