Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita

Dosen PoltekMu Raih Pendanaan BIMA, Bukti Konsistensi Riset

×

Dosen PoltekMu Raih Pendanaan BIMA, Bukti Konsistensi Riset

Share this article

KHITTAH.CO, Makassar — PoltekMu Makassar kembali mencatatkan capaian dalam bidang penelitian melalui skema Pendanaan Penelitian BIMA Kemendiktisaintek Tahun 2025.

Capaian ini menunjukkan bahwa upaya membangun budaya riset di lingkungan kampus terus berjalan.

Direktur PoltekMu, Mustari Bosra menyampaikan, sebagai perguruan tinggi vokasi, PoltekMu berkomitmen menjalankan caturdarma, salah satunya melalui penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) PoltekMu, berbagai proses pendampingan dan penguatan proposal terus dilakukan agar dosen mampu bersaing di tingkat nasional.

Tahun ini, sejumlah dosen berhasil lolos pendanaan, yaitu Nurul Jannah Jamal (Peneliti Dosen Pemula/PDP), Dewi Arisanti (PDP), dan Nurul Auliya Hasbi (Kerjesama antar Perguruan Tinggi/ KPT).

Salah satu dosen yang lolos, Nurul Auliya Hasbi menyampaikan bahwa capaian ini menjadi bagian dari upaya membangun kolaborasi riset yang lebih luas.

“Alhamdulillah, ini menjadi peluang bagi kami untuk memperkuat kerja sama antar-perguruan tinggi, khususnya dalam pengembangan riset di bidang kesehatan,” ujar dia.

Dosen D4 Teknologi Radiologi dan Pencitraan (TRP) itu menyampaikan, fokus penelitian ke depan diarahkan pada pengembangan inovasi yang tidak hanya bernilai akademik, tetapi juga memiliki dampak praktis.

Ia mengungkapkan, dukungan kampus menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan ini.

Hal serupa disampaikan oleh Ketua Prodi D4 TRP yang juga lolos pendanaan BIMA, Nurul Jannah Jamal.

Ia menilai hibah PDP yang diperoleh menjadi langkah awal yang baik, khususnya bagi program studi yang masih tergolong baru di PoltekMu.

“Hibah ini adalah bentuk kepercayaan. Kami berharap penelitian yang kami lakukan bisa berkembang menjadi riset yang berkualitas dan memberi kontribusi, terutama di bidang pencitraan radiologi dan kesehatan,” ungkap dia.

Capaian ini diharapkan dapat mendorong lebih banyak dosen dan mahasiswa untuk terlibat dalam kompetisi riset nasional. Upaya membangun tradisi akademik yang kuat tentu membutuhkan proses, tetapi langkah-langkah kecil seperti ini menjadi bagian penting dari arah tersebut.

Sementara itu, Dosen D3 TLM PoltekMu Makassar, Dewi Arisanti juga menyampaikan rasa syukur atas capaian yang diraih. Ia menuturkan bahwa proses penyusunan proposal membutuhkan waktu, fokus, dan konsistensi di tengah aktivitas mengajar.

“Alhamdulillah, saya bersyukur atas amanah ini. Perjalanan menyusun proposal tidak instan. Di sela kesibukan mengajar, ada proses diskusi, penelusuran literatur, dan tentu doa yang menyertai,” ujar dia.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kemendiktisaintek serta dukungan dari lingkungan kampus. “Terima kasih kepada Politeknik Muhammadiyah Makassar, rekan-rekan dosen, dan LPPM atas dukungan dan pendampingannya. Lingkungan yang suportif sangat berpengaruh dalam proses ini,” tambah dia.

Menurut Dewi, penelitian yang diperoleh bukan sekadar capaian, tetapi juga tanggung jawab. Ia berharap hasil risetnya dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan.

Capaian ini diharapkan dapat mendorong lebih banyak dosen dan mahasiswa untuk terlibat dalam kompetisi riset nasional. Upaya membangun tradisi akademik yang kuat tentu membutuhkan proses, tetapi langkah-langkah seperti ini menjadi bagian penting dari arah tersebut.

KAMPUS MUHAMMADIYAH DI SULSEL

  • Klik Banner UIAD

Leave a Reply