Scroll untuk baca artikel
PMB Unismuh
Jasa pembuatan website Lagomedia Indonesia
Berita

Tiga Alumni Unismuh Bertolak ke Taiwan, Rektor Pesan Jaga Identitas Muhammadiyah

×

Tiga Alumni Unismuh Bertolak ke Taiwan, Rektor Pesan Jaga Identitas Muhammadiyah

Share this article

KHITTAH.CO, MAKASSAR — Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar kembali mengirim alumni (fresh graduate) mengikuti program internasional di Taiwan. Rektor Unismuh Makassar, Dr Ir H Abd Rakhim Nanda, ST, MT, IPU, secara resmi melepas tiga mahasiswa dalam rapat koordinasi pimpinan universitas di Ruang Rapat Senat, Lantai 17 Gedung Iqra, Kamis, 1 Oktober 2026.

Rapat tersebut dihadiri Wakil Rektor I Prof Andi Sukri Syamsuri, Dekan FEB Dr Edy Jusriadi, dan Dekan FKIP Dr Baharullah. Hadir pula Ketua Lembaga Penerimaan Mahasiswa Baru Dr Muhammad Akhir, Ketua Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Prof Sulfasyah, serta Ketua Lembaga Kerja Sama dan Urusan Internasional Dr Maharida. Hadir pula para Wakil Dekan dan Kepala Humas Unismuh Makassar.

Tiga mahasiswa yang dilepas ke Taiwan tersebut berasal dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris dan Arsitektur. Mereka yakni Nur Syamsi Putri Abdul Hafidh dari Pendidikan Bahasa Inggris, serta Rizky Ayuda dan Deni Febriansyah dari Program Studi Arsitektur.

Program tersebut membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman akademik sekaligus pengalaman kerja internasional di Taiwan. Dalam penjelasan pada rapat, salah satu skema program mencakup tahapan kuliah, magang, hingga peluang melanjutkan kontrak kerja setelah menyelesaikan tahapan akademik dan magang.

Nur Syamsi menceritakan bahwa ketertarikannya mengikuti program itu bermula setelah Unismuh menggelar sosialisasi program internasional dan kerja sama pada 2025. Ia sempat belum berhasil pada pendaftaran pertama sebelum kembali mencoba pada program 2026.

“Kami mulai tertarik untuk mendaftar program tersebut. Pada awalnya belum lolos, kemudian mencoba lagi pada tahun berikutnya, yaitu tahun ini, 2026,” ujar Nur Syamsi.

Ia menjelaskan, proses seleksi membutuhkan sejumlah dokumen, mulai dari identitas, ijazah, CV, motivation letter, hingga paspor. Setelah lolos wawancara, peserta masih harus menjalani proses legalisasi dokumen, pemeriksaan kesehatan, serta pengurusan visa.

Selain kesiapan administrasi, kemampuan bahasa Mandarin menjadi salah satu bekal penting bagi mahasiswa yang akan mengikuti program di Taiwan. Unismuh memberikan dukungan pembinaan bahasa kepada peserta sebelum keberangkatan, termasuk melalui pembelajaran bahasa Mandarin secara intensif.

Dalam rapat tersebut juga dijelaskan bahwa peluang mahasiswa dan alumni Unismuh mengikuti program di Taiwan masih sangat terbuka. Empat perguruan tinggi di Taiwan disebut bersedia menerima mahasiswa Unismuh untuk berbagai skema, termasuk magang. Kemampuan bahasa Mandarin menjadi salah satu persyaratan penting dalam memperluas akses tersebut.

Saat melepas para mahasiswa, Rektor Unismuh Abd Rakhim Nanda berpesan agar mereka tidak hanya membawa identitas sebagai mahasiswa Indonesia, tetapi juga tetap menjaga nilai dan identitas Muhammadiyah selama berada di luar negeri.

“Identitas Muhammadiyahnya jangan hilang. Tetap saja, kalau perlu bikin ranting istimewa atau bergabung cabang istimewa Muhammadiyah di Taiwan,” pesan Rakhim yang disambut suasana akrab peserta rapat.

Rektor juga mengingatkan para mahasiswa agar memanfaatkan masa tinggal di Taiwan untuk belajar, beradaptasi dengan lingkungan internasional, serta memperluas pengalaman akademik dan profesional.

Program internasional ke Taiwan tersebut juga akan kembali dibuka untuk peserta berikutnya. Calon peserta terlebih dahulu dipersiapkan melalui pembelajaran bahasa Mandarin sebelum mengikuti tahapan keberangkatan.

Pengiriman mahasiswa ke Taiwan menjadi bagian dari penguatan internasionalisasi Unismuh Makassar melalui mobilitas mahasiswa, pengalaman kerja global, penguasaan bahasa asing, serta perluasan jejaring dengan perguruan tinggi dan mitra internasional.

KAMPUS MUHAMMADIYAH DI SULSEL

  • Klik Banner UNISMUH MAKASSAR

Leave a Reply