Scroll untuk baca artikel
PMB Unismuh
Jasa pembuatan website Lagomedia Indonesia
Berita

PoltekMu Makassar Dorong Lulusan Kesehatan Berdaya Saing Global

×

PoltekMu Makassar Dorong Lulusan Kesehatan Berdaya Saing Global

Share this article

KHITTAH.CO, MAKASSAR — Politeknik Muhammadiyah (PoltekMu) Makassar terus mendorong peningkatan kompetensi lulusan pendidikan vokasi kesehatan agar mampu bersaing di pasar kerja nasional maupun internasional. Upaya ini menjadi semakin relevan seiring terbukanya peluang kerja tenaga kesehatan di sejumlah negara yang membutuhkan sumber daya manusia terampil dan profesional.

Peluang tersebut mengemuka dalam Wisuda Ke-8 PoltekMu Makassar yang berlangsung di Sandeq Ballroom Claro Hotel Makassar, Kamis (22/10/2026). Kegiatan ini dihadiri Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Dzulfikar Ahmad Tawalla, yang memberikan perhatian khusus terhadap peluang lulusan kesehatan untuk mengembangkan karier di luar negeri.

Dalam sambutannya, Dzulfikar mengungkapkan bahwa sektor kesehatan merupakan salah satu bidang yang menawarkan peluang kerja internasional. Sejumlah negara, antara lain Jepang, Jerman, Taiwan, Malaysia, dan Singapura, menjadi tujuan potensial bagi tenaga kesehatan Indonesia yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan pasar kerja.

Menurut dia, kesempatan tersebut perlu dimanfaatkan oleh lulusan perguruan tinggi vokasi dengan mempersiapkan kemampuan profesional, penguasaan bahasa asing, serta kesiapan mental untuk bekerja dalam lingkungan internasional.

Dzulfikar juga menyampaikan kesiapannya menyediakan 100 beasiswa pelatihan bahasa bagi calon tenaga kerja yang ingin meningkatkan kemampuan untuk bekerja di luar negeri. Tawaran itu menjadi peluang yang dapat ditindaklanjuti oleh lulusan PoltekMu Makassar yang berminat mengembangkan karier internasional.

Ia menjelaskan bahwa penguasaan bahasa menjadi salah satu persyaratan penting bagi tenaga kerja yang ingin memasuki pasar kerja global. Selain keterampilan teknis, kemampuan berkomunikasi dan beradaptasi dengan budaya kerja negara tujuan turut menentukan kesiapan seseorang bekerja di luar negeri.

Bagi lulusan pendidikan vokasi kesehatan, peluang tersebut tidak hanya berkaitan dengan kesempatan memperoleh pekerjaan, tetapi juga kesempatan memperluas pengalaman profesional, meningkatkan keterampilan, dan mengenal perkembangan teknologi pelayanan kesehatan di berbagai negara.

PoltekMu Luluskan 250 Tenaga Kesehatan

Dorongan untuk meningkatkan daya saing internasional tersebut sejalan dengan komitmen PoltekMu Makassar dalam menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi akademik dan keterampilan praktis.

Direktur PoltekMu Makassar, Prof Dr KH Mustari Bosra, MA, mengungkapkan bahwa pada tahun akademik 2025/2026, institusinya berhasil meluluskan sebanyak 250 mahasiswa dari empat program studi diploma tiga bidang kesehatan.

Dari jumlah tersebut, Program Studi D3 Radiologi mencatat lulusan terbanyak, yakni 139 orang. Selanjutnya, D3 Teknologi Elektromedis sebanyak 58 orang, D3 Teknologi Laboratorium Medis 40 orang, dan D3 Sanitasi 13 orang.

Selain menghasilkan ratusan lulusan, PoltekMu Makassar mencatat capaian akademik dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) rata-rata 3,64 dan IPK tertinggi mencapai 3,97. Sebanyak 80 persen lulusan juga berhasil menyelesaikan pendidikan tepat waktu, dengan masa studi rata-rata sekitar tiga tahun.

Mustari menegaskan bahwa capaian akademik merupakan bagian penting dari keberhasilan perguruan tinggi. Namun, pendidikan vokasi memiliki tanggung jawab lebih luas, yakni memastikan lulusan mampu menerapkan pengetahuan dan keterampilan dalam dunia kerja.

“Dalam pendidikan vokasi, keberhasilan tidak hanya diukur dari jumlah lulusan, tetapi juga dari kemampuan mereka menerapkan ilmu dan keterampilan dalam dunia kerja,” ujar Mustari.

