KHITTAH.CO, MAKASSAR — Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Dzulfikar Ahmad Tawalla, mendorong lulusan Politeknik Muhammadiyah (PoltekMu) Makassar untuk memperkuat kompetensi, karakter, dan penguasaan teknologi agar mampu bersaing di pasar kerja global. Pesan tersebut disampaikan dalam orasi ilmiah pada Rapat Senat Terbuka Wisuda ke-8 PoltekMu Makassar Tahun 2026 di Sandeq Ballroom Claro Hotel Makassar, Kamis, 22 Oktober 2026.
Dzulfikar menegaskan, perubahan dunia kerja berlangsung semakin cepat seiring perkembangan teknologi. Karena itu, para lulusan tidak boleh berhenti belajar setelah memperoleh gelar akademik, tetapi harus terus memperbarui pengetahuan dan keterampilan sesuai kebutuhan zaman.
“Dunia yang akan kalian hadapi ini jauh lebih dalam. Dunia yang dihadapi oleh generasi sebelumnya berbeda dengan dunia yang akan kalian jalani. Sekarang semuanya jauh lebih cepat daripada sebelumnya,” ujar Dzulfikar dalam orasi ilmiahnya.
Ia juga mengingatkan bahwa kecakapan akademik perlu berjalan beriringan dengan integritas dan moralitas. Menurut dia, kemampuan teknis dapat membuka kesempatan, tetapi karakter menjadi bekal penting untuk mempertahankan kepercayaan di dunia kerja.
Teknologi Berubah Cepat, Lulusan Harus Adaptif
Dzulfikar mengingatkan para wisudawan bahwa perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), telah mengubah cara manusia bekerja. Perubahan tersebut menuntut lulusan untuk terbuka terhadap pengetahuan baru dan mampu memanfaatkan teknologi secara tepat.
“Jangan menutup diri dengan teknologi. Teknologi sekarang ini sangat cepat,” katanya.
Ia mencontohkan penggunaan AI dan otomatisasi yang mulai mengubah berbagai bidang pekerjaan. Menurut dia, lulusan pendidikan vokasi perlu memahami perkembangan tersebut agar keterampilan yang dimiliki tetap relevan dengan kebutuhan industri.
Bagi lulusan bidang kesehatan, kemampuan menggunakan peralatan modern dan mengikuti perkembangan teknologi pelayanan kesehatan menjadi bagian penting dari peningkatan kompetensi profesional.
Dzulfikar menekankan bahwa keberhasilan memasuki dunia kerja tidak cukup hanya mengandalkan pengetahuan yang diperoleh selama kuliah. Lulusan juga perlu memiliki kemauan untuk belajar secara berkelanjutan, meningkatkan keterampilan, dan memahami perkembangan kebutuhan pasar kerja.
Karakter dan Moralitas Menjadi Bekal di Dunia Kerja
Selain penguasaan teknologi, Dzulfikar menyoroti pentingnya karakter dalam membangun karier. Ia menilai, kecerdasan dan pengetahuan harus ditopang oleh sikap jujur, empati, serta kemampuan menghargai orang lain.
“Knowledge is power. Pengetahuan itu adalah kekuatan. Tetapi karakter lebih penting,” ujar Dzulfikar.
Menurut dia, dunia kerja bukan hanya menilai kemampuan seseorang menyelesaikan tugas, melainkan juga cara berkomunikasi, membangun hubungan, dan menjalankan tanggung jawab profesional.
Karakter yang baik, lanjutnya, dapat menjadi fondasi untuk mempertahankan kepercayaan dalam jangka panjang. Karena itu, ia meminta para lulusan agar tidak hanya mengejar pencapaian akademik dan karier, tetapi juga menjaga etika ketika berinteraksi dengan rekan kerja maupun masyarakat.
Dzulfikar turut mengingatkan para wisudawan mengenai pengorbanan orang tua selama mereka menempuh pendidikan. Ia mengajak lulusan memanfaatkan momentum wisuda untuk menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada keluarga yang telah mendukung perjalanan pendidikan mereka.
Pesan tersebut, menurut dia, menjadi pengingat bahwa keberhasilan seorang lulusan tidak terlepas dari dukungan banyak pihak dan harus diikuti tanggung jawab untuk menggunakan ilmu secara bermanfaat.
Tawarkan Peluang Pengembangan Bahasa bagi Calon Pekerja Migran
Dalam orasi ilmiahnya, Dzulfikar juga menyoroti peluang kerja internasional bagi lulusan bidang kesehatan. Ia menyebut sejumlah negara, seperti Taiwan, Malaysia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, dan Jerman, sebagai tujuan potensial bagi tenaga kerja Indonesia yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan.
Namun, ia mengingatkan bahwa peluang tersebut harus disertai persiapan yang matang, terutama penguasaan bahasa asing, keterampilan profesional, serta pemahaman terhadap persyaratan kerja di negara tujuan.
Sebagai salah satu bentuk dukungan, Dzulfikar menyampaikan rencana penyediaan 100 beasiswa untuk peningkatan kemampuan bahasa bagi calon pekerja di sektor kesehatan.
“Saya siapkan 100 beasiswa untuk upgrade bahasa. Kalau kurang, kita tambah lebih 100,” ujarnya.
Ia berharap kesempatan tersebut dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan daya saing tenaga kesehatan Indonesia sehingga mereka mampu mengakses peluang kerja yang lebih luas.
Dzulfikar juga mengingatkan bahwa bekerja di luar negeri bukan sekadar persoalan memperoleh penghasilan, tetapi membutuhkan kesiapan kompetensi, mental, dan kemampuan beradaptasi dengan lingkungan baru.
Karena itu, para lulusan didorong untuk mempersiapkan diri sejak dini, mulai dari peningkatan kemampuan bahasa hingga penguatan keterampilan sesuai bidang pekerjaan yang dituju.
Rapat Senat Terbuka Wisuda ke-8 PoltekMu Makassar Tahun 2026 tersebut turut dihadiri perwakilan Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr. Budhi Akbar, M.Si., Kepala LLDIKTI Wilayah IX, Prof. Dr. Budu, Ph.D., SpM(K), M.Med.Ed., Ketua Badan Pembina Harian PoltekMu Makassar, Prof. Dr. KH. Arifuddin Ahmad, M.Ag., serta jajaran senat, dosen, tenaga kependidikan, tamu undangan, dan keluarga wisudawan dan wisudawati.
Melalui momentum wisuda tersebut, para lulusan diharapkan tidak hanya membawa bekal akademik dan keterampilan vokasi, tetapi juga memiliki karakter kuat, terbuka terhadap perkembangan teknologi, serta siap menghadapi persaingan dunia kerja yang semakin dinamis.






















