KHITTAH.CO, SINJAI — Fakultas Ilmu Sosial, Ilmu Politik dan Humaniora (FISIPHUM) Universitas Muhammadiyah Sinjai (UMSi) mendorong mahasiswa tidak berhenti pada kemampuan melahirkan gagasan, tetapi mampu menerjemahkan pengetahuan dan kreativitas menjadi tindakan nyata yang dilandasi integritas. Pesan tersebut mengemuka dalam Kuliah Perdana FISIPHUM UMSi di Auditorium UMSi Maraja Convention Center (UMCC), Senin (5/10/2026).
Kuliah perdana mengusung tema “Menjadi Intelektual Kreatif dan Berintegritas: Antara Gagasan dan Tindakan.” Kegiatan tersebut diikuti sivitas akademika FISIPHUM, khususnya mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan, Administrasi Publik, Perpustakaan dan Sains Informasi, serta Bisnis Digital.
Bekali Mahasiswa dengan Wawasan
Dekan FISIPHUM UMSi, Dr. Muhammad Lutfi, S.IP., M.A., mengatakan kuliah perdana menjadi bagian dari upaya fakultas memperluas pengetahuan mahasiswa dengan menghadirkan pakar dan praktisi.
Menurut Lutfi, kehadiran narasumber dari luar kampus diharapkan dapat memberikan perspektif baru sekaligus memotivasi mahasiswa dalam menjalani proses pendidikan di lingkungan FISIPHUM.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada narasumber yang telah meluangkan waktu untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan dengan mahasiswa.
Wakil Rektor III UMSi, Dr. Muhammad Nurdin, S.IP., M.A., menekankan pentingnya pendidikan sebagai bekal mahasiswa dalam membuka peluang dan menata masa depan.
Mewakili pimpinan UMSi, Nurdin juga menyampaikan terima kasih kepada Zulchaidir, S.Sos., MPA., Kepala Bagian Umum Pusat Kajian dan Strategi Manajemen Pemerintahan (Pusjar SKMP) Lembaga Administrasi Negara (LAN), yang hadir sebagai narasumber.
“Pendidikan itu penting dan dapat membuka masa depan,” kata Nurdin.
Ia mengajak mahasiswa mengikuti materi kuliah perdana dengan baik dan menjadikannya sebagai ruang untuk memperoleh wawasan serta motivasi baru.
Gagasan Harus Berujung pada Tindakan
Amanah BPH UMSi, Agus Salim Yunus, A.Md., S.A.P., turut menyampaikan selamat mengikuti kuliah perdana kepada mahasiswa FISIPHUM.
Ia mengingatkan pentingnya keseimbangan antara pengetahuan dan nilai-nilai spiritual dalam membentuk karakter mahasiswa. Menurutnya, pendidikan tidak cukup hanya membangun kapasitas intelektual, tetapi juga harus membentuk sikap dan karakter.
Sementara itu, Zulchaidir mengajak mahasiswa mengembangkan gagasan sekaligus memiliki keberanian untuk mengimplementasikannya dalam kehidupan nyata.
Menurut dia, mahasiswa memiliki ruang yang luas untuk mengembangkan kreativitas, beradu gagasan, dan menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama menempuh pendidikan.
“Jadikan diri kalian bernilai. Itu penting untuk menata masa depan,” pesan Zulchaidir.
Ia mengatakan nilai dalam diri mahasiswa tidak hanya dibangun melalui penguasaan pengetahuan, tetapi juga melalui integritas, sikap, serta kemampuan memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan.
Integritas dan Pancasila sebagai Landasan
Zulchaidir juga mengingatkan mahasiswa agar mulai menata masa depan sejak dini. Setiap keputusan dan langkah yang dilakukan selama masa pendidikan, menurut dia, akan turut menentukan perjalanan mahasiswa pada masa mendatang.
Karena itu, kreativitas dan kemampuan intelektual perlu berjalan beriringan dengan integritas. Mahasiswa tidak hanya dituntut mampu menghasilkan gagasan, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral dalam menerapkan pengetahuan tersebut.
Ia mendorong mahasiswa menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai salah satu landasan dalam menjalani kehidupan akademik dan bermasyarakat.
Kuliah Perdana FISIPHUM UMSi tersebut dihadiri para dosen di lingkungan FISIPHUM serta sivitas akademika dari empat program studi, yakni Ilmu Pemerintahan, Administrasi Publik, Perpustakaan dan Sains Informasi, serta Bisnis Digital.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya FISIPHUM UMSi membangun budaya akademik yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan pengetahuan, tetapi juga kreativitas, integritas, dan kemampuan mahasiswa menerjemahkan gagasan menjadi tindakan.






















