Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita

Di Tengah Ujian Madrasah, Santri MA Muhammadiyah Punnia Ikuti Pelatihan MC dan Moderator

×

Di Tengah Ujian Madrasah, Santri MA Muhammadiyah Punnia Ikuti Pelatihan MC dan Moderator

Share this article

KHITTAH.CO, Pinrang — Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) MA Muhammadiyah Punnia Pinrang menggelar pelatihan public speaking bagi santri kelas X dan XI selama sepekan, 6–13 April 2026. Kegiatan ini berlangsung di tengah pelaksanaan Ujian Madrasah bagi kelas XII.

Pelatihan bertema “Speak With Confidence, Lead With Excellence” tersebut difokuskan pada peningkatan keterampilan menjadi Master of Ceremony (MC) dan moderator. Kegiatan ini digelar sebagai upaya memanfaatkan waktu luang santri selama proses ujian berlangsung, di mana aktivitas belajar mengajar ditiadakan.

Ketua panitia menyebutkan, pelatihan ini bertujuan membekali santri dengan kemampuan komunikasi yang baik, terutama dalam memandu acara dan diskusi secara profesional.

Narasumber yang dihadirkan, Muhammad Tangge Said, M.Pd., memberikan materi terkait teknik dasar MC dan moderator, mulai dari penyusunan naskah, penguasaan audiens, hingga pentingnya artikulasi dan kepercayaan diri saat berbicara di depan publik.

“Seorang MC dan moderator harus mampu mengatur alur acara dengan baik serta menjaga interaksi dengan audiens,” ujarnya dalam sesi pelatihan.

Seluruh peserta tampak antusias mengikuti kegiatan, baik saat penyampaian materi maupun praktik langsung. Para santri diberi kesempatan tampil untuk melatih kemampuan berbicara di depan umum.

Kepala MA Muhammadiyah Punnia Pinrang, Nasmiati, S.Pd., M.A., menilai kegiatan tersebut sebagai bagian dari pembinaan karakter santri.

“Ini bukan sekadar pengisi waktu, tetapi upaya membentuk santri yang percaya diri, komunikatif, dan siap tampil memimpin kegiatan,” katanya.

Hal senada disampaikan Direktur Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Punnia, A. Syamiluddin, S.Pd. Ia mengapresiasi inisiatif OSIM dalam menghadirkan kegiatan yang mendukung pengembangan soft skill santri.

Menurutnya, kemampuan public speaking menjadi bekal penting bagi santri di masa depan, selain penguasaan ilmu agama dan akademik.

Melalui pelatihan ini, OSIM berharap santri mampu meningkatkan kepercayaan diri serta keterampilan komunikasi, sehingga dapat tampil sebagai generasi yang unggul dan berdaya saing.

 

KAMPUS MUHAMMADIYAH DI SULSEL

Leave a Reply