Scroll untuk baca artikel
PMB Unismuh
Jasa pembuatan website Lagomedia Indonesia
Berita

Diktilitbang PP Muhammadiyah Dorong PoltekMu Makassar Perkuat Kompetensi Lulusan dan Kemitraan Industri

×

Diktilitbang PP Muhammadiyah Dorong PoltekMu Makassar Perkuat Kompetensi Lulusan dan Kemitraan Industri

Share this article

KHITTAH.CO, MAKASSAR — Penguasaan keterampilan teknis semata tidak lagi cukup menjadi bekal lulusan pendidikan vokasi kesehatan dalam menghadapi perubahan dunia kerja. Pesatnya perkembangan teknologi pelayanan kesehatan menuntut tenaga profesional memiliki literasi digital, kemampuan komunikasi, keterampilan interpersonal, serta integritas dalam menjalankan profesi.

Pesan tersebut mengemuka dalam sambutan Anggota Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr Budhi Akbar, MSi, pada Wisuda Ke-8 Politeknik Muhammadiyah (PoltekMu) Makassar di Sandeq Ballroom Claro Hotel Makassar, Kamis (22/10/2026).

Di hadapan para wisudawan, Budhi menekankan pentingnya perguruan tinggi vokasi merespons perubahan kebutuhan tenaga kesehatan dengan memperkuat kualitas pembelajaran, meningkatkan kompetensi lulusan, serta membangun hubungan yang lebih erat dengan dunia kerja.

Ia menyoroti pentingnya “komunikasi secara aktif” dan “kemampuan interpersonal” sebagai bagian dari keterampilan yang harus dimiliki lulusan, selain penguasaan teknologi dan kompetensi sesuai bidang keahlian.

Menurut Budhi, perkembangan teknologi menghadirkan tantangan baru dalam pelayanan kesehatan. Tenaga profesional dituntut tidak hanya mampu mengoperasikan perangkat dan menjalankan prosedur teknis, tetapi juga bekerja sama, berkomunikasi, serta menunjukkan tanggung jawab terhadap keselamatan masyarakat.

Tantangan tersebut sekaligus menjadi perhatian bagi PoltekMu Makassar sebagai perguruan tinggi vokasi yang menyelenggarakan pendidikan pada bidang radiologi, teknologi laboratorium medis, teknologi elektromedis, dan sanitasi.

Dorong Peningkatan Kualitas Dosen dan Laboratorium

Budhi juga memberikan perhatian terhadap penguatan sumber daya manusia dan fasilitas pendidikan sebagai bagian dari upaya meningkatkan daya saing perguruan tinggi vokasi.

Dalam arahannya kepada pimpinan PoltekMu Makassar, ia menekankan pentingnya “meningkatkan kualifikasi dosen” dan memperkuat fasilitas laboratorium serta teknologi pembelajaran.

Penguatan tersebut dinilai penting karena pendidikan vokasi kesehatan membutuhkan keseimbangan antara penguasaan konsep akademik dan keterampilan praktik yang relevan dengan perkembangan pelayanan kesehatan.

Keberadaan laboratorium yang memadai memungkinkan mahasiswa mengembangkan keterampilan sesuai bidang keahlian, sedangkan peningkatan kompetensi dosen diperlukan untuk memastikan pembelajaran mampu mengikuti perubahan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Budhi juga mengingatkan perlunya pengembangan kurikulum yang responsif terhadap kebutuhan dunia kerja. Perguruan tinggi, menurut arahannya, perlu terus mengevaluasi relevansi materi pembelajaran dengan perkembangan teknologi dan kompetensi yang dibutuhkan dalam praktik profesional.

Kemitraan Industri Jadi Perhatian

Selain penguatan internal kampus, Budhi menyoroti pentingnya memperluas hubungan perguruan tinggi dengan pihak eksternal.

Ia secara khusus menyinggung hubungan dengan “dunia usaha, dunia industri, dan pemerintah” sebagai bagian dari agenda pengembangan pendidikan tinggi.

Kemitraan tersebut menjadi salah satu unsur penting untuk mendekatkan proses pembelajaran dengan kebutuhan dunia kerja, terutama pada pendidikan vokasi yang menekankan penguasaan keterampilan praktis.

Bagi PoltekMu Makassar, penguatan kerja sama dengan rumah sakit, fasilitas pelayanan kesehatan, laboratorium, dan sektor industri alat kesehatan berpotensi memperluas ruang pembelajaran serta pengembangan kompetensi mahasiswa.

Keempat program studi yang dimiliki PoltekMu Makassar juga mempunyai bidang keahlian yang saling melengkapi dalam mendukung pelayanan kesehatan.

