Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita

Kemendikdasmen Pacu Transformasi Pendidikan Bermutu dari Hulu ke Hilir

×

Kemendikdasmen Pacu Transformasi Pendidikan Bermutu dari Hulu ke Hilir

Share this article

KHITTAH.CO, JAKARTA – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan bahwa upaya menghadirkan pendidikan bermutu tidak bisa dikerjakan melalui satu kebijakan tunggal. Pemerintah memilih menempuh berbagai strategi secara simultan, mulai dari perbaikan sarana dan prasarana, penguatan kualitas guru, digitalisasi pembelajaran, pembaruan pendekatan belajar, hingga penanaman karakter peserta didik.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Prof. Abdul Mu’ti menempatkan agenda pendidikan bermutu sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia unggul. Karena itu, pembenahan pendidikan, menurut dia, tidak cukup hanya berbicara tentang kurikulum atau capaian akademik, tetapi juga menyangkut ekosistem pembelajaran yang mendukung kinerja sekolah secara optimal dan mendorong peserta didik berkembang secara utuh.

Salah satu langkah yang kini digenjot ialah revitalisasi satuan pendidikan. Pemerintah pada 2025 mengalokasikan anggaran Rp 16,9 triliun untuk pembangunan pendidikan melalui berbagai program sarana dan prasarana. Intervensi itu mencakup pembangunan unit sekolah baru, tambahan ruang kelas, perpustakaan, toilet, laboratorium, serta fasilitas penunjang lain di 16.167 satuan pendidikan di berbagai daerah.

Bagi Abdul Mu’ti, perbaikan fisik sekolah tetap menjadi fondasi penting dalam meningkatkan mutu pendidikan. Keterbatasan ruang kelas yang layak, sanitasi yang memadai, serta fasilitas belajar dasar menjadi hambatan dalam mewujudkan proses pendidikan yang setara. Karena itu, penguatan infrastruktur ditempatkan sebagai langkah awal untuk memperkecil kesenjangan mutu antardaerah.

Namun, Kemendikdasmen tidak berhenti pada pembangunan fisik. Pemerintah juga memperluas pemanfaatan teknologi pembelajaran di sekolah melalui distribusi Interactive Flat Panel atau papan interaktif digital. Hingga 2025, perangkat ini telah digunakan di sekitar 288 ribu satuan pendidikan. Program tersebut tidak hanya menyediakan perangkat, tetapi juga diikuti pelatihan guru, dukungan laptop, dan penyediaan materi pembelajaran digital.

Arah kebijakan ini menunjukkan bahwa digitalisasi pendidikan tidak dipahami semata sebagai pengadaan teknologi, melainkan sebagai upaya mengubah pengalaman belajar di kelas agar lebih interaktif, adaptif, dan relevan dengan perkembangan zaman. Dalam kerangka itu, guru tetap memegang peran sentral, sementara teknologi berfungsi sebagai penguat proses pembelajaran.

Program Peningkatan Kualitas Pendidikan

Di saat yang sama, Abdul Mu’ti juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas pembelajaran. Pemerintah mendorong strategi pembelajaran mendalam atau deep learning sebagai bagian dari perbaikan proses belajar mengajar. Bersamaan dengan itu, pelatihan guru terus diperluas, termasuk untuk memperkuat kompetensi digital melalui pembelajaran koding dan kecerdasan buatan, serta peningkatan kemampuan bahasa Inggris.

Langkah ini memperlihatkan bahwa Kemendikdasmen berupaya merespons dua tuntutan sekaligus. Di satu sisi, sekolah dituntut tidak kehilangan fungsi dasarnya dalam membangun nalar, karakter, dan kemampuan dasar peserta didik. Di sisi lain, sekolah juga harus menyiapkan peserta didik menghadapi perubahan besar akibat teknologi dan pergeseran kebutuhan dunia kerja.

Dalam pandangan Abdul Mu’ti, pendidikan bermutu juga tidak dapat dipisahkan dari pembentukan karakter. Karena itu, kementerian mengembangkan sejumlah program yang diarahkan untuk menanamkan kebiasaan baik sejak dini. Program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dan Pagi Ceria, misalnya, didorong sebagai bagian dari pembiasaan sebelum kegiatan belajar dimulai. Melalui kegiatan seperti menyanyikan lagu Indonesia Raya, senam, dan doa bersama, sekolah diarahkan tidak hanya menjadi ruang transfer pengetahuan, tetapi juga ruang pembentukan watak, disiplin, dan kebersamaan.

Penguatan karakter itu juga hendak dipertegas melalui rencana pembacaan Ikrar Pelajar Indonesia dalam upacara sekolah. Bagi Kemendikdasmen, pendidikan yang bermutu bukan hanya melahirkan anak yang cakap secara akademik, tetapi juga pelajar yang memiliki komitmen moral, menghormati orang tua dan guru, hidup rukun, serta mencintai tanah air.

