Scroll untuk baca artikel
PMB Unismuh
Jasa pembuatan website Lagomedia Indonesia
Berita

Pimpin IPM Gowa 2026–2028, Ahmad Imam Mujadid Dorong Gerakan hingga Akar Rumput

×

Pimpin IPM Gowa 2026–2028, Ahmad Imam Mujadid Dorong Gerakan hingga Akar Rumput

Share this article

KHITTAH.CO, GOWA — Ahmad Imam Mujadid terpilih sebagai Ketua Umum Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Gowa periode 2026–2028 dalam Musyawarah Daerah (Musyda) XXV IPM Gowa di Mandalle, Ahad, 13 September 2026. Ia terpilih melalui rapat 13 anggota formatur yang sebelumnya mendapat mandat dari kader IPM se-Kabupaten Gowa.

Rapat formatur tersebut sekaligus menentukan susunan pimpinan inti PD IPM Gowa untuk periode dua tahun mendatang. Selain menetapkan Ahmad Imam Mujadid sebagai ketua umum, forum juga memilih Fathul Mubarak sebagai Sekretaris Umum dan Rasyidah Katzimah Segagai Bendahara Umum untuk mengisi jajaran pimpinan inti organisasi.

Imam Mujadid Dorong Gerakan hingga Akar Rumput

Setelah terpilih, Imam mengusung arah kepemimpinan bertajuk “Akselerasi Gerakan IPM yang Membumi hingga Akar Rumput, Demi Terwujudnya Pelajar yang Cerdas dan Mencerahkan.” Arah tersebut menekankan penguatan kehadiran IPM agar semakin dekat dengan kehidupan dan kebutuhan pelajar di Kabupaten Gowa.

Imam mengatakan, posisi ketua umum bukan sekadar jabatan organisasi, melainkan amanah yang harus dijalankan bersama seluruh kader. Karena itu, ia ingin kepemimpinannya menempatkan kerja kolektif sebagai kekuatan utama dalam menjalankan agenda PD IPM Gowa.

“Terpilihnya saya sebagai Ketua Umum Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Gowa merupakan sebuah amanah dan tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan penuh keikhlasan,” kata Imam. Menurut dia, kepemimpinan tersebut bukan hanya berbicara tentang sosok yang memimpin, tetapi bagaimana seluruh kader menghadirkan gerakan yang benar-benar dirasakan pelajar di Kabupaten Gowa.

IPM Didorong Hadir di Sekolah hingga Komunitas

Dalam periode kepemimpinannya, Imam akan mendorong akselerasi gerakan hingga tingkat akar rumput. Menurut dia, aktivitas IPM perlu menjangkau sekolah, madrasah, komunitas, serta berbagai ruang kehidupan pelajar dan tidak berhenti pada kegiatan struktural maupun seremonial.

“IPM tidak boleh hanya hadir dalam ruang-ruang struktural dan seremonial, tetapi harus mampu hadir di sekolah, madrasah, komunitas, dan ruang-ruang kehidupan pelajar,” ujarnya. Ia menilai gerakan IPM perlu dekat, relevan, serta mampu merespons kebutuhan pelajar saat ini.

Untuk mencapai arah tersebut, PD IPM Gowa akan memberi perhatian pada penguatan perkaderan dan peningkatan kapasitas pelajar. Organisasi juga akan mendorong kreativitas, literasi, serta gerakan sosial sebagai bagian penting dari program kepemimpinan periode 2026–2028.

Imam ingin menjadikan IPM sebagai ruang tumbuh bagi pelajar untuk belajar, berdiskusi, berkarya, dan berorganisasi. Selain itu, para pelajar didorong mengambil peran dalam merespons berbagai persoalan yang muncul di lingkungan sekitarnya.

Bangun Pelajar Cerdas dan Mencerahkan

Menurut Imam, pelajar cerdas tidak hanya ditentukan oleh kemampuan intelektual. Pelajar juga perlu memiliki karakter, kepedulian, dan keberanian untuk memberikan manfaat kepada lingkungan sekitarnya.

Sementara itu, ia memaknai pelajar mencerahkan sebagai sosok yang mampu menghadirkan gagasan, keteladanan, dan tindakan positif di tengah masyarakat. Karena itu, pengembangan kapasitas kader akan diarahkan agar berjalan seiring dengan penguatan karakter dan kepedulian sosial.

Imam juga mengajak seluruh kader dan pimpinan cabang IPM se-Kabupaten Gowa menjadikan periode kepemimpinan baru sebagai momentum untuk bergerak bersama. Menurut dia, keberhasilan organisasi tidak dapat bergantung kepada seorang ketua, tetapi membutuhkan kolaborasi, solidaritas, dan kerja nyata seluruh kader.

“Tidak ada keberhasilan yang dapat dicapai oleh satu orang. IPM adalah gerakan kolektif yang membutuhkan kolaborasi, solidaritas, dan kerja nyata dari seluruh kader,” kata Imam.

Ke depan, PD IPM Gowa akan berupaya mempercepat gerakan organisasi sekaligus memperluas jangkauannya di kalangan pelajar. Penguatan kaderisasi dan peningkatan kebermanfaatan gerakan hingga akar rumput menjadi agenda yang ditekankan dalam kepemimpinan periode 2026–2028.

KAMPUS MUHAMMADIYAH DI SULSEL

  • Klik Banner UIAD

Leave a Reply