KHITTAH.CO, MAKASSAR — Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (PIKOM IMM FKIP) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar membagikan masker gratis kepada pengguna jalan di depan Kampus Unismuh Makassar sebagai bentuk kepedulian terhadap ancaman polusi udara akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Selasa, 13 Oktober 2026. Aksi sosial yang melibatkan 27 pimpinan komisariat ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya melindungi kesehatan di tengah memburuknya kualitas udara.
Ketua Umum PIKOM IMM FKIP, Muh Farel, mengatakan aksi tersebut merupakan wujud kepedulian mahasiswa terhadap persoalan lingkungan yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.
“Ini merupakan salah satu bentuk kepedulian kami terhadap polusi udara dan dampak karhutla. Kami tidak ingin hanya menjadi penonton ketika masyarakat menghadapi persoalan lingkungan. Melalui aksi sederhana ini, kami berupaya hadir dan memberikan manfaat nyata bagi sesama,” ujar Farel.
IMM Dorong Kepedulian terhadap Kesehatan Masyarakat
Farel menegaskan, kepedulian terhadap sesama merupakan nilai kemanusiaan yang sejalan dengan ajaran Islam. Ia merujuk pada Surah Al-Ma’idah ayat 2 yang memuat perintah untuk saling menolong dalam kebajikan dan ketakwaan.
Menurut dia, pesan tersebut menjadi landasan bagi mahasiswa untuk mengambil peran dalam menjawab persoalan sosial, termasuk ancaman pencemaran udara. Kepedulian, kata dia, tidak selalu harus diwujudkan melalui langkah besar, tetapi dapat dimulai dari tindakan sederhana yang memberi manfaat bagi masyarakat.
Senada dengan Farel, Ketua Bidang Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat PIKOM IMM FKIP, Ismail Rian Saputra, menyebut pembagian masker sebagai langkah awal untuk merespons persoalan lingkungan sekaligus mengajak masyarakat lebih memperhatikan kesehatan.
“Ini adalah langkah kecil untuk menjawab keprihatinan terhadap kondisi negeri. Kami menyadari bahwa persoalan karhutla dan polusi udara tidak dapat diselesaikan hanya melalui pembagian masker. Namun, kami ingin mengambil bagian dalam melindungi masyarakat dari dampaknya sekaligus mengajak lebih banyak orang untuk peduli terhadap lingkungan dan kesehatan bersama,” kata Ismail.
Ia mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara tercemar asap. Masyarakat juga perlu memperhatikan informasi kualitas udara dan mengikuti imbauan instansi terkait, terutama ketika polusi meningkat.
Asap Karhutla dan Risiko bagi Kesehatan
Karhutla tidak hanya menyebabkan kerusakan ekosistem, tetapi juga dapat mencemari udara dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan. Partikel halus yang terkandung dalam asap berpotensi mengganggu sistem pernapasan, terutama pada anak-anak, lansia, dan orang yang memiliki kondisi kesehatan sensitif terhadap pencemaran udara.
Karena itu, upaya perlindungan diri perlu disertai langkah yang lebih luas untuk mengendalikan sumber pencemaran dan mencegah kebakaran hutan serta lahan. Pembagian masker dapat menjadi salah satu bentuk kepedulian langsung, tetapi tidak menggantikan upaya penanganan karhutla dan pengendalian kualitas udara.
Melalui kegiatan tersebut, PIKOM IMM FKIP Unismuh Makassar berharap mahasiswa dapat berkontribusi secara nyata dalam kehidupan masyarakat. Keterlibatan 27 pimpinan komisariat juga mencerminkan upaya membangun gerakan kolektif yang berorientasi pada kemanusiaan dan pengabdian sosial.
Bagi IMM, kepedulian tidak cukup disampaikan melalui kata-kata, tetapi perlu diwujudkan dalam tindakan. Melalui pembagian masker di depan Kampus Unismuh Makassar, para kader berharap masyarakat semakin sadar bahwa menjaga kesehatan dan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.






















