KHITTAH.CO, BEKASI — Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Jawa Barat, Inding Supriyatna, menekankan pentingnya kecintaan dan loyalitas kader terhadap organisasi dalam perjuangan Pemuda Muhammadiyah. Pesan tersebut disampaikan saat menutup kegiatan Baitul Arqam Dasar (BAD) 2026 Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kota Bekasi yang diikuti 46 perwakilan cabang dan ranting di Sekolah Alam Islami Muhammadiyah, Pondokgede, Kota Bekasi, Ahad, 1 November 2026.
Inding mengatakan, menjadi bagian dari organisasi perjuangan tidak cukup hanya bermodalkan semangat. Kader membutuhkan kecintaan, kesetiaan, dan kesediaan berkorban untuk menjaga keberlangsungan gerakan.
Dalam sambutannya, ia mengucapkan selamat kepada seluruh peserta yang telah mengikuti proses perkaderan sekaligus memilih Pemuda Muhammadiyah sebagai ruang perjuangan dan pengabdian.
Inding Supriyatna Ibaratkan Loyalitas Kader dengan Kisah Qais dan Layla
Untuk menggambarkan pentingnya kecintaan terhadap organisasi, Inding mengangkat kisah legendaris Qais dan Layla. Kisah tersebut menggambarkan ketulusan cinta yang tidak semata-mata didasarkan pada penilaian fisik atau penampilan lahiriah.
Dalam cerita tersebut, seorang khalifah mempertanyakan alasan Qais begitu mencintai Layla yang menurut penilaiannya memiliki paras biasa saja. Layla kemudian memberikan jawaban yang mengandung makna mendalam.
“Itu karena matamu yang melihatku, bukan mata Qais,” demikian jawaban Layla dalam kisah yang disampaikan Inding.
Melalui analogi tersebut, Inding mengajak kader Pemuda Muhammadiyah untuk mencintai organisasi berdasarkan nilai, ideologi, dan cita-cita perjuangan, bukan karena fasilitas, keuntungan materi, jabatan, ataupun popularitas.
Menurutnya, aktivitas organisasi memang dapat menyita waktu dan tenaga, bahkan tidak selalu memberikan keuntungan material. Namun, bagi kader yang memiliki kecintaan terhadap perjuangan, pengabdian justru menjadi bagian penting dari makna berorganisasi.
Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat agar kader tidak menjadikan organisasi sebagai sarana mencari kedudukan atau keuntungan pribadi, melainkan sebagai wadah pengabdian untuk umat dan masyarakat.
PDPM Bekasi Minta Kader Istiqamah dan Berkontribusi di Masyarakat
Ketua PDPM Kota Bekasi, M. Rizano Marsop, mengingatkan peserta agar menjadikan Baitul Arqam Dasar sebagai titik awal memperkuat komitmen dalam gerakan Muhammadiyah.
Ia menekankan pentingnya istiqamah, kemampuan berkolaborasi, serta kemauan untuk terus bertumbuh dan mengakar di tengah masyarakat.
Rizano berharap kader Pemuda Muhammadiyah tidak hanya aktif dalam kegiatan internal organisasi, tetapi juga mampu menghadirkan kontribusi nyata dalam kehidupan keagamaan, kebangsaan, dan kemasyarakatan.
“Pemuda Muhammadiyah harus menjadi ruang tumbuh bagi generasi muda Islam yang memiliki keteguhan ideologi, wawasan luas, dan semangat pengabdian kepada agama, bangsa, serta negara”, ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Panitia BAD 2026, Muhamad Raffti Rabbani, mengapresiasi antusiasme peserta selama mengikuti rangkaian perkaderan.
Ia mengatakan, peserta menunjukkan semangat belajar yang tinggi, terutama dalam memperdalam pemahaman tentang Muhammadiyah, mulai dari sejarah, ideologi, hingga organisasi dan gerakannya.
“Saya melihat peserta sangat antusias mendapatkan pengetahuan tentang bermuhammadiyah, bukan hanya dari satu aspek, melainkan berbagai aspek, baik secara umum maupun spesifik tentang organisasi Muhammadiyah. Selama kegiatan berlangsung, peserta juga saling bertukar informasi dan pengalaman,” ujar Raffti.
Ia bersyukur seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan baik berkat kerja sama panitia dan partisipasi aktif peserta.
Raffti berharap pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama perkaderan dapat diterapkan di lingkungan cabang dan ranting masing-masing.
“Semoga setelah kegiatan ini, teman-teman pemuda dari setiap cabang dan domisilinya dapat menerapkan ilmu yang diperoleh di tengah masyarakat. Kami juga berharap kekompakan dan silaturahmi yang telah terbentuk terus terjaga demi mewujudkan tujuan Muhammadiyah, yakni terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya,” tuturnya.
Baitul Arqam Dasar 2026 merupakan bagian dari program perkaderan dan rekrutmen anggota PDPM Kota Bekasi. Kegiatan ini dirancang untuk menanamkan nilai-nilai keislaman, ideologi Kemuhammadiyahan, serta komitmen berorganisasi kepada generasi muda.
Sebanyak 46 perwakilan cabang dan ranting dari berbagai wilayah di Kota Bekasi mengikuti kegiatan tersebut.
Melalui perkaderan ini, PDPM Kota Bekasi berharap lahir kader-kader yang tidak hanya memahami Muhammadiyah secara organisatoris, tetapi juga memiliki kecintaan, militansi, dan kesiapan menggerakkan dakwah serta pengabdian di tengah masyarakat.






