Program Studi D3 Radiologi berkaitan dengan pemeriksaan pencitraan medis, D3 Teknologi Laboratorium Medis mendukung pemeriksaan diagnostik, D3 Teknologi Elektromedis berfokus pada teknologi peralatan kesehatan, sedangkan D3 Sanitasi berkontribusi dalam kesehatan lingkungan.

Karakteristik tersebut memperlihatkan pentingnya keterkaitan antara pembelajaran di kampus dan perkembangan kebutuhan fasilitas pelayanan kesehatan.

Luluskan 250 Mahasiswa, 80 Persen Tepat Waktu

Sementara itu, Direktur PoltekMu Makassar, Prof Dr KH Mustari Bosra, MA, mengungkapkan bahwa institusinya meluluskan 250 mahasiswa pada tahun 2026 ini.

Sebanyak 139 lulusan berasal dari D3 Radiologi, 58 lulusan dari D3 Teknologi Elektromedis, 40 lulusan dari D3 Teknologi Laboratorium Medis, dan 13 lulusan dari D3 Sanitasi.

Dari sisi capaian akademik, indeks prestasi kumulatif (IPK) rata-rata lulusan mencapai 3,64, sedangkan IPK tertinggi sebesar 3,97.

Sebanyak 80 persen lulusan juga berhasil menyelesaikan pendidikan tepat waktu, dengan masa studi rata-rata sekitar tiga tahun.

Mustari menegaskan bahwa capaian akademik harus dibarengi dengan kemampuan lulusan mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan dalam dunia kerja.

“Dalam pendidikan vokasi, keberhasilan tidak hanya diukur dari jumlah lulusan, tetapi juga dari kemampuan mereka menerapkan ilmu dan keterampilan dalam dunia kerja,” ujar Mustari.

Ia menyebutkan, alumni PoltekMu Makassar telah berkiprah di sejumlah rumah sakit, baik di wilayah Sulawesi Selatan maupun di luar provinsi tersebut.

Kiprah alumni tersebut menjadi salah satu gambaran penerapan kompetensi yang diperoleh selama pendidikan dalam lingkungan kerja profesional.

Tujuh Dosen Tempuh Pendidikan Doktoral

Penguatan kualitas pendidikan yang menjadi perhatian Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah juga sejalan dengan perkembangan kualifikasi tenaga pendidik PoltekMu Makassar.

Mustari mengungkapkan, dua dosen telah menyelesaikan pendidikan doktor atau strata tiga (S-3), sementara tujuh dosen lainnya sedang melanjutkan studi doktoral.

Selain itu, terdapat tambahan empat dosen yang memperoleh sertifikasi pendidik sehingga sekitar 70 persen dosen PoltekMu Makassar telah tersertifikasi.

Peningkatan kualifikasi akademik tersebut diharapkan mampu memperkuat kualitas pembelajaran, penelitian, serta relevansi pendidikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan dunia kerja.

“Kami menyadari bahwa peningkatan mutu merupakan proses keberlanjutan yang membutuhkan komitmen seluruh civitas akademika,” kata Mustari.

Menurut dia, capaian yang telah diperoleh harus menjadi dasar untuk terus melakukan pembenahan dan pengembangan institusi secara terencana.

Kompetensi Profesional Berbasis Nilai Keislaman

Di sisi lain, Budhi mengingatkan bahwa pengembangan pendidikan vokasi di lingkungan Muhammadiyah tidak dapat dilepaskan dari pembentukan karakter dan nilai-nilai keislaman.

Penguasaan ilmu pengetahuan dan keterampilan profesional perlu berjalan seiring dengan nilai kejujuran, amanah, tanggung jawab, serta kepedulian sosial.

Dalam konteks pelayanan kesehatan, nilai tersebut memiliki peran penting karena pekerjaan tenaga profesional berkaitan langsung dengan keselamatan dan kehidupan masyarakat.

Budhi juga menekankan perlunya internalisasi nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan dalam proses pembelajaran, penelitian, dan pelayanan profesional.

Dengan demikian, pendidikan vokasi kesehatan tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan lulusan yang menguasai keterampilan teknis, tetapi juga membentuk tenaga profesional yang memiliki integritas dan tanggung jawab sosial.

Bagi PoltekMu Makassar, pesan Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah menjadi dorongan untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan melalui penguatan dosen, laboratorium, teknologi pembelajaran, dan hubungan dengan dunia kerja.

Capaian akademik dan peningkatan kualitas sumber daya manusia yang telah diraih menjadi modal bagi PoltekMu Makassar untuk melanjutkan pengembangan pendidikan vokasi kesehatan.

Namun, tantangan sesungguhnya terletak pada kemampuan institusi memastikan seluruh proses pendidikan menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga adaptif terhadap teknologi, profesional dalam bekerja, dan mampu memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas kepada masyarakat.

KAMPUS MUHAMMADIYAH DI SULSEL

Leave a Reply