Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Berita

KH Sudirman Ajak Jamaah Hidupkan Al-Qur’an dalam Pengajian Ramadan Muhammadiyah Bontoala

×

KH Sudirman Ajak Jamaah Hidupkan Al-Qur’an dalam Pengajian Ramadan Muhammadiyah Bontoala

Share this article

KHITTAH.CO, MAKASSAR — Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Bontoala menggelar buka puasa bersama dan pengajian Ramadan di Komplek Perguruan Muhammadiyah, Jalan Kapoposang No. 2, Makassar, Jumat, 6 Maret 2026.

Kegiatan ini menghadirkan penceramah KH Sudirman, S.Ag yang menyampaikan hikmah Nuzulul Qur’an sekaligus mengajak umat Islam kembali menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.

Dalam tausiyahnya, KH Sudirman menjelaskan bahwa peristiwa Nuzulul Qur’an yang diperingati setiap 17 Ramadan memiliki makna penting bagi umat Islam, bukan sekadar momentum seremonial, melainkan pengingat agar Al-Qur’an benar-benar hadir dalam kehidupan.

“Yang paling penting bukan hanya kapan Al-Qur’an diturunkan, tetapi apakah Ramadan ini berhasil membuka hati dan pikiran kita untuk dimasuki ayat-ayat Al-Qur’an sehingga mampu mengubah diri menjadi lebih baik,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa Al-Qur’an diturunkan melalui dua proses. Pertama, diturunkan sekaligus dari Lauhul Mahfuz ke langit dunia pada malam Lailatul Qadar. Kedua, diturunkan secara berangsur-angsur kepada Nabi Muhammad SAW selama 23 tahun, yaitu 13 tahun di Mekkah dan 10 tahun di Madinah.

Menurutnya, ayat-ayat yang turun di Mekkah cenderung pendek dan tegas karena fokus pada penguatan akidah, sedangkan ayat-ayat di Madinah lebih panjang karena berisi berbagai aturan dan hukum Islam.

“Di Mekkah, ayat-ayatnya menegaskan tauhid dan keimanan. Sedangkan di Madinah mulai turun ayat-ayat hukum seperti shalat, puasa, haji, warisan, hingga aturan sosial masyarakat,” jelasnya.

KH Sudirman menambahkan bahwa sejarah menunjukkan bagaimana Al-Qur’an mampu mengubah masyarakat Arab yang sebelumnya berada dalam kegelapan jahiliah menjadi peradaban yang beradab dan bercahaya.

Ia menekankan bahwa segala sesuatu yang bersentuhan dengan Al-Qur’an akan dimuliakan, baik waktu, tempat, maupun manusia yang mengamalkannya.

“Semua yang bersentuhan dengan Al-Qur’an pasti dimuliakan. Maka jika kita ingin memuliakan diri, keluarga, dan masyarakat, hiasi kehidupan kita dengan nilai-nilai Al-Qur’an,” tuturnya.

Kegiatan ini dihadiri oleh pengurus Muhammadiyah Bontoala, pengurus ‘Aisyiyah, kepala sekolah, para guru, serta angkatan muda muhammadiyah.

Pengajian Ramadan ini menjadi bagian dari upaya Muhammadiyah untuk memperkuat pemahaman keislaman dan menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan umat selama bulan suci Ramadan.

KAMPUS MUHAMMADIYAH DI SULSEL

  • Klik Banner PMB UMSI

Leave a Reply