Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita

KH Said Samad Tekankan Pentingnya Menjaga Marwah Tauhid Dalam Kehidupan

×

KH Said Samad Tekankan Pentingnya Menjaga Marwah Tauhid Dalam Kehidupan

Share this article

KHITTAH.CO, MAKASSAR — Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Makassar (PDM Makassar), KH. Muhammad Said Abd. Shamad, menekankan pentingnya menjaga marwah tauhid dan mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Pesan tersebut ia sampaikan saat membawakan materi pertama dalam kegiatan Pengajian Ramadan 1447 Hijriah yang digelar PDM Makassar di Pusat Dakwah Muhammadiyah (Pusdim) Makassar, Sabtu, 7 Maret 2026.

Dalam pemaparannya, Said menjelaskan bahwa tauhid merupakan fondasi utama dalam ajaran Islam.

Ia menyebutkan bahwa pemahaman tauhid yang benar menjadi kunci dalam membangun keimanan sekaligus membentuk karakter seorang Muslim dalam kehidupan pribadi maupun sosial.

“Tauhid murni harus menjadi dasar dalam seluruh aktivitas kehidupan seorang Muslim,” kata Said saat menyampaikan materinya di hadapan para peserta pengajian.

Menurut dia, tauhid murni memiliki keterkaitan erat dengan rukun iman yang menjadi dasar keyakinan umat Islam. Ia menjelaskan bahwa pemahaman tauhid dalam Islam mencakup tiga aspek utama, yakni tauhid rububiyyah, tauhid uluhiyyah atau ubudiyyah, serta tauhid asma wa sifat.

Said menjelaskan bahwa tauhid rububiyyah menegaskan keyakinan bahwa Allah adalah satu-satunya pencipta, pengatur, dan pemelihara alam semesta. Sementara itu, tauhid uluhiyyah berkaitan dengan penghambaan manusia yang hanya ditujukan kepada Allah semata.

“Tauhid uluhiyyah menegaskan bahwa segala bentuk ibadah hanya ditujukan kepada Allah. Tidak boleh ada yang disekutukan dalam penghambaan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa tauhid asma wa sifat menuntut umat Islam untuk meyakini nama-nama dan sifat-sifat Allah sebagaimana yang dijelaskan dalam Al-Qur’an dan hadis.

Menurutnya, pemahaman terhadap ketiga aspek tauhid tersebut harus dipelajari secara sistematis agar keimanan menjadi kokoh.

Dalam penjelasannya, Said juga memaparkan tahapan dalam memahami tauhid yang dimulai dari mengenal, merasakan, hingga mendekatkan diri kepada Allah. Ia mengaitkan tahapan tersebut dengan pesan yang terkandung dalam Surah Al-Alaq ayat 1–5 dan ayat 14–19.

Ia mengatakan bahwa proses mengenal Allah harus dimulai dari membaca dan memahami wahyu. Selanjutnya, seorang Muslim perlu merasakan kehadiran Allah dalam kehidupan, hingga akhirnya mendekatkan diri melalui ibadah dan amal saleh.

Selain itu, Said menjelaskan bahwa sumber ajaran tauhid murni berasal dari Al-Qur’an, sunnah Nabi Muhammad SAW, serta pemahaman para sahabat. Ia mengutip Surah An-Nisa ayat 59 yang menegaskan kewajiban menaati Allah, Rasul, dan ulil amri.

“Dalam memahami ajaran tauhid, kita harus kembali kepada Al-Qur’an dan sunnah. Inilah sumber utama yang tidak boleh ditinggalkan,” kata Said.

Ia juga menyinggung pentingnya merujuk kepada teladan generasi awal Islam, termasuk para sahabat Nabi. Dalam penjelasannya, ia merujuk pada sejumlah hadis yang menekankan pentingnya mengikuti sunnah Rasulullah dan para khulafaur rasyidin.

Said menambahkan bahwa menjaga marwah tauhid tidak hanya sebatas pemahaman teologis, tetapi juga harus diwujudkan dalam perilaku sehari-hari. Menurutnya, nilai-nilai tauhid harus tercermin dalam sikap, etika, dan komitmen seorang Muslim dalam menjalani kehidupan.

Ia juga mengaitkan konsep menjaga marwah tauhid dengan kandungan Surah Al-Fatihah yang menjadi inti ajaran Islam. Selain itu, ia menyebut bahwa prinsip tauhid juga tercermin dalam pokok-pokok pikiran Muqaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah yang menjadi landasan gerakan persyarikatan.

Melalui pengajian tersebut, Said berharap para kader Muhammadiyah semakin memperkuat pemahaman tauhid dalam kehidupan mereka. Ia menegaskan bahwa kekuatan dakwah Muhammadiyah sangat bergantung pada keteguhan akidah para kadernya.

Kegiatan Pengajian Ramadan PDM Makassar ini diikuti oleh para pengurus majelis dan lembaga Muhammadiyah, organisasi otonom, serta pimpinan cabang Muhammadiyah se-Kota Makassar.

Momentum Ramadan diharapkan menjadi sarana memperdalam pemahaman keislaman sekaligus memperkuat komitmen dakwah di tengah masyarakat.

KAMPUS MUHAMMADIYAH DI SULSEL

  • Klik Banner PMB UNIMEN

Leave a Reply