Menurut dia, lulusan PoltekMu Makassar telah berkiprah di berbagai rumah sakit, baik di wilayah Sulawesi Selatan maupun di luar Sulawesi Selatan. Hal tersebut menunjukkan bahwa kompetensi yang diperoleh selama pendidikan dapat diterapkan dalam praktik pelayanan kesehatan.

Meski demikian, perkembangan dunia kerja yang semakin dinamis menuntut lulusan untuk terus memperbarui kemampuan. Penguasaan teknologi medis, keterampilan profesional, dan kemampuan beradaptasi menjadi bekal penting dalam menghadapi persaingan kerja yang lebih luas.

Perkuat Mutu Dosen dan Pembelajaran

Untuk mendukung peningkatan kualitas lulusan, PoltekMu Makassar juga melakukan penguatan kapasitas tenaga pendidik melalui peningkatan kualifikasi akademik dan sertifikasi dosen.

Mustari menyebutkan, terdapat tambahan dua dosen yang telah menyelesaikan pendidikan doktor atau S-3. Sementara itu, tujuh dosen lainnya sedang melanjutkan pendidikan pada jenjang doktoral.

Dari sisi sertifikasi, empat dosen tambahan telah memperoleh sertifikasi pendidik sehingga sekitar 70 persen dosen PoltekMu Makassar kini telah tersertifikasi.

Peningkatan kualitas tenaga pendidik tersebut diharapkan mampu memperkuat proses pembelajaran, pengembangan keilmuan, serta keterkaitan pendidikan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja.

Mustari menegaskan, peningkatan mutu pendidikan harus dilakukan secara berkelanjutan. Capaian akademik yang telah diperoleh menjadi dasar bagi institusi untuk terus memperbaiki kualitas pembelajaran dan menghasilkan lulusan yang semakin kompeten.

Adaptasi Teknologi dan Karakter Profesional

Selain kemampuan akademik dan keterampilan teknis, tantangan lulusan kesehatan juga berkaitan dengan perubahan teknologi yang berlangsung semakin cepat.

Dalam sambutannya, Wamen P2MI Dzulfikar Ahmad Tawalla mengingatkan para lulusan agar tidak berhenti belajar setelah memperoleh ijazah.

Ia menyoroti perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dan otomatisasi yang mulai memengaruhi berbagai bidang pekerjaan, termasuk pelayanan kesehatan.

Menurut Dzulfikar, lulusan perguruan tinggi harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan tersebut agar kompetensi yang dimiliki tetap relevan dengan kebutuhan industri dan pelayanan masyarakat.

Namun, ia juga mengingatkan bahwa penguasaan pengetahuan dan teknologi harus berjalan seiring dengan pembentukan karakter. Kejujuran, integritas, dan kemampuan membangun hubungan profesional menjadi bekal penting untuk bertahan dan berkembang dalam lingkungan kerja.

Pesan mengenai pentingnya integritas juga disampaikan Ketua Badan Pembina Harian PoltekMu Makassar, Prof Dr KH Arifuddin Ahmad, MAg.

Ia mengingatkan bahwa profesi di bidang kesehatan memiliki tanggung jawab besar karena berkaitan langsung dengan keselamatan manusia. Karena itu, lulusan dituntut mengintegrasikan ilmu pengetahuan, keterampilan, keimanan, dan akhlak dalam menjalankan profesinya.

Menurut Arifuddin, keberhasilan seseorang dalam dunia kerja tidak cukup ditentukan oleh kemampuan teknis. Profesionalisme juga harus ditunjukkan melalui tanggung jawab, kejujuran, dan kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan.

Dengan capaian akademik dan penguatan kualitas tenaga pendidik, PoltekMu Makassar memiliki modal untuk terus meningkatkan daya saing lulusan pendidikan vokasi kesehatan.

Peluang kerja internasional yang disampaikan Wamen P2MI sekaligus membuka wawasan baru bagi para lulusan bahwa keterampilan yang diperoleh selama pendidikan dapat menjadi bekal untuk mengembangkan karier melampaui batas wilayah.

Bagi PoltekMu Makassar, tantangan ke depan bukan hanya menghasilkan lulusan yang mampu menyelesaikan pendidikan dengan baik, melainkan juga memastikan mereka terus mengembangkan kompetensi, beradaptasi dengan teknologi, dan memiliki kesiapan untuk bersaing dalam dunia kerja yang semakin terbuka.

KAMPUS MUHAMMADIYAH DI SULSEL

  • Klik Banner ITKESMU SIDRAP

Leave a Reply