
Khittah.co, Makassar— Kolaborasi empat perguruan tinggi menyelenggarakan bimbingan teknis (bimtek) bagi calon dan kepala laboratorium sekolah dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat kompetensi manajerial dan teknis kepala laboratorium agar adaptif terhadap perkembangan teknologi pendidikan dan dinamika kurikulum.
Empat perguruan tinggi yang terlibat dalam bimtek ini adalah Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA) Jakarta, Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh Makassar ), dan Universitas Muhammadiyah Metro (Lampung). Kegiatan dilaksanakan secara daring dengan pusat koordinasi di UHAMKA Jakarta pada Selasa, 27 Januari 2026.
Sekretaris Laboratorium Terpadu Unismuh Makassar Prof. Dr. Nurlina menjelaskan bahwa bimtek ini dirancang sebagai forum pembaruan pengetahuan sekaligus ruang berbagi praktik baik pengelolaan laboratorium sekolah.
“Peserta tidak hanya memperoleh penguatan teknis, tetapi juga berbagi pengalaman pengelolaan laboratorium di institusi masing-masing. Materi yang disampaikan berkaitan langsung dengan manajemen dan penataan laboratorium,” ujar Prof. Nurlina.
Dalam kegiatan ini, Unismuh Makassar menghadirkan tujuh dosen sebagai narasumber, yakni Prof. Dr. Nurlina, Dr. Andi Husniati, M.Pd., Dr. Ma’ruf, M.Pd., Dr. Fatmawati A. Mappasere, M.Si., Dr. Ir. Harnita Agusanty, M.Si., Dr. Dewi Hikmah Marisda, M.Pd., serta Ir. Adriani, S.T., M.T.
Pembukaan bimtek dihadiri Rektor Unismuh Makassar, Wakil Rektor I Unismuh Makassar, Dekan FKIP UHAMKA Jakarta, Dekan FKIP Universitas Muhammadiyah Metro Lampung, perwakilan pimpinan UPI Bandung, para narasumber, serta seluruh peserta bimtek.
Rektor Unismuh Makassar, Dr. Abdul Rakhim Nanda, dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi lintas perguruan tinggi dalam meningkatkan mutu pengelolaan laboratorium sekolah.
“Kolaborasi antarinstitusi seperti ini menjadi kekuatan untuk mempercepat peningkatan kompetensi kepala laboratorium. Bimtek ini bukan hanya transfer pengetahuan dari narasumber, tetapi juga ruang berbagi pengalaman antarpeserta meski berada di lokasi berbeda,” kata Abdul Rakhim.
Ia menambahkan bahwa laboratorium memiliki peran strategis dalam mendukung pembelajaran berbasis praktik dan riset di sekolah. Oleh karena itu, kepala laboratorium dituntut memiliki kemampuan manajerial, penguasaan teknis, serta visi pengembangan yang berkelanjutan.
Sementara itu, penjelasan teknis pelaksanaan bimtek disampaikan oleh Suhara dari UPI Bandung. Ia memaparkan mekanisme kegiatan yang meliputi pre-test, pemaparan materi, diskusi, hingga post-test sebagai evaluasi akhir.
Menurut Dr. Suhara, M.Pd materi bimtek mencakup pengelolaan alat dan bahan laboratorium, penyusunan standar operasional prosedur (SOP), keselamatan kerja, pemanfaatan virtual tour laboratory, serta pengembangan laboratorium sekolah yang berkelanjutan. Kegiatan berlangsung selama empat hari dengan beban minimal 85 jam pelatihan, disertai tugas mandiri yang harus diselesaikan peserta dalam waktu satu bulan sebelum sertifikat diterbitkan.
Melalui bimtek ini, penyelenggara berharap terbentuk jejaring kepala laboratorium sekolah yang kompeten dan adaptif. Kolaborasi antarinstitusi dinilai menjadi langkah strategis dalam meningkatkan mutu pengelolaan laboratorium sekolah di Indonesia.





















