Scroll untuk baca artikel
PMB Unismuh
Jasa pembuatan website Lagomedia Indonesia
Berita

Menteri UMKM Bakal Hadiri Ta’aruf Maba FAI Unismuh

×

Menteri UMKM Bakal Hadiri Ta’aruf Maba FAI Unismuh

Share this article

KHITTAH.CO, MAKASSAR — Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) RI Maman Abdurrahman, S.T., dijadwalkan memberikan kuliah umum di Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh Makassar), Selasa, 15 September 2026.

Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Ta’aruf Mahasiswa Baru Fakultas Agama Islam (FAI) Unismuh itu akan berlangsung pukul 14.00 Wita di Balai Sidang Muktamar Ke-47 Unismuh Makassar.

Maman akan membawakan tema “Penguatan UMKM untuk Pertumbuhan Ekonomi Inklusif dan Berkelanjutan.” Kuliah umum terbuka bagi mahasiswa, dosen, dan sivitas akademika Unismuh.

Kehadiran Menteri UMKM melanjutkan rangkaian pembekalan mahasiswa baru Unismuh oleh tokoh nasional. Pada pembukaan Ta’aruf Mahasiswa Baru tingkat universitas, Sabtu, 12 September 2026, Menteri Pertanian RI Dr Andi Amran Sulaiman juga memberikan orasi ilmiah di hadapan mahasiswa baru.

Jika Amran memberikan perspektif tentang pembangunan pertanian dan ketahanan pangan, Maman dijadwalkan membekali mahasiswa dengan wawasan kewirausahaan, kemandirian, serta peran UMKM dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.

Belajar dari Aktivis Kampus

Wakil Dekan III FAI Unismuh, Elly Oscar, S.Pd.I., M.Pd.I., mengatakan kehadiran Maman memiliki kedekatan tersendiri dengan mahasiswa. Sebelum menjadi menteri, Maman pernah menjadi aktivis kampus dan menjabat Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Trisakti periode 2004–2006.

“Mahasiswa akan mendengar langsung pengalaman seseorang yang pernah berada pada posisi yang sama dengan mereka: menjadi mahasiswa, aktif berorganisasi, membangun jejaring, lalu menapaki dunia profesional, politik, hingga mendapat amanah sebagai menteri,” ujar Elly.

Menurutnya, pengalaman itu penting untuk menunjukkan bahwa proses pembentukan diri di perguruan tinggi tidak hanya berlangsung di ruang kuliah.

“Organisasi, kepemimpinan, kemampuan berkomunikasi, membaca peluang, dan keberanian mengambil keputusan adalah bagian dari proses belajar. Kami berharap pengalaman Pak Menteri dapat membangkitkan semangat mahasiswa baru,” katanya.

Dorong Kemandirian Mahasiswa

Dekan FAI Unismuh, Dr Amirah Mawardi, S.Ag., M.Si., mengatakan mahasiswa perlu dipersiapkan menghadapi dunia kerja dan kehidupan masyarakat yang terus berubah.

“Mahasiswa FAI harus kuat dalam ilmu dan karakter keislaman, tetapi juga kreatif, adaptif, dan mandiri. Spirit kewirausahaan penting agar mereka mampu membaca kebutuhan masyarakat dan mengubah pengetahuan menjadi manfaat,” ujar Amirah.

Menurutnya, kewirausahaan tidak semata berkaitan dengan keuntungan.

“Di dalam kewirausahaan ada keberanian mengambil inisiatif, menciptakan lapangan kerja, memberdayakan masyarakat, dan menghadirkan solusi. Nilai-nilai itu sangat relevan bagi mahasiswa,” katanya.

Dari Presiden BEM hingga Menteri

Maman Abdurrahman merupakan alumnus Teknik Perminyakan Universitas Trisakti. Semasa mahasiswa, ia aktif dalam gerakan kemahasiswaan dan memimpin BEM Universitas Trisakti pada 2004–2006.

Selepas kuliah, Maman meniti karier profesional sebelum memasuki dunia politik dan menjadi anggota DPR RI. Dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, ia kemudian dipercaya menjabat Menteri UMKM.

Perjalanan dari aktivis kampus, dunia profesional, parlemen hingga pemerintahan tersebut diharapkan menjadi pelajaran tersendiri bagi mahasiswa baru Unismuh mengenai pentingnya memanfaatkan masa kuliah untuk membangun kapasitas dan jejaring.

Kampus Jangan Hanya Cetak Pencari Kerja

Rektor Unismuh Makassar, Dr Ir H Rakhim Nanda, ST., MT., IPU., mengatakan kehadiran tokoh nasional dalam rangkaian Ta’aruf merupakan bagian dari upaya memperluas cakrawala mahasiswa sejak awal memasuki perguruan tinggi.

“Kehadiran Menteri Pertanian pada pembukaan Ta’aruf universitas, kemudian Menteri UMKM dalam rangkaian Ta’aruf FAI, memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar langsung dari tokoh yang bekerja pada sektor-sektor strategis bangsa,” ujar Rakhim Nanda.

Menurutnya, pembekalan kewirausahaan penting karena perguruan tinggi tidak boleh hanya menyiapkan lulusan untuk memasuki pasar kerja.

“Mahasiswa jangan hanya membayangkan kuliah sebagai jalan memperoleh ijazah lalu mencari pekerjaan. Kampus harus menumbuhkan keberanian untuk berkarya, berinovasi, menciptakan peluang, bahkan membuka lapangan kerja,” katanya.

Rakhim Nanda menilai perjalanan Maman sebagai mantan Presiden BEM hingga menjadi menteri juga menyimpan pesan penting bagi mahasiswa.

“Masa kuliah harus digunakan untuk membangun kapasitas secara utuh. Akademik penting, tetapi kepemimpinan, organisasi, jejaring, kreativitas, dan kemampuan menyelesaikan persoalan juga akan menentukan perjalanan seseorang setelah meninggalkan kampus,” ujarnya.

Kuliah umum Menteri UMKM akan melengkapi rangkaian Ta’aruf FAI Unismuh yang juga berisi pengenalan akademik, program studi, organisasi kemahasiswaan, serta Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.

Tema penguatan UMKM tersebut sejalan dengan SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, terutama melalui penguatan kewirausahaan, penciptaan lapangan kerja, dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Kehadiran Menteri Pertanian dan Menteri UMKM dalam rangkaian Ta’aruf mahasiswa baru tahun ini sekaligus memperlihatkan upaya Unismuh menghadirkan pembekalan yang melampaui ruang kelas: mempertemukan mahasiswa sejak awal dengan pengalaman kepemimpinan, kewirausahaan, kebijakan publik, dan persoalan pembangunan nasional.

KAMPUS MUHAMMADIYAH DI SULSEL

  • Klik Banner UIAD

Leave a Reply