KHITTAH.CO, MAKASSAR — Setelah berlangsung selama tiga hari dalam suasana Ramadan, Liga Ramadan Pemuda Muhammadiyah Makassar Vol II resmi berakhir pada Ahad, 15 Maret 2026, di Lapangan Mini Soccer Satria 81, Sungguminasa, Gowa. Turnamen yang diikuti delapan tim ini melahirkan Interisti FC sebagai juara pertama, disusul The Teacher FC sebagai juara kedua, dan DOKAR FC sebagai juara ketiga.
Kompetisi yang digagas oleh Bidang Olahraga Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PD PM) Makassar tersebut menjadi ruang pertemuan berbagai komunitas sepakbola di Kota Makassar. Tidak hanya kader organisasi, sejumlah komunitas profesi dan penggemar sepakbola juga ikut ambil bagian dalam turnamen ini.
Interisti FC, yang keluar sebagai juara pertama, merupakan komunitas pecinta klub sepakbola Italia Inter Milan yang aktif di Makassar. Sementara The Teacher FC, yang meraih posisi kedua, dihuni oleh para guru dari berbagai sekolah di Kota Makassar. Adapun DOKAR FC, yang menempati posisi ketiga, merupakan komunitas yang terdiri dari dosen dan karyawan Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh).
Selain penghargaan tim, panitia juga menetapkan sejumlah penghargaan individu. Predikat top skor diraih Ezran dari Interisti FC dengan torehan 5 gol. Penghargaan best keeper diberikan kepada Alfian dari The Teacher FC, sedangkan penghargaan best player diraih Ardan dari Nopalthree.
Penyerahan piala dan piagam penghargaan dilakukan pada penutupan turnamen. Piala dan piagam juara pertama diserahkan langsung oleh Ketua PD Pemuda Muhammadiyah Makassar, Muhammad Fauzan. Sementara juara kedua diserahkan oleh Ketua Panitia Syahban Nur, dan juara ketiga diserahkan oleh Bendahara PDPM Makassar Rahmat Sasmita.
Ruang Silaturahmi dan Sportivitas
Ketua PD Pemuda Muhammadiyah Makassar, Muhammad Fauzan, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim peserta dan panitia yang telah menyukseskan kegiatan tersebut. Ia menilai Liga Ramadan tidak hanya menghadirkan kompetisi olahraga, tetapi juga mempertemukan berbagai komunitas dalam suasana kebersamaan.
“Kami bersyukur Liga Ramadan ini berjalan dengan baik. Yang terpenting bukan hanya siapa yang menjadi juara, tetapi bagaimana kegiatan ini mempertemukan banyak komunitas, mempererat silaturahmi, dan menghadirkan suasana sportivitas di bulan Ramadan,” ujar Fauzan.
Menurutnya, sepakbola dapat menjadi medium yang efektif untuk membangun solidaritas sosial di kalangan anak muda sekaligus menghadirkan wajah dakwah yang lebih menggembirakan.
“Melalui kegiatan seperti ini, Pemuda Muhammadiyah ingin menunjukkan bahwa dakwah juga bisa hadir melalui aktivitas positif seperti olahraga. Anak-anak muda berkumpul, berkompetisi secara sehat, dan tetap menjaga persaudaraan,” tambahnya.
Kompetisi Padat Selama Tiga Hari
Ketua Panitia Liga Ramadan PMM Makassar, Syahban Nur, menjelaskan bahwa turnamen ini berlangsung selama tiga hari dengan total 28 pertandingan yang dimainkan oleh delapan tim peserta.
Menurut Syahban, format pertandingan yang padat menjadi tantangan tersendiri bagi seluruh tim, karena setiap laga berlangsung dalam waktu singkat sehingga menuntut konsentrasi dan kedisiplinan tinggi.
“Kompetisi ini memang dirancang padat agar semua tim mendapat kesempatan bermain yang cukup. Setiap pertandingan menuntut fokus dan kerja sama tim yang baik,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah menjaga sportivitas selama turnamen berlangsung.
“Kami sangat mengapresiasi seluruh tim yang bertanding dengan penuh semangat tetapi tetap menjunjung tinggi sportivitas. Ini yang paling penting dari kegiatan olahraga seperti ini,” kata Syahban.
Agenda Silaturahmi Ramadan
Selain pertandingan sepakbola, Liga Ramadan juga dirangkaikan dengan kegiatan buka puasa bersama yang semakin memperkuat suasana kebersamaan di antara peserta dan panitia.
Bagi Pemuda Muhammadiyah Makassar, kegiatan ini diharapkan menjadi agenda tahunan yang terus berkembang dan mampu mempertemukan lebih banyak komunitas di masa mendatang.
Turnamen ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan berbagai latar belakang profesi, mulai dari komunitas pecinta klub sepakbola internasional, para guru, hingga dosen dan tenaga kependidikan.
Dengan berakhirnya Liga Ramadan PMM Makassar Vol II, Pemuda Muhammadiyah berharap semangat kebersamaan, sportivitas, dan silaturahmi yang terbangun selama turnamen dapat terus terjaga, bahkan melampaui lapangan pertandingan.





















