Scroll untuk baca artikel
PMB Unismuh
Jasa pembuatan website Lagomedia Indonesia
Berita

Alumni UIAD Sinjai Jadi Delegasi Internasional dan Raih The Most Inspiring Delegate di Jepang

×

Alumni UIAD Sinjai Jadi Delegasi Internasional dan Raih The Most Inspiring Delegate di Jepang

Share this article

KHITTAH.CO, SINJAI – Alumni Program Magister Pendidikan Agama Islam (MPAI) Program Pascasarjana Universitas Islam Ahmad Dahlan (UIAD) Sinjai, Risal Sulle, S.Ag., M.Pd., meraih penghargaan internasional “The Most Inspiring Delegate” dalam program Japan Intercultural Exchange and Summit yang digelar Garuda Nusa di Tokyo, Jepang, Rabu, 7 Oktober 2026.

Risal Sulle yang merupakan Mudir Pesantren Tahfidz Nuur Ilaahi terpilih sebagai salah satu dari 20 delegasi Indonesia dalam program tersebut. Ia mewakili Pesantren Tahfidz Nuur Ilaahi bersama delegasi dari sejumlah lembaga pendidikan dan perguruan tinggi di Indonesia, termasuk Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, dan Universitas Terbuka.

Penghargaan tersebut diberikan oleh CEO Garuda Nusa pada akhir rangkaian kegiatan dan disaksikan mahasiswa program magister dan doktor Universitas Tokyo.

Berbagi Praktik Pendidikan Pesantren di Daerah 3T

Selama berada di Jepang, Risal mengikuti sejumlah agenda internasional, di antaranya mengajar di Sekolah Indonesia di Jepang melalui kerja sama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Jepang serta menjadi pembicara dalam kegiatan SDG Youth Conference di Universitas Tokyo.

Dalam forum tersebut, Risal memaparkan pengalaman mengembangkan pendidikan di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), khususnya melalui Pesantren Tahfidz Nuur Ilaahi.

Ia menceritakan proses membangun pesantren dengan berbagai keterbatasan sekaligus memaparkan sejumlah program yang dikembangkan untuk memperkuat pendidikan dan pembinaan generasi muda.

Selain bidang pendidikan, Risal juga menyampaikan berbagai program sosial yang dijalankan di Kabupaten Bulukumba. Program tersebut antara lain kerja sama sosial dengan Asar Humanity, pengaderan guru ngaji bersama Duta Qur’an Indonesia, serta pengelolaan sembilan rumah tahfidz di bawah yayasan yang dipimpinnya.

Pengalaman tersebut menjadi bagian dari diskusi mengenai bagaimana lembaga pendidikan di daerah dapat tumbuh dan memberikan dampak sosial meskipun berada dalam keterbatasan sumber daya.

Bahas AI, Lingkungan, dan Pesantren Berkelanjutan

Dalam forum internasional lainnya di Tokyo, Risal bersama tiga delegasi Indonesia turut membahas pemanfaatan artificial intelligence (AI), teknologi, dan inovasi untuk mewujudkan kota dan permukiman yang inklusif serta mendukung keberlanjutan ekosistem laut dan darat.

Dalam diskusi itu, ia tidak hanya menyampaikan gagasan, tetapi juga menunjukkan praktik yang telah diterapkan di Pesantren Tahfidz Nuur Ilaahi.

Salah satunya melalui pengembangan kebun sayur dan pengelolaan sampah menjadi kompos. Praktik tersebut menjadi contoh bagaimana pesantren dapat mengembangkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada aspek keagamaan, tetapi juga kepedulian terhadap lingkungan dan keberlanjutan.

Keikutsertaan Risal dalam forum internasional tersebut sekaligus memperkenalkan praktik pendidikan dan pemberdayaan yang dikembangkan di daerah kepada peserta dari berbagai latar belakang akademik dan pendidikan.

Bagi UIAD Sinjai, prestasi tersebut menjadi salah satu capaian alumninya di tingkat internasional sekaligus menunjukkan kontribusi alumni dalam mengembangkan pendidikan dan kegiatan sosial di tengah masyarakat.

KAMPUS MUHAMMADIYAH DI SULSEL

  • Klik Banner PMB UMSI

Leave a Reply