
KHITTAH.CO, SELAYAR – Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PC IMM) menggelar Darul Arqam Dasar (DAD) di Institut Teknologi Sains dan Bisnis Muhammadiyah (ITSBM) pada 10-14 Februari 2025. Penyelenggara optimis bakal melahirkan generasi baru yang bakal menjadi motor penggerak kemajuan di Selayar.
Diketahui, DAD itu merupakan program kolaborasi dari Pimpinan Komisariat (Pikom) Kewirausahaan, Pikom Ilmu Komputer, Pikom Administrasi Kesehatan, dan Pikom Teknologi Hasil Perikanan.
Seluruh peserta yang hadir merupakan representasi dari berbagai program studi yang ada di ITSBM Selayar.
Dalam sambutannya, Ketua PC IMM Kepulauan Selayar, Wiwi Nur Anggraini menyebut peserta DAD itu bakal diperkuat pemahaman dan komitmen mereka menjalankan visi dan misi organisasi.
“Konsepnya adalah memperkuat pemahaman dan komitmen para kader dalam menjalankan nilai-nilai dasar organisasi. Harapannya, kader-kader IMM yang lahir dari pengkaderan ini tidak hanya unggul dalam aspek akademis, tetapi juga religius dan humanis, sehingga mampu menjadi patron pergerakan mahasiswa baik di lingkungan ITSBM maupun di luar kampus,” ungkap dia.
Kegiatan ini bertujuan membentuk karakter kepemimpinan yang berlandaskan pada nilai-nilai Islam, memperkuat jiwa perjuangan, serta menanamkan semangat kebersamaan di antara kader.
Melalui berbagai materi dan diskusi yang diberikan, Wiwi mengharapkan kader IMM dapat memahami perannya sebagai agen perubahan dan mampu mengaktualisasikan nilai-nilai IMM dalam kehidupan sehari-hari.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta mendapatkan berbagai materi, mulai dari dasar-dasar IMM, pemahaman ideologi Muhammadiyah, kepemimpinan, hingga strategi gerakan mahasiswa.
Dalam sesi refleksi, beberapa peserta menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan ini. Mereka merasa mendapatkan wawasan yang lebih luas terkait peran dan tanggung jawab kader IMM di era modern.
Dengan terselenggaranya DAD ini, Wiwi berharap dapat mencetak kader-kader yang tidak hanya aktif dalam organisasi, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Ia juga menegaskan bahwa pengkaderan ini harus mampu melahirkan kader yang dapat menjadi contoh bagi organisasi kepemudaan lainnya dalam hal dedikasi, intelektualitas, dan komitmen terhadap nilai-nilai keislaman serta kebangsaan.