KHITTAH.CO, ENREKANG — Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Enrekang menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Agen dan Verifikator Satu Data Muhammadiyah (SatuMu) untuk memperkuat pendataan organisasi secara digital hingga tingkat ranting. Kegiatan tersebut berlangsung di SMA Muhammadiyah Kalosi, Kabupaten Enrekang, Sabtu, 3 Oktober 2026, dengan melibatkan unsur PDM, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM), Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM), serta agen dan verifikator SatuMu.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Muhammadiyah membangun basis data organisasi yang lebih tertib, akurat, dan terintegrasi. Dalam pelaksanaan Bimtek tersebut, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan menugaskan Tim Pendamping Bimtek SatuMu yang terdiri atas Zulfikar Hafid, Umar Sadik, dan Andi Asywid Nur.
Hadir dalam kegiatan tersebut Rektor Universitas Muhammadiyah Enrekang (Unimen) Dr. Drs. H. Syawal Sitonda, M.Ag., unsur PDM Enrekang, pimpinan cabang dan ranting Muhammadiyah, serta peserta agen dan verifikator SatuMu.
Pendataan Digital Jadi Bagian dari Muhammadiyah Berkemajuan
Ketua PDM Enrekang, Muh. Husain Kamaruddin, S.Th.I., M.Pd., mengatakan digitalisasi pendataan merupakan bagian dari implementasi semangat Islam berkemajuan yang menjadi karakter Muhammadiyah.
Menurut dia, selama ini kekuatan Muhammadiyah di Enrekang dikenal cukup besar. Namun, kekuatan tersebut perlu didukung data yang tertib agar dapat dipetakan secara lebih jelas.
“Kalau ditanya berapa warga Muhammadiyah di Kabupaten Enrekang, kita akan mengatakan banyak sekali. Tetapi sekarang karena Muhammadiyah betul-betul ingin mengimplementasikan kata berkemajuan itu, maka pendataan dibuat dalam bentuk teknologi,” kata Husain dalam sambutannya.
Ia menilai SatuMu tidak sekadar menjadi aplikasi pendataan, tetapi instrumen untuk merapikan administrasi persyarikatan mulai dari tingkat daerah, cabang, hingga ranting.
Husain mengungkapkan, sebelumnya jumlah warga persyarikatan yang telah memiliki Elektronik Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah (E-KTM) di Enrekang masih sangat terbatas jika dibandingkan dengan potensi warga Muhammadiyah yang ada.
“Ini adalah ikhtiar untuk kemudian merapikan data-data yang dimiliki oleh persyarikatan sampai ke ranting-ranting,” ujarnya.
21 Cabang Muhammadiyah Enrekang Sudah Terdaftar
Husain mengatakan, percepatan pendataan mulai menunjukkan hasil. Dari 21 Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) yang ada di Kabupaten Enrekang, seluruhnya telah terdaftar dalam aplikasi SatuMu.
Capaian tersebut, kata dia, menjadi perkembangan penting setelah sebelumnya Enrekang termasuk daerah yang masih tertinggal dalam proses pendataan organisasi.
“Informasi terakhir seluruh pimpinan cabang yang jumlahnya 21 itu sudah lengkap semua terdaftar di aplikasi SatuMu,” kata Husain.
Meski demikian, ia menegaskan pekerjaan belum selesai. Setelah pendataan cabang, Muhammadiyah Enrekang masih memiliki pekerjaan untuk memastikan pendataan sampai ke tingkat ranting serta memperluas kepemilikan E-KTM di kalangan warga persyarikatan.
Husain juga mengingatkan pimpinan Muhammadiyah agar mampu menjelaskan kepada warga mengenai fungsi keanggotaan, E-KTM, serta kewajiban yang melekat di dalamnya. Ia menilai proses digitalisasi tidak boleh hanya dilakukan karena kebutuhan administratif tertentu, seperti beasiswa atau rekomendasi, tetapi harus tumbuh dari kesadaran bermuhammadiyah.
“Bukan karena hanya yang seperti itu yang kemudian memotivasi saudara-saudara kita untuk membuat E-KTM. Kalau bisa, betul-betul itu lahir dari nilai-nilai atau jiwa Kemuhammadiyahan yang kuat,” katanya.
SatuMu Diharapkan Jadi Pintu Akses Muhammadiyah
Selain pendataan keanggotaan, Husain menyebut aplikasi SatuMu memiliki sejumlah fitur yang dapat dimanfaatkan warga Muhammadiyah dalam kehidupan sehari-hari.
Ia mencontohkan pemanfaatan fitur kalender Hijriah berdasarkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), yang menurutnya dapat membantu warga Muhammadiyah dalam memastikan penanggalan kegiatan keagamaan dan organisasi.
“Sekarang aplikasi SatuMu, fitur-fiturnya sudah sangat banyak. Sudah ada Al-Qur’an, khidmat zakat dan seterusnya. Itulah yang dikehendaki oleh Pimpinan Pusat, bahwa Muhammadiyah dalam satu genggam,” ujarnya.
Karena itu, ia mendorong seluruh pimpinan dan warga Muhammadiyah di Enrekang untuk semakin terbiasa menggunakan teknologi digital dalam aktivitas persyarikatan.
Bimtek tersebut juga diisi dengan penjelasan teknis mengenai SatuMu oleh Tim Pendamping PWM Sulawesi Selatan. Selain itu, pihak Danamon Syariah turut memberikan penjelasan terkait kerja sama layanan perbankan dengan Muhammadiyah, termasuk aspek administratif yang berkaitan dengan pimpinan cabang.
Husain berharap Bimtek tidak berhenti pada pemahaman teknis penggunaan aplikasi. Menurut dia, keberhasilan SatuMu sangat bergantung pada keterlibatan pimpinan di setiap tingkatan untuk memastikan data yang dimasukkan benar, lengkap, dan terus diperbarui.
“Bimtek ini harus dua arah. Bukan ceramah terus, tetapi harus ada partisipasi kita untuk bertanya kalau memang ada hal-hal yang ingin kita sampaikan,” katanya.
Melalui Bimtek tersebut, PDM Enrekang menargetkan penguatan tata kelola data persyarikatan sekaligus mendorong transformasi digital Muhammadiyah agar lebih terukur dalam memetakan potensi anggota, amal usaha, pimpinan, hingga struktur organisasi di tingkat paling bawah.






















