Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita

Camat Bontotiro Ajak Mahasiswa PKN PoltekMu Tekan Stunting di Bulukumba

×

Camat Bontotiro Ajak Mahasiswa PKN PoltekMu Tekan Stunting di Bulukumba

Share this article

KHITTAH.CO, BULUKUMBA – Politeknik Muhammadiyah Makassar kembali menegaskan komitmennya sebagai mitra pemerintah dalam peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. Hal itu dengan menerjunkan ratusan mahasiswa melalui program Praktik Kerja Nyata (PKN) Angkatan VII tahun 2026.

Sebanyak 263 mahasiswa dari berbagai program studi resmi diserahkan untuk melaksanakan pengabdian di Kabupaten Bulukumba. Camat Bontotiro A. Alif Amri Rauf menerima dengan hangat di kantornya pada Senin, 6 April 2026.

Dalam sambutannya Camat mengajak mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu yang dimiliki dengan program-program PKN yang fokus utamanya pada upaya penekanan angka stunting yang masih menjadi tantangan di daerah tersebut.

Seremoni penyerahan dan penyambutan yang berlangsung di Aula Kantor Camat itu juga dihadiri kepala kelurahan, para kepala desa, dan perangkat desa se-Kecamatan Bontotiro. Turut hadir Ketua Panitia, para dosen pembimbing lapangan, serta panitia pelaksana PoltekMu Makassar.

Kehadiran berbagai unsur pemerintahan ini menjadi sinyal kuat adanya kolaborasi lintas sektor dalam menyukseskan program pengabdian mahasiswa.

Kegiatan PKN tahun ini dipusatkan di dua wilayah, yakni Kecamatan Bontotiro dan Kecamatan Bonto Bahari, yang akan berlangsung selama hampir tiga pekan, mulai 6 hingga 25 April 2026.

Para mahasiswa yang terlibat berasal dari beragam disiplin ilmu, seperti D3 Radiologi, D3 dan D4 Teknik Elektromedis, D3 dan D4 Teknologi Laboratorium Medis, serta D3 Sanitasi. Kombinasi keilmuan ini diharapkan mampu menjawab berbagai persoalan kesehatan masyarakat secara komprehensif.

Wakil Direktur I Bidang Akademik Politeknik Muhammadiyah Makassar, A.M. Fadhil Hayat, dalam sambutannya menekankan pentingnya kemampuan adaptasi mahasiswa di tengah masyarakat yang memiliki latar belakang budaya, suku, dan bahasa yang beragam.

Ia mengingatkan bahwa waktu pengabdian yang relatif singkat menuntut mahasiswa untuk bergerak cepat, membangun komunikasi, dan memahami kebutuhan riil masyarakat.

“Mahasiswa harus mampu menjadi bagian dari masyarakat, bukan sekadar datang menjalankan program. Di sinilah nilai pengabdian itu diuji,” ujar dia.

Ia juga memastikan bahwa mahasiswa tidak dilepas begitu saja, melainkan akan didampingi oleh dosen pembimbing lapangan yang melakukan supervisi serta panitia pendamping untuk memastikan seluruh program berjalan sesuai rencana.

Setiap desa dan kelurahan diproyeksikan akan menerima 13 hingga 15 mahasiswa yang diharapkan mampu membangun kedekatan sosial dengan masyarakat setempat.

Fadhil turut menyampaikan apresiasi atas sambutan pemerintah kecamatan dan desa yang dinilai sangat terbuka. Ia juga menginformasikan bahwa Direktur Politeknik Muhammadiyah Makassar yang berhalangan hadir karena tugas luar kota, dijadwalkan akan melakukan peninjauan langsung dalam dua hingga tiga pekan ke depan.

Di sisi lain, Camat Bontotiro, A. Alif Amri menyambut hangat kehadiran mahasiswa PKN dan menyebutnya sebagai energi baru bagi desa. Ia menggambarkan Kecamatan Bontotiro sebagai wilayah yang terdiri dari 1 kelurahan dan 12 desa dengan karakter masyarakat religius dan memiliki tradisi pendidikan yang kuat.

“Kami sangat mengapresiasi kehadiran mahasiswa. Pemerintah desa siap memfasilitasi seluruh program kerja yang telah disusun agar dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata,” ungkap dja

Lebih jauh, ia menekankan pentingnya integrasi antara program mahasiswa dengan program desa, khususnya di bidang kesehatan. Pemerintah desa, kata dia, siap membantu dalam proses sosialisasi kepada masyarakat guna meningkatkan kualitas kesehatan secara menyeluruh.

Persoalan stunting menjadi salah satu fokus utama dalam kolaborasi ini. Dengan prevalensi sekitar 25 persen yang masih tersebar di seluruh desa, pemerintah menargetkan adanya penurunan sebesar 8 persen melalui sinergi berbagai pihak, termasuk mahasiswa PKN.

Mahasiswa diharapkan tidak hanya hadir sebagai peserta akademik, tetapi juga sebagai agen perubahan yang mampu memberikan edukasi kepada masyarakat, memperkuat program Posyandu, serta mendorong perbaikan pola asuh di tingkat keluarga.

“Pendekatan pola asuh dan penguatan Posyandu era baru menjadi prioritas. Ini sangat relevan dengan kompetensi mahasiswa, sehingga teori yang diperoleh di bangku kuliah dapat langsung diimplementasikan di lapangan,” jelas Camat.

Ia juga membuka ruang komunikasi seluas-luasnya bagi mahasiswa untuk berkoordinasi dengan pemerintah desa apabila menghadapi kendala selama pelaksanaan program kerja.

Dengan semangat kolaborasi dan pengabdian, kehadiran ratusan mahasiswa ini diharapkan tidak hanya menjadi rutinitas akademik semata, tetapi mampu meninggalkan jejak perubahan nyata di tengah masyarakat. (Arya)

KAMPUS MUHAMMADIYAH DI SULSEL

Leave a Reply