Di luar ruang kelas, mutu pendidikan juga dipandang terkait erat dengan kondisi dasar peserta didik. Karena itu, Abdul Mu’ti menilai dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis menjadi bagian penting dari ekosistem pendidikan. Peserta didik yang sehat dan gizinya tercukupi dinilai memiliki kesiapan belajar yang lebih baik. Data pemerintah menunjukkan lebih dari 49 juta peserta didik, atau sekitar 93 persen dari total peserta didik nasional, telah menerima manfaat program tersebut.

Apresiasi Pakar Pendidikan

Pakar pendidikan dari UIN Alauddin Makassar, Dr. Eka Damayanti S.Psi., M.A., mengapresiasi arah kebijakan Kemendikdasmen yang dinilainya semakin menunjukkan keseriusan dalam membangun mutu pendidikan secara menyeluruh. Eka yang sekaligus Ketua Asosiasi Psikologi Pendidikan Indonesia (APPI) Wilayah Sulawesi menilai, langkah kementerian kini tidak lagi bertumpu pada satu aspek, melainkan bergerak secara simultan melalui penguatan sarana dan prasarana, digitalisasi pembelajaran, peningkatan kompetensi guru, hingga pembentukan karakter peserta didik..

“Saya melihat ada gebrakan yang cukup kuat dari Kemendikdasmen. Pendidikan bermutu memang tidak bisa diwujudkan hanya dengan satu program, tetapi harus melalui orkestrasi kebijakan yang saling menopang. Karena itu, penguatan infrastruktur, peningkatan kapasitas guru, pemanfaatan teknologi, dan peneguhan pendidikan karakter patut diapresiasi sebagai wujud keseriusan negara dalam meningkatkan kualitas pendidikan,” ujar Eka, saat dikonfirmasi Khittah, Kamis, 9 April 2026.

Kerja Besar Masih Membentang

Dengan demikian, arah kebijakan Kemendikdasmen menunjukkan satu hal yang cukup jelas: peningkatan mutu pendidikan kini sedang didekati secara lebih menyeluruh. Pemerintah tampaknya ingin keluar dari pola lama yang terlalu sering memisahkan urusan gedung, urusan guru, urusan teknologi, dan urusan karakter. Kini, semuanya dirangkai dalam satu kerangka yang melihat kualitas pendidikan sebagai hasil dari banyak faktor yang saling bertaut.

Meski begitu, pekerjaan besar masih membentang. Tantangan pemerataan mutu antardaerah, kesenjangan infrastruktur, kesiapan dan distribusi guru, serta kualitas tata kelola pendidikan belum sepenuhnya teratasi. Dalam berbagai kesempatan, pemerintah sendiri mengakui bahwa distribusi guru, pengembangan kompetensi, dan kapasitas pemerintah daerah masih menjadi pekerjaan rumah yang serius.

Karena itulah, Kemendikdasmen juga menekankan pentingnya sinergi pemerintah pusat dan daerah. Dalam berbagai pembahasan kebijakan, kementerian mendorong agar penguatan pendidikan tidak berhenti di tingkat perencanaan pusat, tetapi benar-benar diterjemahkan menjadi langkah operasional di daerah. Mulai dari pendataan anak tidak sekolah, revitalisasi satuan pendidikan, penguatan Data Pokok Pendidikan, digitalisasi pembelajaran, hingga pemetaan kebutuhan guru, seluruhnya memerlukan kerja bersama yang lebih rapi dan berkelanjutan.

Abdul Mu’ti berulang kali menegaskan bahwa pembangunan pendidikan adalah bagian dari upaya menyiapkan generasi unggul. Karena itu, pendidikan bermutu tidak boleh dimaknai secara sempit sebagai capaian angka-angka, melainkan sebagai proses menghadirkan sekolah yang layak, pembelajaran yang kuat, guru yang didukung, teknologi yang berguna, dan peserta didik yang tumbuh sehat serta berkarakter.

Di titik itulah arah kebijakan Kemendikdasmen saat ini dapat dibaca. Pemerintah sedang berupaya membangun mutu pendidikan dari hulu ke hilir: membenahi ruang belajar, memperkuat perangkat pembelajaran, meningkatkan kapasitas guru, menyesuaikan isi pembelajaran dengan perkembangan baru, dan sekaligus menjaga agar sekolah tetap menjadi tempat pembentukan manusia Indonesia seutuhnya. Jalan itu tentu tidak ringan, tetapi itulah kerangka besar yang kini sedang ditempuh untuk mewujudkan pendidikan bermutu bagi semua.

KAMPUS MUHAMMADIYAH DI SULSEL

Leave a Reply