Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita

Ketua Umum PP PERDAMI Hadiri Annual Meeting AIOS di India, Teken Deklarasi Sight 2030 dan Terima Penghargaan

×

Ketua Umum PP PERDAMI Hadiri Annual Meeting AIOS di India, Teken Deklarasi Sight 2030 dan Terima Penghargaan

Share this article

KHITTAH.CO, INDIA — Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Dokter Mata Indonesia (PP PERDAMI) Prof Budu Mannyu menghadiri Annual Meeting All India Ophthalmological Society (AIOS) 2026 di Jaipur, India. Kehadiran Budu dalam forum ilmiah internasional itu menandai keterlibatan aktif Indonesia dalam kerja sama regional untuk pencegahan kebutaan.

Budu hadir setelah menerima undangan resmi sebagai guest faculty dari Chairperson Scientific Committee AIOS Prof (Dr) Namrata Sharma. Dalam surat tertanggal 2 Maret 2026, AIOS mengundang Budu untuk berpartisipasi pada konferensi tahunan ke-84 yang berlangsung pada 12-15 Maret 2026 di Jaipur Exhibition and Convention Centre, Rajasthan, India.

Dalam kegiatan itu, Budu didampingi Prof Dr Yunia Irawati, SpM(K), Dr dr Yeni Dwi Lestari, SpM(K), MSc, dan Dr Astrianda Nadya Suryono, SpM(K). Ketiganya juga hadir sebagai pemateri dalam forum ilmiah tersebut.

Di sela rangkaian pertemuan, Budu mengikuti dua agenda penting. Pertama, ia menandatangani deklarasi bersama India, Indonesia, Nepal, dan Sri Lanka dalam gerakan pemberantasan kebutaan Sight 2030. Pada momentum itu, ia turut didampingi perwakilan Indonesia di International Agency for the Prevention of Blindness (IAPB), Dr dr Yeni Dwi Lestari.

Deklarasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi lintas negara dalam menekan angka kebutaan yang sebenarnya dapat dicegah. Kerja sama itu mencakup penguatan layanan kesehatan mata, pencegahan, edukasi, dan dukungan kelembagaan.

Menurut Budu, keterlibatan Indonesia dalam deklarasi itu menunjukkan posisi aktif Indonesia dalam agenda kesehatan mata global. Ia menambahkan, Indonesia kini telah menjadi bagian dari International Agency for the Prevention of Blindness, jaringan internasional yang berfokus pada pencegahan kebutaan dan gangguan penglihatan.

“Upaya pemberantasan kebutaan tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Diperlukan sinergi antarnegara, antarorganisasi profesi, dan jejaring internasional agar target Sight 2030 dapat tercapai,” ujar Budu, Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, via Whatsapp, Sabtu, 14 Maret 2026.

Agenda kedua adalah penerimaan penghargaan kepada Budu atas dedikasi dan kepeduliannya dalam mendorong upaya pemberantasan kebutaan selama memimpin PERDAMI. Penghargaan itu menjadi pengakuan internasional atas konsistensinya dalam memperkuat pelayanan, edukasi, dan advokasi kebijakan di bidang kesehatan mata.

Bagi komunitas dokter mata Indonesia, penghargaan tersebut bukan sekadar capaian personal. Pengakuan dari forum internasional seperti AIOS menunjukkan bahwa kiprah organisasi profesi dokter mata Indonesia semakin diperhitungkan dalam percaturan kesehatan mata global.

Annual Meeting AIOS merupakan salah satu forum ilmiah oftalmologi terbesar di kawasan. Forum itu mempertemukan para ahli, peneliti, klinisi, dan pimpinan organisasi profesi untuk berbagi pengetahuan, memperkenalkan inovasi, dan membangun jejaring kerja sama dalam pengembangan layanan oftalmologi.

Keikutsertaan Budu dalam forum itu memperlihatkan bahwa diplomasi profesi kedokteran Indonesia terus berkembang di tingkat internasional. Indonesia tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi juga terlibat dalam agenda strategis dan memperoleh pengakuan atas kontribusinya.

Dari Jaipur, pesan yang mengemuka adalah pentingnya memperkuat komitmen bersama dalam mendukung agenda Sight 2030. Dengan jejaring internasional yang semakin luas, upaya pencegahan kebutaan di Indonesia diharapkan dapat berlangsung lebih terarah, kolaboratif, dan memberi dampak lebih besar bagi masyarakat.

KAMPUS MUHAMMADIYAH DI SULSEL

  • Klik Banner UIAD

Leave a Reply