Scroll untuk baca artikel
PMB Unismuh
Jasa pembuatan website Lagomedia Indonesia
Berita

Pemuda Muhammadiyah Jatiasih Gelar Pelatihan AI untuk Gen Z

×

Pemuda Muhammadiyah Jatiasih Gelar Pelatihan AI untuk Gen Z

Share this article

KHITTAH.CO, BEKASI — Pemuda Muhammadiyah Jatiasih, Kota Bekasi, menggelar pelatihan literasi digital KAM Academy bertajuk “AI 101: Kenalan dengan Asisten Pintar” di Gedung BLK Masjid Abdullah AbdulAziz Almanie, Ahad (4/10/2026). Pelatihan ini membekali peserta dengan pemahaman dasar tentang kecerdasan buatan (AI), cara memberikan instruksi, serta pentingnya menjaga keamanan data dan tanggung jawab dalam menggunakan teknologi tersebut.

Pelatihan menghadirkan Hady Rianto, Ketua Bidang Media, Komunikasi dan Informasi PCPM Jatiasih sekaligus Creative and Brand Strategist, sebagai narasumber. Ia membahas penggunaan AI dalam kehidupan sehari-hari sekaligus mengingatkan peserta agar tidak menjadikan AI sebagai pengganti kemampuan berpikir manusia.

AI Sudah Dekat dengan Kehidupan Sehari-hari

Hady mengatakan penggunaan AI sebenarnya sudah menjadi bagian dari aktivitas masyarakat, meski banyak orang tidak menyadarinya. Teknologi tersebut antara lain digunakan pada fitur pengenalan wajah di telepon pintar, rekomendasi video, saran produk di marketplace, navigasi peta digital, hingga penyaringan pesan spam pada surat elektronik.

“AI bukan pengganti otak manusia. AI adalah alat yang sangat pandai menemukan pola,” tegas Hady.

Menurut dia, AI merupakan teknologi yang memungkinkan komputer menjalankan sejumlah tugas yang selama ini membutuhkan kemampuan manusia. Perkembangan Generative AI bahkan memungkinkan teknologi tersebut menghasilkan berbagai bentuk konten, seperti teks, gambar, musik, dan video berdasarkan instruksi yang diberikan pengguna.

Hady juga menjelaskan perbedaan fungsi mesin pencari dengan platform AI. Menurut dia, mesin pencari membantu pengguna menemukan sumber atau halaman yang relevan, sedangkan AI dapat membantu mengolah kebutuhan pengguna berdasarkan instruksi yang diberikan.

“Google membantu kita menemukan sumber atau halaman yang relevan, sedangkan AI membantu kita mengolah kebutuhan tersebut menjadi jawaban yang siap pakai,” jelasnya.

Ia mencontohkan, pengguna mesin pencari dapat mengetik kata kunci “cari resep ayam” untuk menemukan sejumlah tautan. Sementara melalui AI, pengguna dapat memberikan informasi yang lebih spesifik mengenai bahan yang tersedia dan meminta bantuan menyusun resep sesuai kebutuhannya.

Kemampuan Memberi Instruksi Jadi Kunci

Menurut Hady, pemanfaatan AI sangat bergantung pada kemampuan pengguna menjelaskan kebutuhan secara jelas. AI dapat digunakan untuk berbagai aktivitas sehari-hari, mulai dari mencari ide, menyederhanakan materi belajar, merapikan pesan, menyusun rencana perjalanan, hingga membantu membuat susunan kegiatan.

“Kita belum tentu bermasalah pada AI-nya. Bisa jadi kita belum cukup jelas menjelaskan apa yang kita mau,” ujar Hady.

Ia menyarankan pengguna tidak perlu terlalu sibuk mencari prompt yang dianggap paling sempurna. Pengguna dapat memulai dari kebutuhan nyata dan memperbaiki instruksi berdasarkan hasil yang diberikan AI.

“Mulailah dari kebutuhan nyata. Jika jawabannya kurang cocok, jangan mulai dari nol, lanjutkan percakapan dan berikan instruksi perbaikan,” katanya.

Pendekatan tersebut, kata Hady, membuat interaksi dengan AI tidak berhenti pada satu perintah. Pengguna dapat mengevaluasi hasil, memberikan konteks tambahan, dan meminta perbaikan hingga memperoleh keluaran yang lebih sesuai dengan kebutuhan.

AI Tetap Harus Dikendalikan Manusia

Pada bagian akhir pelatihan, Hady menekankan pentingnya etika, keamanan data, dan batas tanggung jawab dalam penggunaan AI. Ia mengingatkan peserta agar tidak langsung mempercayai informasi hanya karena jawaban AI disampaikan secara rapi dan meyakinkan.

“Jawaban yang terdengar meyakinkan bukan berarti jawaban pasti benar,” katanya.

Menurut Hady, manusia tetap memiliki kendali dan tanggung jawab akhir dalam menggunakan teknologi AI. Manusia menentukan tujuan, memahami konteks, memeriksa hasil, dan mengambil keputusan, sedangkan AI digunakan sebagai alat bantu untuk menghasilkan ide, membuat draf, merangkum informasi, atau memberikan alternatif sudut pandang.

“AI itu mudah. Kuncinya adalah tahu apa yang Anda butuhkan, lalu belajar bagaimana cara mengatakannya,” tutup Hady.

Pelatihan AI 101 menjadi bagian dari KAM Academy yang dikembangkan Pemuda Muhammadiyah Jatiasih sebagai ruang pembelajaran bagi generasi muda. Program tersebut diarahkan untuk memperkenalkan keterampilan yang relevan dengan perkembangan teknologi sekaligus mendorong penggunaan AI secara kritis, aman, dan bertanggung jawab.

KAMPUS MUHAMMADIYAH DI SULSEL

  • Klik Banner PMB UMSI

Leave a Reply