KHITTAH.CO, MAKASSAR — Syawalan 1447 Hijriah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan tidak hanya menjadi ajang silaturahmi pasca-Ramadhan, tetapi juga menjadi panggung penggalangan dana untuk pembangunan Gedung Pusat Pengembangan SDM PWM Sulsel, Sabtu, 28 Maret 2026, di Halaman Pusat Dakwah Muhammadiyah Sulawesi Selatan.
Penggalangan dana itu dipandu Wakil Ketua PWM Sulsel Dr Dahlan Lama Bawa. Dari atas panggung, ia mengajak ribuan peserta Syawalan untuk meneguhkan kebersamaan persyarikatan melalui infaq bersama bagi pembangunan gedung yang diproyeksikan menjadi pusat pengembangan sumber daya manusia Muhammadiyah Sulawesi Selatan.
Ajakan itu diperkuat dengan yel-yel yang ditampilkan di layar belakang panggung. Tiga kalimat utama menjadi penegas suasana acara. Pertama, “Syawalan: Teguhkan Silaturrahim, Satu Musuh Terlalu Banyak, Seribu Kawan Terlalu Sedikit.” Kedua, “Syawalan: Membangun Gedung SDM Muhammadiyah, Insya Allah Kita Bisa.” Ketiga, Syawalan: Infaqku, Infaqmu, dan Infaq Kita Semua. Ayo Kumpulkan. Allahu Akbar.”
Di tengah suasana Syawalan yang dihadiri pimpinan Muhammadiyah dan ’Aisyiyah, unsur pemerintah daerah, pimpinan amal usaha, serta warga persyarikatan dari berbagai daerah, yel-yel itu memberi arah yang jelas bahwa forum tersebut tidak berhenti pada temu sosial dan seremonial keagamaan. Dari panggung yang sama, Muhammadiyah Sulsel mengaitkan silaturahmi dengan kerja kelembagaan yang konkret.
Dahlan Lama Bawa kemudian mengajak peserta menyalurkan infaq melalui kotak celengan yang diedarkan panitia. Selain itu, panitia juga menyiapkan kode QRIS agar peserta dapat berpartisipasi secara digital. Pola penggalangan seperti ini memperlihatkan dua hal sekaligus: semangat gotong royong yang tetap dijaga melalui cara-cara konvensional, dan keterbukaan terhadap sistem pembayaran yang lebih praktis dan sesuai dengan kebiasaan baru masyarakat.
Dalam penggalangan dana tersebut, panitia juga menyertakan penjualan buku berjudul “Tauhid sebagai Energi Spiritual dan Sosial Muhammadiyah” sebagai salah satu instrumen donasi pembangunan gedung. Dengan cara itu, sumbangan bagi pembangunan tidak hanya dikumpulkan melalui infak langsung, tetapi juga melalui pembelian karya intelektual yang lahir dari lingkungan persyarikatan sendiri.
Kehadiran buku itu memberi lapis makna tambahan pada penggalangan dana. Di satu sisi, ia menjadi bagian dari ikhtiar menghimpun dukungan material bagi pembangunan Gedung Pusat Pengembangan SDM PWM Sulsel. Di sisi lain, ia memperlihatkan bahwa gerak Muhammadiyah tidak hanya bertumpu pada pembangunan fisik, tetapi juga pada produksi gagasan yang menopang arah gerakan.
Pengumpulan dana untuk pembangunan gedung tersebut menjadi bagian penting dari rangkaian Syawalan tahun ini. Gedung Pusat Pengembangan SDM PWM Sulsel dipandang sebagai infrastruktur strategis bagi persyarikatan, bukan hanya sebagai bangunan fisik, tetapi juga sebagai ruang untuk menyiapkan kader, memperkuat kapasitas organisasi, dan menopang kerja-kerja Muhammadiyah di Sulawesi Selatan dalam jangka panjang.
Penggalangan dana di forum Syawalan memberi makna tambahan pada pertemuan tahunan itu. Silaturahmi tidak dibiarkan berhenti pada jabat tangan dan saling memaafkan, tetapi diterjemahkan ke dalam dukungan nyata bagi pembangunan amal usaha. Dari panggung Syawalan, Muhammadiyah Sulsel memperlihatkan bahwa kebersamaan warga persyarikatan dapat diubah menjadi energi kolektif untuk membangun lembaga.
Bagi para pembaca yang ingin mendukung pembangunan Gedung Pusat Pengembangan SDM Muhammadiyah Sulsel dapat menyalurkan donasi melalui Nomor Rekening BSN/BTN Syariah, 2818111912 a.n. Pembangunan PWM Sulsel. Bukti donasi dapat dikirimkan melalui 081340868789.





















