Scroll untuk baca artikel
PMB Unismuh
Jasa pembuatan website Lagomedia Indonesia
Berita

SWSC Unismuh Makassar Libatkan Organisasi Mahasiswa dalam Gerakan Pemilahan Sampah

×

SWSC Unismuh Makassar Libatkan Organisasi Mahasiswa dalam Gerakan Pemilahan Sampah

Share this article

KHITTAH.CO, MAKASSAR — Berbagai lembaga kemahasiswaan Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh Makassar) mendeklarasikan komitmen bersama untuk memperkuat pemilahan sampah dan membangun budaya kampus hijau. Komitmen tersebut diwujudkan melalui deklarasi dan penandatanganan pakta integritas bersama Sustainable Waste Solutions Center (SWSC) Unismuh Makassar, yang digelar di Ruang Tetaer I-GIFT Lantai 2 Gedung Menara Iqra Unismuh Makassar, Selasa 13 Oktober 2026, Kegiatan ini digelar sebagai upaya mendorong keterlibatan mahasiswa dalam pengelolaan sampah yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Kegiatan ini melibatkan sejumlah unsur organisasi kemahasiswaan, antara lain Presiden Mahasiswa, Koordinator Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) fakultas, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), Pimpinan Komisariat IMM, dan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ). Melalui pakta integritas tersebut, para pengurus organisasi berkomitmen membangun kebiasaan menjaga kebersihan, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memilah sampah, serta menggerakkan kegiatan peduli lingkungan di organisasi masing-masing.

Kepala SWSC Unismuh Makassar, Dr. Fatmawati A. Mappasere, M.Si., menegaskan bahwa mahasiswa perlu mengambil peran lebih besar dalam membangun budaya peduli lingkungan. Menurut dia, organisasi kemahasiswaan memiliki kekuatan untuk menumbuhkan kesadaran kolektif dan mendorong perubahan perilaku melalui program kerja serta aktivitas anggotanya.

“Mahasiswa bukan hanya sebagai penerima edukasi lingkungan, tetapi harus menjadi penggerak utama perubahan. Melalui organisasi mahasiswa, nilai-nilai kepedulian lingkungan dapat tumbuh dan menjadi budaya bersama,” kata Fatmawati.

Ia menjelaskan, keterlibatan organisasi mahasiswa dapat memperluas penerapan pemilahan sampah dari sumbernya. Karena itu, SWSC mendorong kolaborasi dengan organisasi kemahasiswaan melalui program lingkungan hidup, pemberdayaan masyarakat, kewirausahaan, serta edukasi dan kampanye lingkungan.

Kolaborasi tersebut juga diharapkan meningkatkan partisipasi mahasiswa dalam program Bank Sampah SWSC. Selain membantu mengurangi timbulan sampah, kegiatan itu dapat membuka peluang pengembangan aktivitas kreatif berbasis ekonomi sirkular, yakni pemanfaatan kembali sumber daya agar memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.

Ketua Divisi Operasional dan Tata Kelola Limbah SWSC, Sahlan, S.P., M.Si., mengatakan keberhasilan pengelolaan sampah tidak cukup hanya mengandalkan ketersediaan sarana dan prasarana. Perubahan perilaku seluruh warga kampus menjadi faktor penting agar sistem pengelolaan sampah dapat berjalan secara konsisten.

“Pengelolaan sampah tidak dapat berjalan hanya dengan menyediakan fasilitas, tetapi membutuhkan perubahan perilaku seluruh warga kampus. Mahasiswa memiliki peran besar dalam memastikan gerakan ini berjalan secara konsisten,” ujar Sahlan.

Menurut Sahlan, keterlibatan mahasiswa perlu diwujudkan dalam kebiasaan sehari-hari, mulai dari memilah sampah sesuai jenisnya hingga mendukung program pengelolaan sampah yang telah disiapkan kampus. Dengan demikian, deklarasi tidak berhenti sebagai pernyataan komitmen, tetapi menjadi dasar perubahan perilaku di lingkungan organisasi dan kampus.

Sementara itu, Ketua Divisi Edukasi dan Advokasi SWSC, Wardah, S.Sos., M.A., menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan komitmen yang telah disepakati. Ia menilai, penandatanganan pakta integritas perlu diikuti program dan kegiatan konkret di setiap organisasi kemahasiswaan agar gerakan peduli lingkungan dapat berlangsung secara berkelanjutan.

“Deklarasi ini adalah awal dari gerakan bersama. Setelah penandatanganan pakta integritas, yang paling penting adalah implementasi melalui aksi nyata di setiap organisasi mahasiswa,” kata Wardah.

Komitmen tersebut sejalan dengan Surat Keputusan Rektor Unismuh Makassar Nomor 494 Tahun 1447 H/2025 M tentang Pengelolaan Sampah Terintegrasi melalui Pusat Solusi Limbah Berkelanjutan (SWSC). Kebijakan itu menempatkan lembaga kemahasiswaan sebagai salah satu unsur yang perlu mendukung pelaksanaan pengelolaan sampah sesuai tugas dan kewenangannya.

Dukungan mahasiswa juga terlihat melalui Tim Eco Ranger SWSC, kelompok relawan yang terdiri atas mahasiswa dengan kepedulian terhadap lingkungan. Mereka diharapkan menjadi pelopor pemilahan sampah dari sumbernya, mengedukasi sesama mahasiswa, serta mendampingi pelaksanaan program SWSC di lingkungan kampus.

Keberadaan Eco Ranger menjadi penghubung antara kebijakan pengelolaan sampah kampus dan penerapannya dalam aktivitas sehari-hari. Melalui edukasi dan keterlibatan langsung, para relawan diharapkan dapat mendorong mahasiswa lain untuk membiasakan perilaku yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Deklarasi dan pakta integritas ini menjadi bagian dari upaya Unismuh Makassar mewujudkan Green and Clean Campus. Keberhasilannya akan bergantung pada konsistensi organisasi kemahasiswaan dan seluruh sivitas akademika dalam menerapkan pemilahan sampah, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta menjadikan kepedulian lingkungan sebagai budaya bersama.

KAMPUS MUHAMMADIYAH DI SULSEL

  • Klik Banner PMB UNIMEN

Leave a Reply